
Laluna dan yang lainnya pun dapat merasakan sikap cuek yang ditunjukkan oleh Daniel, padahal belum di lakukan pembicaraan ke arah sana! Tapi Daniel sudah terlihat putus asa.
Beberapa pelayan berdatangan mengantarkan hidangan pembuka yang diletakkan di meja ruang keluarga itu.
"Silahkan di minum dulu!" kata Larisha.
Lalu semuanya mengambil gelasnya masing-masing, terlihat mereka mulai meminum minuman segar diatas meja tersebut! Angeline pun mencoba kue kering yang di buat oleh Larisha.
"Nyonya Angeline, itu aku sendiri yang membuatnya!" kata Larisha.
"Waw ini renyah dan enak sekali Nyonya Risha, rupanya selain cantik kau sangat pandai membuat kue kering!" kata Angeline.
"Belajar lah mom dari Nyonya Risha, aku juga mau setiap hari minum secangkir kopi ditambah sajian kue kering se enak ini!" kata Damian.
"Oh Dad, andai kan aku bisa di rumah setiap hari aku pasti akan belajar! Salahkan anakmu yang tidak mau mengambil alih perusahaan, dan malah menjadi seorang presenter!" kata Angeline.
"Apa Daniel tidak mau mengurus perusahaan mu Dam?" tanya Tuan Lan.
"Ya entahlah anak itu, mau dengan bisnis legal ataupun ilegal milikku dia sama sekali tidak tertarik," kata Damian.
"Mungkin karena usianya masih muda, berapa Niel usia mu?" tanya Tuan Lan.
"24 tahun kak, sama dengan Luna," kata Daniel.
"Masih sangat muda sekali Dam. Nanti usia 30 tahun keatas Daniel pasti bisa mengambil alih perusahaan mu," kata Tuan Lan.
"Ya, ya, ya aku harap begitu! Ngomong-ngomomg, bagaimana ini Lan hubungan Daniel dengan Laluna? Aku sedikit banyak mendengar dari Daniel, tentang masalah yang mereka alami," kata Damian yang sudah mulai pemanasan membahas persoalan yang memang sangat sensitif untuk di bahas saat ini.
"Begitulah Dam, anak muda hatinya masih terombang-ambing! Tapi memang ada hal yang ingin aku sampaikan terhadap kalian!" kata Tuan Lan.
Tuan Lan dan Larisha mulai saling melirik saat Tuan Lan hendak menyampaikan apa keinginan Laluna. Rasanya tidak enak hati untuk mengatakan hal ini, tapi melihat wajah Tan dan Laluna yang sudah terlalu tersiksa dengan keadaan ini, Tuan Lan juga tidak tega.
Dengan menarik nafas panjangnya, Tuan Lan memulai untuk menyampaikan maksud keluarganya mengundang keluarga Daniel ke rumah ini.
__ADS_1
"Begini Dam, Angeline! Dengan berat hati harus aku sampaikan, bahwa Laluna berkeinginan untuk membatalkan pernikahan nya dengan anak kalian, Daniel!" kata Tuan Lan.
Damian, Angeline, dan Daniel sudah tidak kaget lagi dengan apa yang mereka dengar! Pasalnya, Daniel memang sejak awal sudah mengatakan bahwa Laluna tidak pernah mencintainya.
"Ya, aku mengerti! Sebenarnya semua keputusan aku serahkan pada anak-anaknya saja, apapun yang menjadi keputusan mereka aku akan mendukung," kata Damian dengan sikap sabar dan tenangnya.
"Iya Lan, lalu apa benar Luna kau ingin mengakhiri pertunangan ini? Dan tidak mau melanjutkan rencana pernikahan mu dengan Daniel?" tanya Angeline.
Laluna pun menatap ke arah Tan, lalu melirik kearah Daniel.
"Aku minta maaf Nyonya Angeline, tapi aku ingin membatalkannya!" kata Laluna.
Sebuah ungkapan yang keluar dari bibir Laluna yang lagi-lagi berhasil menyayat hati Daniel.
"Lalu Daniel, bagaimana apa kau bisa menerima keinginan Laluna?" tanya Larisha.
"Jika kalian bertanya pada ku, apa aku akan terima keputusan Laluna atau tidak? Tentu aku tidak bisa menerimanya!" kata Daniel.
Membuat seisi ruangan itu hening akan pernyataan dari Daniel, mereka pun jadi serba salah.
Lagi-lagi Daniel dengan tegas menolak keputusan Laluna.
"Aku yakin jika Luna sudah menikah denganku! Setiap hari bersama denganku, dia pasti akan jatuh cinta pada ku!" kata Daniel.
"Sekarang kita tanya dengan orang yang terlibat ke dalam hubungan mereka! Tuan Tan, bagaimana apa kau bisa melepaskan Laluna?" tanya Damian.
Tan pun menarik nafas panjangnya, lalu kembali membuangnya!
"Maaf Tuan, aku pernah melakukan suatu kebodohan yang membuat ku kehilangan Luna, kali ini aku tidak akan membiarkan lagi!" kata Tan.
Membuat situsi di dalam ruangan itu semakin runyam. Meskipun ketiga anak Tuan Lan tidak mengerti dengan situasi sulit yang dialami oleh orang-orang dewasa yang saat ini berkumpul bersama dengan mereka. Tapi ketiga anak itu menyimak setiap pembicaraan orang dewasa dengan serius.
"Kalau begitu, bukankah 2 lawan satu?" tanya Angeline.
"Benar," kata Damian.
__ADS_1
"Dua orang saling menginginkan, dan satu orang tidak mau melepaskan!" kata Tuan Lan.
"Daniel, mau tidak mau keputusannya adalah Laluna dan Tuan Tan. Mereka tidak akan saling melepaskan! Kau yang harus menyerah saat ini," kata Angeline.
Daniel pun terdiam! Wajahnya terlihat sangat kecewa, kedua matanya tertunduk karena harus kehilangan satu-satunya wanita yang sangat dia cintai sejak lama. Daniel dipaksa menyerah oleh keadaan.
"Baiklah, kalau begitu!" kata Daniel, lalu melepaskan cincin pertunangannya dengan Laluna dan menaruhnya diatas meja.
Begitu juga dengan Laluna yang langsung meletakkan cincin seharga satu buah mobil Mercedes Benz diatas meja. Kedua keluarga itu pun saling meminta maaf, dan menerima hasil keputusan ini karena memang begini yang terbaik.
Hanya saja, Daniel terlihat sangat terpukul! Dia sama sekali tidak lagi bicara, hingga meninggalkan kediaman Tuan Lan sepanjang jalan menuju ke kediamannya, Daniel sangat murung, kedua matanya terlihat berkaca-kaca tapi Daniel berusaha menahannya.
Angeline berusaha meyakinkan Daniel, bahwa Laluna memang bukan jodohnya! Tapi Daniel hanya terus terdiam, terlihat Daniel sangat trauma karena mencintai seseorang dengan begitu dalam namun justru cinta itu yang meluluh lantakkan hatinya saat ini, menghancurkan hatinya hingga berkeping-keping tanpa tau bagaimana cara menatanya kembali.
Berhari-hari Daniel tak kunjung kembali bekerja! Hal itu tentu membuat Laluna tidak enak hati, dan merasa Daniel sangat mengindarinya sampai-sampai Daniel tidak masuk bekerja beberapa hari ini.
Sore harinya! Keluar dari gedung salah satu stasiun televisi terbesar di negara ini, Laluna di jemput oleh Tan.
Laluna pun langsung memeluk Tan, dan menghembuskan nafas panjangnya.
"Kenapa? Apa terjadi masalah?" tanya Tan sambil merapihkan rambut Laluna yang tertiup angin sore.
"Kau tau! Sejak pertemuan itu, Daniel tak kunjung masuk kerja! Dia seperti hilang ditelan bumi, kekanak-kanakan sekali kan?" tanya Laluna.
"Luna, mungkin Daniel sangat terpukul dengan berakhirnya hubungan kalian! Dia perlu memenangkan dirinya saat ini maybe, ketika dia sudah bisa berdamai dengan hatinya dia pasti akan kembali," kata Tan.
"Kau benar! Mudah-mudahan saja dia segera kembali, agar aku tidak terus dihantui perasaan bersalah!" kata Laluna.
Tan pun tersenyum, lalu memeluk tubuh Laluna.
❤️❤️❤️
Belum nanti kalau di kasih undangan merit, auto kejang-kejang itu si Daniel! Brith, oh Brith cepat besar ya nak tugas mu berat, untuk meluluhkan hati yang memang trauma berat.
Tapi akan di pisah ko yang kisah Daniel sama Brithney, tapi ga tau kapan maak😁😁😁
__ADS_1
Sekarang fokus kehidupan Larisha Tuan Lan, Luna dan Tan serta anak-anaknya aja.