
Perhatian! Attension Please!
Adegan dibawah ini tidak untuk ditiru, harap yang jomblo bacanya nanti aja kalau udah ketemu lawannya, karena author tidak bertanggung jawab bila setelah membaca part ini, anda jadi pusing sendiri 😅 Jangan Lupa untuk Like, kasih hadiah juga boleh atau Vote.
Kedua mata Tan terus tertuju pada bagian bawah tubuh Laluna, terkadang Tan memeletkan lidah lalu tersenyum nakal pada Laluna, sekian detik Tan menunggu jawaban atas keinginannya, Laluna pun menganggukkan kepalanya.
"Yes!" kata Tan.
Keduanya kembali saling berpagutan dengan penuh bira hi, kini satu tangan Tan tidak sungkan lagi untuk menyentuh bagian inti milik Laluna. Perlahan tapi pasti tangan Tan bergerilya menyusuri setiap pangkal paha Laluna, sambil terus ber ci u man, Tan merogoh kebagian tengah pangkal paha milik Laluna, disentuhnya area yang ternyata sudah sangat banjir.
Tan melepaskan ciu man nya, lalu menatap wajah Laluna dengan penuh naf su.
"Sangat basah!" kata Tan.
"Ulah mu Tuan!" kata Laluna.
Tan buru-buru membuka pintu mobil untuk bisa menurunkan Laluna dari dalam mobil, karena kondisi keduanya sudah sangat memanas dan Tan tidak ingin kebablasan didalam mobil, Tan akan membawa Laluna masuk ke dalam apartemennya.
Namun posisi Laluna yang berada dipangkuan Tan, sedikit kesulitan untuk keluar dari dalam mobil.
__ADS_1
Bught...
"Aw, stthh sitt!" kata Laluna.
Dahi Laluna kepentok body atas mobil, hingga lumayan kesakitan.
"Nona, apa sakit?" tanya Tan yang langsung mengelus-elus dahi Laluna.
"Ti-tidak Tuan!" kata Laluna, sakitnya si engga seberapa tapi malunya itu.
Keduanya kembali ber ci uman, disela-sela berusaha keluar dari mobil, usal-uselan lalu Laluna turun lebih dulu dengan terus saling berci um an, kemudian disusul Tan yang keluar dari mobil namun keduanya malah terjatuh ke lantai akibat tak memperhatikan sekelilingnya dan terus ber ci u man.
Bught..
Brakkk..
Pintu mobil tertutup dengan kencang, sementara Tan dan Laluna terus berjalan menuju ke dalam apartemen dengan terus saling berci u man penuh ga i rah. Keduanya masuk kedalam lift, menekan tombol tanpa melihat lagi tombol berapa yang dia pencet, yang terpenting pintu lift itu segera tertutup.
Ting, pintu lift tertutup.
__ADS_1
Di dalam lift yang terus bergerak keatas, keadaan menjadi semakin panas! Tan membuka resleting celana yang dikenakan oleh Laluna, lalu satu tangannya menelusup kedalam sana! Sambil terus berci u man, Tan memainkan jari-jarinya didalam sana.
Tan melepaskan sejenak ci um annya lalu dengan nafas terengah-engah, dan tangan yang sedang menikmati sensasi banjir didalam sana, Tan menatap wajah Laluna.
"Kau masih bisa menolaknya nona!" kata Tan.
"Tubuhku milikmu saat ini, esok dan selamanya!" bisik Laluna.
"Kau akan menyesal, karena aku tidak akan lagi menahannya!" bisik Tan.
Perkataan Laluna sukses membuat Tan semakin ber ga ir ah tinggi, Tan kembali meraup bibir Laluna sedangkan tangannya semakin gencar memainkan daerah yang sudah terkena banjir bandang.
"Ah, Tuan apa yang kau lakukan?" lirih Laluna yang sedikit merasa kesakitan.
Namun Tan tak menjawab pertanyaan Laluna, justru Tan kembali me lu m at bibir Laluna, hingga dia tidak bisa lagi protes.
Rupanya Tan menelusupkan satu jarinya kedalam sana! Dan itu membuat Laluna merasakan sesuatu masuk kedalam miliknya meskipun itu hanya seujung kukunya knalpot racing milik Tan, namun untuk gadis yang masih tersegel jelas terasa sakit.
Di dalam lift yang entah menuju ke lantai berapa, Tan dan Laluna saling berpagutan dan terus melampiaskan bi ra hi yang justru semakin menggebu-gebu untuk disalurkan.
__ADS_1
❤️❤️❤️
Riweuh-riweuh sampe nyungsruk ke lantai pun tak gentar tak mundur hajar terus ye maak gas terus jangan kasih kendor dasar anak muda🤦🤦