Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 127


__ADS_3

Tuan Lan melepaskan sejenak kedua melon import Larisha yang kini sudah dibasahi oelh sisa-sisa salivanya, fokus utama Tuan Lan ingin membuat area dibawah sana agar lebih lembab lagi. Dige sek-ge seknya bagian bawah milik Larisha oleh jari jemari Tuan Lan yang memang sudah memiliki jam terbang tinggi untuk masalah lembab melembabkan.


Tuan Lan mulai memasukkan jari-jarinya kedalam mulut milik Larisha hingga membuat tubuh Larisha tersentak menerima terobosan jari jemari Tuan Lan didalam sana.


"Ah Dad, aughhhhhhhh Dad,"


"Kau suka Momy?"


"Yes Dad, aku suka sekali Dad kau memberikan aku kenikmatan ini Dad,"


"Ini belum seberapa sayang, aku akan membuatmu terus merasakan nikmatnya surga dunia,"


Tuan Lan memasukan kemudian mengeluarkan jari-jarinya dari dalam area inti Larisha dengan cepat sampai-sampai menimbulkan bunyi yang lain dari biasanya. Kedua tangan Larisha saat ini berpegangan pada pundak Tuan Lan agar bisa menahan tubuhnya atas kenikmatan yang diberikan oleh Tuan Lan.



Dengan sekuat tenaganya memasukan kemudian mengeluarkan lagi jari-jarinya, kemudian memasukkan lebih banyak jari lagi kedalamnya begitu terus menerus hingga Larisha menjerit-jerit wajahnya mendongak keatas sementara kedua kakinya masih kokoh merenggang.


"Ahhhh Fu ck Dad, oughttt ahhhhhh Dad,"


"Sssth mom aku tidak merasakan milikmu sebasah ini mom, kau seksi sekali saat sedang basah begini mom, Momy aku tak tahan melihat mu sayang,"


Tuan Lan semakin mengoyak-ngoyak bagian bawah Larisha dengan jari-jarinya, yang entah sudah berapa banyak jari-jarinya secara bergantian masuk dan keluar dari dalam sana, Tuan Lan semakin ber naf su mendengar teriakan-teriakan dan era ngan yang tiada henti dari mulut Larisha.


Dilahapnya kembali kedua melon import milik Larisha yang sejak tadi dibiarkan menggantung pada tubuh wanita cantik itu! Di hi sapnya, digigitnya saking gemas pada pucuk-pucuk melon import itu secara bergantian, sementara jari-jarinya masih terus mengoyak-ngoyak bagian bawah milik Larisha hingga tubuh Larisha meng gelin jang, seperti akan segera mencapai puncaknya.


"Dad, aku tidak tahan lagi Dad, ini sungguh nikmat Dad,"


"Keluarkan sayang, ayo sayang aku ingin merasakan semburannya,"


"Dad, ouhhhhhhh ku mohon Dad lebih cepat lagi Dad,"


Tuan Lan semakin cepat lagi menggerakkan jari-jarinya dan bahkan menambahkan jari-jarinya untuk masuk kedalam inti milik Larisha yang hampir mencapai puncaknya itu.


"Ahhhhh Dad ahh ah Dad, a-ku ingin ahh Dad a-aku sampai Dad,"

__ADS_1


"Kau sampai Momy? Oughttt wajahmu sangat merona saat mencapai puncaknya sayang,"


Seluruh tubuh Larisha bergetar hebat dan seketika roboh dalam pelukan Tuan Lan karena lemas setelah mendapatkan pencapaian pertamanya! Tuan Lan mengeluarkan jari-jarinya dari dalam sana, setelah merasakan semburan hangat yang membuat istrinya itu lemas dan nikmat.


Tap..


Tap..


Tap..


Langkah kaki kecil mengarah ke dapur, saat Larisha dan Tuan Lan masih belum selesai melakukan pertempuran sebenarnya! Tuan Lan segera menarik tangan Larisha mendorongnya dibalik tembok agar tak terlihat oleh orang lain, keduanya sembunyi dibalik tembok namun saat sedang sembunyi karena mendengar langkah kaki kecil, Tuan Lan sudah menurunkan resletingnya dan mengeluarkan isi dari balik celananya itu.


Larisha dapat melihat jelas otot-otot dari knalpot traktor sawah milik Tuan Lan yang panjang dan besarnya tak pernah padam dilahap usia, Tuan Lan yang sudah dipuncak bira hi yang membara, segera menaikkan satu kaki Larisha kemudian mengarahkan knalpot miliknya untuk segera dihentakan pada milik Larisha.


Dengan gaya memegangi satu kaki Larisha, Tuan Lan memasukan knalpot miliknya hingga blashhh masuk seluruhnya kedalam sana yang sudah sangat lembab, Larisha melenguh penuh nikmat begitu juga dengan tuan Lan, dia merasakan miliknya didalam sana terhimpit oleh milik Larisha.


Tuan Lan segera menggerakkan pinggulnya maju mundur, sementara satu tangannya masih betah memegangi satu kaki Larisha.


"Mom, Momy! Momy dimana?"



"Suttt," Tuan Lan melarang Larisha mend de sah.


Sementara pinggulnya dibawah sana masih terus memompa Larisha.


"Dad, kita akhiri dulu ada Brithney," bisik Larisha.


"No, sayang ini sedang sangat nikmat ahh, ini terlalu nikmat untuk diakhiri Momy! Layani hingga puas mom," Tuan Lan berbisik.


Tuan Lan kekeh ingin melanjutkan permainannya karena Brithney tak kunjung meninggalkan dapur! Tuan Lan menyumpal mulut Larisha menggunakan mulutnya agar mereka bisa menahan suara-suara surgawi yang tidak boleh sampai terdengar oleh Brithney.


"Emmmthh,"


"Emmtthh,"

__ADS_1


Tuan Lan sangat menikmati area inti milik Larisha yang begitu menjepit-jepit miliknya.


"Mom, Momy!"


Brithney melihat ada b r a milik Larisha yang tergeletak di lantai dekat dengan oven, diambilnya b r a berwarna merah itu dilihatnya dengan seksama.


"Bukankah ini milik Momy?" tapi dimana Momy, kasihan b r a Momy sampai terlepas pasti karena Momy sibuk membuat kue jadi tidak sadar b r anya terlepas!"


Brithney pergi meninggalkan dapur dilantai lima itu dengan membawa serta b r a milik Larisha, karena Brithney berpikir akan memberikan b r a itu ketika Momynya menemuinya.


Tak lagi mendengar suara Brithney, Tuan Lan pun melepaskan bibirnya yang semula terus menci umi Larisha agar tidak sampai berisik. Dan begitu mulutnya tak lagi disumpal, Larisha langsung nyaring menyuarakan kenikmatan yang saat ini dirinya rasakan.



"Ogthhhhhhhh Fu ck Dad, ahhhhh ouhbh YESS, Dad Ahhh dad,"


"Yes baby, Ahhh sittttt kenapa milikmu selezat ini Momy! Aku tidak mau berhenti Momy, aku ingin setiap detik Ahhh,"


Keduanya terus saling bersautan men de sah, menge rang, cukup lama keduanya terus saling berburu untuk sama-sama mencapai puncak kenikmatan yang sesungguhnya.


"Ahhhh yesz Fu ck Momy, sitttt ughhbh aku akan sampai mom, ahh ohhhhh nikmat Ahhh,"


Tubuh Tuan Lan bergetar saat knalpotnya berhasil menyemburkan lahar putih didalam rahim istrinya, Tua Lan menge rang dan menikmati detik-detik lahar putih itu menyembur deras pada inti milik Larisha.


"Thank you sayang, aku puas sekali,"


"Dad, kau benar-benar tidak tau tempat!"


"Itu salahkan tubuhmu yang selalu sangat menggoda Momy, kau seksi dan membuat ku ingin terus menghujam mu!"


Tuan Lan memakai kembali celananya, begitu juga dengan Larisha yang memakai kembali dress miliknya walaupun harus tanpa b r a, karena b r a itu justru dibawa oleh anaknya.


Keduanya bergegas pergi menuju kamar untuk membersihkan diri, dan berganti pakaian. Setelah selesai mandi, Tuan Lan hendak menemui anak-anaknya diruangan bermain, sementara Larisha pergi kembali ke dapur untuk menyajikan kue kering buatannya.


__ADS_1


❤️❤️❤️


Brithney ada-ada aja maak, bikin kue macam apa yang bisa bikin copot b h😅


__ADS_2