Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 43


__ADS_3

Larisha masih diam seribu bahasa saat tubuh Tuan Lan semakin menghimpit tubuhnya dari belakang, terasa sesuatu yang bergerak-gerak dari balik celana milik Tuan Lan saat tubuh keduanya bergesekan.


Wajah Tuan Lan yang ditumbuhi oleh brewok yang begitu lebat kini condong kebagian leher Larisha, dike cupnya leher jenjang itu hingga membuat Larisha bergidik geli namun disusul oleh suara desa hanya.



"Sttthhhhhhhh mmtthhhhh." desa h Larisha.


Kini satu tangan Tuan Lan telah melingkar sempurna dibagian pinggang Larisha, dan satu tangannya lagi menjatuhkan pakaian yang semula ia pegang. Kedua tangan itu langsung mere mas kedua melon import milik Larisha, sambil terus me nye sap leher jenjang Larisha.


"Mttthh Tuan," desa han Larisha lolos begitu saja dari bibirnya.


"Aku menginginkan mu Larisha!" lirih Tuan Lan.


Tak dipungkiri lagi oleh Larisha, bahwa tubuhnya kini sudah semakin terbiasa dengan sentuhan-sentuhan magic Tuan Lan yang bisa membuatnya melayang-layang diudara, bahkan bisa dikatakan Larisha pun sudah merasa sentuhan-sentuhan nakal itu candu untuknya.


Tuan Lan terus merem as kedua melon import yang menggantung sempurna itu, posisinya masih memeluk tubuh Larisha dari belakang, Tuan Lan menge cup setiap inci leher jenjang Larisha hingga meninggalkan jejak-jejak kepemilikannya disana.


Kedua tangan Larisha hanya bisa berpegangan pada lemari besar dihadapannya, karena tubuhnya semakin bergetar hebat merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Tuan Lan.



"Aku akan mandi dulu sekarang! Kau bersiaplah menungguku diatas ranjang!" bisik Tuan Lan.


"Ba-baik Tuan!" kata Larisha.


Tuan Lan tersenyum lalu melepaskan pelukannya, sekaligus mengakhiri sesi pemanasan yang cukup membuat Larisha merasa gerah diruangan yang dingin ini.


Setelah melihat Tuan Lan masuk kedalam kamar mandi! Larisha buru-buru pergi ke dapur tempat dimana dia menyimpan beberapa pack pil KB untuk stok saat Tuan Lan sudah memberikan sinyal tanda-tanda akan menanam benih dirahimnya.


Ketika masuk kedalam kamar mandi ternyata tidak ada lilin aromaterapi, Tuan Lan lupa meminta Larisha untuk sekalian menaruh lilin aromaterapi didekat bathtub, Tuan Lan pun kembali keluar dari dalam kamar mandi untuk meminta Larisha membawakan lilin aromaterapi itu.


__ADS_1


Melihat didalam kamarnya Larisha tak ada, pikiran Tuan Lan pasti tertuju ke dapur dilantai 5 rumah itu! Karena selain kamar, Larisha pasti berada di dapur. Tuan Lan pun pergi ke dapur untuk menemui Larisha.


Sampailah Larisha di dapur lantai 5 yang letaknya tidak jauh dari kamar Tuan Lan, Larisha lalu membuka laci kitchen diatas pojok kanan dimana itu digunakan untuk menyimpan beberapa tempat bumbu dan tupperware, Larisha pun membuka salah satu tupperware itu untuk mengambil pil KB miliknya.


Dibukanya tupperware itu lalu Larisha mengambil satu pil KB dan juga menuangkan segelas air putih untuk meminumnya! Dari kejauhan Tuan Lan melihat Larisha, lalu hendak menghampirinya dan betapa kagetnya Tuan Lan karena melihat Larisha hendak meminum sebuah pil.



"Larisha!" kata Tuan Lan yang sontak saja itu membuat jantung Larisha hampir copot karena kaget Tuan Lan memergokinya.


Satu butir pil KB itu jatuh ke lantai, dan Larisha berusaha memasang wajah tak cemas namun gestur tubuh Larisha membuat Tuan Lan semakin curiga.


"Tu-Tuan ke-kenapa kau disini?" gugup Larisha.


"Obat apa yang hendak kau minum itu?" tanya Tuan Lan.


"Itu- itu hanya obat sakit perut saja Tuan!" kata Larisha.


"Sejak kapan kau sakit perut?" tanya Tuan Lan.


Tuan Lan pun mendekati tupperware tempat Larisha menyembunyikan beberapa pack pil KB.


Jantung Larisha berdetak kencang ketakutan Tuan Lan akan mengetahui kebohongannya! Tapi juga tak bisa mencegah apapun yang dilakukan Tuan Lan, rasa penasaran itu membuat Tuan Lan membuka tupperware diatas kitchenset dan mendapati beberapa pack yang bertuliskan pil KB.



Sontak saja hal itu membuat amarah Tuan Lan bangkit! Kedua matanya melotot tajam lalu menggebrak meja kitchenset di dapur itu dengan sangat keras hingga retak.


Braghtttt...


"Apa yang kau rencanakan dengan meminum pil-pil ini Larisha!" teriakan Tuan Lan bahkan terdengar ke lantai 4 dan lantai 3 rumah itu.


Para pelayan pun tak berani naik untuk melihat hal apa yang membuat Tuan Lan sampai semarah itu.

__ADS_1


"Tu-Tuan aku minta maaf! A-aku," gugup Larisha tak bisa berkata-kata lagi.


Satu tangan Tuan Lan mencengkram kuat tulang pipi Larisha hingga membuat Larisha ketakutan.


"Dengar Larisha, aku sudah menepati janjiku untuk menyembuhkan adikmu! Aku juga sudah tidak pernah berlaku kasar lagi padamu! Tapi begini kah balasan mu padaku?" teriak Tuan Lan.


"Ampun Tuan! Aku hanya tidak ingin memiliki anak dari pernikahan yang tidak kita inginkan!" kata Larisha sambil bercucuran air mata.


"Kau membodohi ku Larisha! Kau sudah ingkar dengan janjimu, kau pikir kau siapa hah? Kau salah besar telah bermain-main dengan seorang sepertiku!" teriak Tuan Lan.


"Tuan sadarlah! Aku seorang wanita, bagaimana mungkin aku melahirkan keturunanmu sementara kau tidak mencintaiku! Dan surat perjanjian pernikahan itu, kau menyuruhku untuk menyembunyikan identitas ku sebagai ibu dari anak yang kelak aku lahirkan, itu tidak bisa aku lakukan!" teriak Larisha.


"Jadi kau lakukan semua ini karena surat perjanjian yang aku buat itu? Kau takut aku meminta mu pergi setelah melahirkan keturunanku?" teriak Tuan Lan.


"Kau juga tidak mencintai aku Tuan," lirih Larisha.


"Ayo ikut!" Tuan Lan membentak lalu menarik paksa tangan Larisha dengan kasar.


"Lepas Tuan! Lepaskan aku!" teriak Larisha yang terus berusaha melepaskan cengkraman kuat tangan Tuan Lan.


Tuan Lan membawa Larisha kembali kedalam kamarnya! Didorongnya tubuh Larisha keatas ranjang miliknya dengan kasar.



Bughtt...


Tuan Lan kemudian beranjak ke laci miliknya dan mengambil surat perjanjian pernikahan antara Larisha dan Tuan Lan yang mereka tanda tangani saat itu. Dihadapan Larisha, Tuan Lan merobek selembar kertas perjanjian bermaterai itu menjadi kepingan-kepingan kertas kecil-kecil yang kemudian dia lemparkan ke udara.


"Tuan mengapa kau merobek kertas perjanjian itu?" tanya Larisha.


"Karena kau bukan lagi tawanan kamarku! Tapi kau adalah istriku yang tidak memerlukan lagi surat perjanjian itu dipernikahan kita ini!" kata Tuan Lan.


Tadinya Larisha berpikir setelah Tuan Lan mengetahui kebohongannya yang selalu meminum pil KB aga tidak hamil anaknya, Tuan Lan akan mencambuknya, atau menamparnya atau memberikan hukuman kejam lainya. Namun Larisha tak menyangka justru Tuan Lan merobek surat perjanjian yang selama ini membuat hati Larisha risau. Apakah ini tandanya Tuan Lan memutuskan bahwa pernikahan ini akan menjadi pernikahan sungguhan?

__ADS_1



__ADS_2