Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 103


__ADS_3

Dokter Fred memang belum tau dengan siapa Laluna akan bertunangan hari ini, pasalnya Tuan Lan hanya mengirim pesan lokasi diadakannya pertunangan Laluna tanpa memberitahu siapa yang akan bertunangan dengan Laluna, lagipula dalam pikiran Dokter Fred, Laluna pasti akan bertunangan dengan Tan! Karena dulu sesaat sebelum mendonorkan sumsum tulang belakangnya, Tan pernah berkata bahwa dia akan menikahi Laluna suatu hari nanti.


Akhirnya keluarga Daniel sudah tiba di tempat, satu persatu mereka duduk di tempat yang sudah disediakan! Kini hanya tinggal menunggu kedatangan Laluna dan Larisha saja.


Sedangkan di tengah kemacetan, supir pribadi Tuan Lan yang bertugas mengantar Laluna dan Larisha ke acara pertunangan! Harus berjuang mencari jalan pintas agar terhindar dari kemacetan dan sampai lebih cepat, Larisha sibuk menenangkan Brithney yang rewel ingin cepat sampai.



Brithney memang tidak seperti Bright dan Domanick yang bisa tenang, Brithney sangat manja apalagi dengan Dadynya.


"Mom, aku ingin sampai sekarang juga! Aku lelah di dalam mobil," protes Brithney.


"Sabar sayang, ini juga sedang putar balik untuk cari jalan lain yang engga macet, Brith jangan uring-uringan terus dong Momy pusing nih!" kata Larisha.


"Diamlah Brith, aku tidak fokus membaca buku ini jadinya!" protes Bright yang tidak suka akan keributan.


"Buang saja anak manja itu ke jalanan!" celetuk Nick.


"Nick, jangan bicara begitu didepan adikmu!" kata Larisha.


"Momy selalu saja membela gadis manja itu! Dia sangat menjengkelkan mom," kata Domanick.


"Kak Nick juga menjengkelkan, kau bukan saudara kembar ku lagi! Aku memecat mu mulai hari ini!" kata Brithney lalu mengerucutkan bibirnya.


Laluna tak peduli dengan kericuhan yang terjadi di dalam mobil ini! Yang dirinya lakukan hanya menatap ke jendela, melamun dan berharap agar tidak cepat sampai.


"Apa dia akan datang? Apa dia akan melihat laki-laki lain memakaikan cincin di jari manis ku?" Batin Laluna yang terus kepikiran akan perasaan Tan nantinya.


Setelah perjalanan cukup panjang akibat terjebak macet diseluruh jalanan! Supir pribadi Tuan Lan berhasil mengantarkan Laluna, Larisha, dan ketiga anaknya sampai di tempat pertunangan tepat pada waktunya.


Mereka turun dari mobil, lalu disana terlihat Tan sudah berdiri rapi dan terlihat sangat tampan melihat kedatangan Laluna. Dari jarak kejauhan, Laluna dan Tan saling bertatapan, hati Laluna rapuh saat ini melihat Tan berdiri dihadapannya namun bukan untuk menjadi tunangannya, melainkan hanya penonton.

__ADS_1


Tuan Lan pun menghampiri Larisha lalu menggandeng anak-anak mereka untuk masuk ke tempat yang sudah di sediakan. Larisha menggandeng Laluna untuk masuk ke tempat yang sudah di sediakan, laluna berjalan melintasi tubuh Tan yang terdiam mematung menatap kehadirannya dengan gaun cantik dan wajah mempesona.


Pembawa acara pertunangan Laluna dengan Daniel, meminta untuk semua yang hadir duduk ditempat masing-masing yang sudah disediakan. Tan pun akhirnya pergi untuk mencari tempat duduknya, dan tempat duduknya ternyata bersebelahan dengan tempat duduk Dokter Fred.


Tan yang melihat Dokter Fred tengah duduk, langsung menyapanya.



"Hai Dok, ternyata kau datang ke acara ini," sapa Tan.


Dokter Fred yang mendapatkan sapaan dari Tan cukup kaget, karena Tan duduk di bangku jajaran para tamu.


"Kau, Tan kenapa kau duduk disini?" tanya Dokter Fred keheranan.


"Karena aku datang bukan sebagai calon tunangannya! Tapi sebagai tamu, maksudku Luna akan bertunangan dan menikah dengan laki-laki lain," kata Tan dengan wajah bersedih yang tidak dapat dia sembunyikan.


"Waw, kenapa bisa begitu Tan?" tanya Dokter Fred.


"Ya sudah menjadi takdir kami seperti ini Dok," kata Tan yang mencoba tegar.


Tak lama kemudian! Pembawa acara mempersilahkan Laluna dan Daniel untuk berdiri di depan dan saling berhadap-hadapan lalu memakaikan cincin pertunangan satu sama lain.


Terlihat seseorang datang membawakan kotak cincin itu, dibukanya kotak cincin yang berisi dua buah cincin diamond yang sangat indah! Laluna menatap kearah cincin itu, namun tidak ada rasa bahagia sama sekali saat ini yang dirasakannya!


Daniel pun mulai mengambil satu buah cincin diamond victorian berwarna silver yang nominalnya, ditaksir seharga dengan satu buah mobil Mercedes Benz. Well, harga fantastis untuk wanita yang memang sangat dicintainya. Daniel pun tersenyum kearah Laluna, lalu mulai memasangkan cincin diamond tersebut. Hingga cincin itu berhasil melingkar di jari Laluna.



Para tamu yang menyaksikan momen itu pun tak kuasa dibuat bawa perasaan ingin berada di posisi seberuntung Laluna. Namun Laluna hanya memberikan senyum terpaksa dihadapan semua orang, kini giliran Laluna yang menyematkan cincin di jari Daniel.


Laluna mengambil cincin tersebut, lalu menengok kearah bangku para tamu. Dilihatnya wajah Tan yang berusaha tersenyum kemudian menunduk saat Laluna menatap kearahnya, pembawa acar pun meminta Laluna agar secepatnya memasangkan cincin di jari manis Daniel.

__ADS_1


"Nona Luna! Nona apa anda dapat mendengar ku?" tanya pembawa acara.


Laluna masih terdiam melamun, para tamu undangan pun terheran-heran mengapa Laluna malah melamun disaat seperti ini, Daniel pun menyentuh pipi Laluna lalu mengarahkan pandangan Laluna menghadapnya!


"Sayang, ini waktunya kau yang memasangkan cincin di jari ku!" kata Daniel dengan lemah lembut.


Laluna pun mulai kembali fokus dan berusaha keras untuk melupakan bayang-bayang Tan di pikirannya. Laluna mulai mengarahkan cincin itu untuk dipakaikan ke jari Daniel, namun tangannya yang sedikit gemetar! Membuat cincin itu akhirnya terjatuh dari tangannya.



Para tamu pun tercengang melihat Laluna menjatuhkan cincin yang hendak dipasangkan! Cincin itu bergelinding cukup jauh hingga mendarat dibawah kaki seorang tamu undangan!


Semua tamu tertuju pada tamu undangan itu! Rupanya cincin itu jatuh tepat di bawah kaki Tan, yang akhirnya mau tidak mau Tan mengambilnya. Laluna dan Daniel yang melihat Tan mengambil cincin itu terlihat terkejut.


Setelah mengambil cincin pertunangan itu, Tan berdiri dan berjalan dengan gagahnya untuk menghampiri Laluna dan Daniel! Diberikannya cincin itu kepada Laluna, dan Laluna pun menerimanya dengan bibir bergetar tak sanggup berucap apapun dihadapan Tan.


Setelah mengantar cincin itu, Tan kembali ke tempat duduknya. Suasana menjadi sangat canggung, sampai akhirnya pembawa acara mencoba mencairkan suasana kembali.


"Wah rupanya nona Laluna ini sangat nervous sekali ya! Mungkin semuanya bisa memberikan semangat dan bertepuk tangan terlebih dahulu untuk pasangan serasi kita ini!" kata pembawa acara.


Prok..


Prok..


Para tamu pun mulai mencair, dan menganggap hal seperti itu sangat wajar terjadi saat nervous. Daniel pun masih dengan sabar menghadapi situasi seperti ini.


❤️❤️❤️❤️


Engga terasa ya novel ini udah 100 bab lebih, ga akan lama lagi bakalan segera sampai di ujung cerita! Terimakasih banyak yang sudah mengikuti novel ini dari awal sampai sekarang, maak terharu banget🥲


Pokoknya love, love, love deh buat yang masih setia mantengin Tuan Lan, Larisha, Arthan sama Laluna.

__ADS_1


Emang tamat ya Thor? Tiba-tiba batal tunangannya terus Tan yang gantiin Daniel sekarang tunangan sama Luna??


Eitsssss tidak segampang itu ferguso, Udeh kaya di drama tv dong kalau begitu😁 ga gitu ya maak, pokoknya ikutin terus ya ceritanya 💃💃💃


__ADS_2