Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 107


__ADS_3

Laluna mengangkat lebih tinggi selimut putih yang sejak tadi dipakai untuk menutupi tubuh polosnya, tanpa menatap kearah Laluna sedikitpun, Daniel pergi berlalu setelah meletakkan papaer bag yang berisi pakaian baru untuk Laluna! Bahkan tanpa memberikan kesempatan untuk Laluna bicara, meskipun itu hanya sekedar kata maaf.


Di sofa ruang utama apartemen itu! Daniel dan juga Tan berdiri berdampingan, Tan yang merasa tidak enak hati setelah apa yang diperbuat olehnya, mencoba memulai obrolan.



"Daniel, aku tau yang aku perbuat dengan Laluna sangat salah, aku minta maaf! Tapi aku benar-benar mencintainya, Daniel!" kata Tan.


"Tepatnya yang kau perbuat dengan calon istriku, Tuan Tan! Apa kau lupa dia sudah bertunangan denganku?" tanya Daniel yang sedikit meninggikan suaranya.


"Aku minta maaf!" kata Tan tak tau lagi harus bagaimana dengan situasi canggung antar dirinya dengan Daniel.


Daniel terdiam, terlihat Daniel tengah mengatur nafasnya. Mungkin saat ini emosinya telah meletup-letup, dan jika dipaksakan terus bicara dengan Tan, maka Daniel tidak dapat menahan amarahnya lagi. Daniel memilih untuk diam kembali, tak lama kemudian, Laluna muncul dihadapan Daniel dan juga Tan dengan pakaian baru yang dibelikan oleh Daniel.


"Daniel, aku," kata Laluna yang belum sempat bicara Daniel sudah memotong pembicaraan.


"Ikutlah denganku, aku akan mengantarmu pulang sekarang!" kata Daniel.


"Daniel aku mohon, aku mencintai Tan! Biarkan aku disini bersamanya," kata Laluna memelas pada Daniel.


Daniel pun menghela nafas panjangnya.


"Apa sikapku kurang baik terhadap mu Luna? Sampai dalam situasi seperti ini, kau masih bisa untuk memohon agar tetap tinggal bersama mantan kekasih mu?" tanya Daniel.


"Daniel aku minta maaf! Tapi aku tidak bisa melanjutkan pertunangan kita," kata Laluna.


"Kalau begitu, ikutlah dengan ku pulang! Dan untuk kau Tuan Arthan, datanglah besok siang ke pertemuan keluarga kami! Masalah ini harus segera diselesaikan," kata Daniel.


"Baiklah Daniel, aku akan datang! Luna, tidak apa, ikutlah dengan Daniel pulang sekarang!" kata Tan.



Laluna pun akhirnya terdiam dan tak lagi merengek meminta untuk tetap tinggal di apartemen mewah itu! Dihadapan Tan, Daniel menggenggam erat tangan Laluna, lalu membawanya pergi meninggalkan apartemen itu. Tan hanya mampu melihat gadis yang dicintainya pergi bersama calon suaminya meninggalkannya sendirian.


Sepanjang perjalanan menuju kediaman Tuan Lan, di dalam mobil! Wajah Daniel terlihat lelah, letih, mungkin muak juga dengan percintaannya yang menyedihkan. Laluna yang melihat kearah Daniel, dan kedua mata Daniel tidak dapat berbohong bahwa dia sangat sedih atas perbuatannya bersama Tan malam ini.


"Daniel, aku tau kau adalah laki-laki terbaik yang pernah aku kenal! Aku sudah berusaha untuk mencintai mu Daniel, tapi aku tidak bisa," kata Laluna.


"Lalu mau mu apa?" tanya Daniel dengan suara berat.


"Aku ingin mengakhiri pertunangan ini, aku ingin membatalkan pernikahan kita Daniel!" kata Laluna.

__ADS_1


Jleb..


Entah kenapa setiap kata yang terucap dari bibir Laluna, seperti pedang tajam yang selalu menyayat-nyayat hatinya. Daniel terdiam menahan perih, perjuangannya selama ini terasa sia-sia.


"Kalau begitu, katakan seperti itu didepan keluarga mu dan juga keluarga ku! Ini bukan lagi tentang kita Luna, kau sadar dan kau tidak mendapatkan paksaan saat menerima lamaran ku, kau menerimanya dengan sadar! Ini bukan lagi persoalan kita, Luna! Tapi, juga menyangkut nama baik kedua keluarga besar," kata Daniel.


"Aku akan mempertanggungjawabkan segalanya Daniel, akan aku hadapi keluarga besar kita, tapi aku mohon berikan maaf mu untuk ku!" kata Laluna.


Mobil pun sampai di depan kediaman Tuan Lan.



"Turunlah, sampaikan pada keluarga mu, bahwa keluarga ku besok akan bertandang ke rumah mu!" kata Daniel.


"Daniel," lirih Laluna.


Laluna akhirnya turun dari mobil Daniel, terlihat Daniel sangat kecewa terhadapnya! Bahkan tak sekalipun Daniel menatap wajahnya, mobil Daniel berlalu begitu saja. Laluna pun masuk ke dalam rumah!


Laluna segera menuju kamar Larisha untuk mengatakan bahwa keluarga Daniel besok akan datang ke rumah ini.


Tok..


Tok..


Tok..


"Ya, sebentar!" kata Larisha yang baru saja selesai memakai pakaian tidurnya.


Klek..


Pintu di buka oleh Larisha, sementara Tuan Lan baru keluar dari kamar mandi! Kedua mata Laluna sembab seperti orang yang terlalu banyak menangis.



"Luna, ada apa? Matamu sembab, apa ada masalah?" tanya Larisha.


"Kak, maafkan aku!" kata Laluna, lalu berlutut di hadapan Larisha dan menangis.


"Luna, bangunlah! Ada apa ini?" tanya Larisha yang kembali membantu Laluna berdiri.


Tuan Lan yang melihat Laluna menangis dihadapan Larisha, segera menghampiri keduanya.

__ADS_1


"Kak, aku ingin membatalkan pernikahan aku dengan Daniel!" kata Laluna.


"Apa? Kau jangan main-main Luna, apa-apaan kau ini," kata Larisha dengan nada meninggi.


"Kak, aku tidak mencintainya! Aku hanya mencintai Arthan, aku akan menikah dengan Tan bukan dengan Daniel," kata Laluna.


Larisha yang mendengar, Laluna dengan entengnya mengatakan mencintai Arthan, sangat shock dan tidak habis pikir kenapa bisa Laluna mencintai Tan? Apalagi sampai ingin membatalkan pernikahannya dengan Daniel.


"Cukup Luna! Hentikan omong kosong mu itu! Kenapa bisa kau mencintai Tuan Tan? Apa maksud semua hal gila yang kau katakan ini?" tanya Larisha.


"Aku mencintai Tan, dan besok keluarga Daniel akan datang ke rumah ini, aku akan mengatakan yang sebenarnya kak!" kata Laluna.



Sementara Tuan Lan hanya menyimak, memaklumi mengapa Larisha sangat terkejut dan tidak memahami situasi yang dialami oleh adiknya! Karena Larisha tidak pernah mengetahui hubungan antara Tan dan juga Laluna selama ini.


Plak..


Satu tamparan mendarat di wajah adik kesayangannya. Larisha gemetar menampar pipi Laluna, karena selama ini Larisha tidak pernah sampai se marah ini dengan Laluna. Tapi sikap Laluna kali ini sangat keterlaluan.


"Mom cukup!" kata Tuan Lan yang tidak ingin Larisha semakin membuat Laluna tertekan.


"Kakak tidak pernah mengajarkan kamu mempermainkan laki-laki yang sudah tulus mencintai kamu Luna! Daniel itu laki-laki baik, kau tidak bisa membatalkan semuanya seperti ini!" kata Larisha.


"Cukup mom!" kata Tuan Lan.


"Aku tidak akan berhenti Dad, anak ini sangat keterlaluan!" kata Larisha sambil menunjuk ke wajah Laluna yang semakin menangis.


"Cukup Larisha! Aku bilang sudah, kau tidak berhak berkata begitu terhadap adikmu!" kata Tuan Lan.



"Apa ini, Dad? Kau membentak ku?" tanya Larisha.


"Tan adalah pendonor sumsum tulang belakang untuk Laluna, mereka berdua sudah memiliki hubungan sejak lama mom, kau tidak mengerti! Tan terlalu banyak fokus mengurus bisnis dan mencari pembunuh bayaran itu! Dia sudah banyak berkorban untuk keluarga kita, dan Luna menerima lamaran itu karena dia pikir bahwa Tan tidak serius terhadap hubungan mereka!" kata Tuan Lan.


"Tuan Tan? Jadi dulu, Tuan Tan menghilang karena dia mendonorkan sumsum tulang belakangnya untuk Luna?" tanya Larisha yang tak percaya mengapa semuanya jadi seperti ini.


❤️❤️❤️


Haduhh jadi riweuh ini gara-gara cinta! Ade cinta tak selamanya indah dek, ternyata kalimat itu benar adanya ya maak😂 setelah melihat kisah cinta Laluna sampai seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2