
Beberapa hari kemudian!
Disebuah gedung mewah tempat dilaksanakannya pernikahan Laluna dan juga Tan, para tamu undangan terlihat sudah mulai berdatangan, sementara itu Laluna terlihat masih diruang makeup untuk dirias agar menambah kecantikan wajahnya!
Laluna tidak dapat menyembunyikan rasa nervousnya, sebentar lagi dirinya akan resmi dinikahi oleh laki-laki yang selama ini dicintainya! Rasanya seperti mimpi bisa bersanding dengan Tan, pria yang sudah rela mendonorkan sumsum tulang belakangnya bahkan berkali-kali menyelamatkan nyawanya.
Gaun berwarna putih yang simple namun sedikit glossy dipadukan dengan sepatu kaca yang dikenakan oleh Laluna, membuat mempelai wanita itu terlihat bak princess di negeri dongeng.
Larisha masuk ke ruangan makeup untuk menemui Laluna, melihat Laluna sedang didepan meja rias, tak bisa dibendung lagi kedua mata Larisha yang kini berkaca-kaca melihat adik yang disayanginya sudah dewasa dan bahkan akan menjadi seorang isteri sekaligus seorang ibu, Larisha sangat bahagia bisa menjaga Laluna sampai akhirnya dipertemukan dengan Tan dan keduanya akan segera sah menjadi sepasang suami istri.
"Kakak, kenapa kakak diam saja disitu?"
Larisha pun menghampiri Laluna, lalu duduk disamping Laluna.
"Luna, kakak harap kamu dan Tan bisa hidup bahagia selamanya sampai maut memisahkan kalian, kakak sangat bahagia Luna!"
Tak terasa air mata kebahagiaan pun tumpah ruah dipipi Larisha, Laluna sejenak meminta agar berhenti merias wajahnya dulu, karena Laluna ingin memeluk Larisha. Dipeluknya kakak yang selama ini sudah banyak berjasa dalam hidupnya, tanpa lelah Larisha memperjuangkan Laluna dari sejak kedua orangtua keduanya meninggal.
"Kak, terimakasih banyak ya kak! Kakak adalah kakak terhebat didunia, kakak udah menjaga Luna sampai Luna bisa sembuh dari leukimia, bisa hidup berkecukupan semua pengorbanan kakak untuk Luna selama ini, rasanya Luna gak akan bisa membalasnya!"
"Kakak bahagia Luna, kakak tidak memerlukan balasan dari kamu, yang terpenting kamu hidup bahagia bersama orang yang kamu cintai!"
Keduanya pun saling memeluk erat! Hingga Tuan Lan datang untuk mengatakan bahwa mempelai pria sudah datang dan pernikahan akan segera dilaksanakan. Laluna digandeng oleh Larisha dan Tuan Lan didepannya anak-anak Tuan Lan dan Larisha turut mengiringi langkah kaki Laluna untuk segera bersanding disamping Tan.
Tan mengenakan stelan jas berwarna hitam, tubuhnya yang tegap serta wajahnya yang tampan membuat para tamu undangan terkesima karena calon suami Laluna adalah tipe ideal mereka. Tan pun tersenyum pada Laluna dan disambut oleh senyuman malu-malu yang terukir di bibir manis Laluna.
Pernikahan itu berjalan dengan lancar, Tan dan Laluna kini resmi sebagai sepasang suami istri, yang tentunya diharapkan oleh semua orang yang hadir di pernikahan itu, keduanya bisa menjaga pernikahan itu hingga maut yang memisahkan.
Rangkaian demi rangkaian acara telah dilaksanakan, kini waktunya acara dansa bersama dengan pasangan sebagai acara penutup di pesta pernikahan itu.
"Perhatian! Perhatian! Sebelum kita sampai di penghujung acara, aku dengan bangga dan bahagia ingin menyampaikan berita baik tentunya berita yang sangat membahagiakan kami, karena istriku Laluna kini sedang mengandung!"
Pernyataan Tan itu membuat para tamu bersorak dan bertepuk tangan, mereka ikut merasakan kebahagiaan pengantin baru itu. Tak terkecuali Tuan Lan, karena Tan sama sekali tidak memberitahukan sebelumnya.
__ADS_1
"Hah, Luna hamil? Mom, kenapa kau tidak kaget?
"Untuk apa aku kaget dad, anak itu beruntung karena yang menghamilinya adalah Tan. Bagaimana kalau laki-laki bejatt,"
"Kau tau sejak kapan mom? Luna Luna, ada-ada saja ulah anak itu! Tapi ya syukurlah toh mereka sudah menikah sekarang,"
"Belum lama ini dad, bahkan aku sempat bertengkar dengan Luna karena ketika aku mengetahui kalau dia hamil,"
"Tan bilang pada Dady, kalau dia sudah membeli rumah untuk ditinggalinya bersama dengan Luna!"
"Apa? Rumah baru? Bukankah terlalu terburu-buru Dad, mereka baru menikah kenapa tidak tinggal dulu bersama kita?"
"Justru karena mereka baru menikah makanya butuh rumah baru agar bisa setaip detik mom,"
Tuan Lan mengangkat satu alisnya sambil tertawa ringan. Tak lama kemudian, Tan dan Laluna menghampiri Tuan Lan dengan membawa masing-masing dua gelas minuman.
"Cheers," Tan memberikan masing-masing minuman untuk bisa cheers bersama dengan Tuan Lan dan Larisha.
"Cheers,"
"Iya kak Risha, aku memang sudah membeli rumah itu dari jauh-jauh hari!"
Tan meneguk kembali minuman ditangannya.
"Luna, apa tidak terlalu buru-buru?"
"Harus buru-buru lah kak, pokoknya hari ini juga aku dan Tan akan pindah ke rumah baru kami!"
"Kalian ini memang pasangan me sum ya!"
"Sudahlah mom, Luna kan sekarang sudah menjadi seorang istri dua harus tinggal berdua dengan suaminya! Biarkan mereka hidup mandiri!"
Hmmm...
Larisha menghembuskan nafas panjangnya.
__ADS_1
"Ya sudah jika itu memang sudah menjadi keputusan kalian! Kakak hanya berpesan kamu jangan cape-cape nanti! Ingat kamu sedang hamil sekarang,"
"Iya kakak,"
Setelah beres resepsi pernikahan Tan dan Laluna, mereka pergi ke kediaman Tuan Lan untuk mengemasi pakaian-pakaian Laluna, Brithney, Domanick, dan Bright yang melihat tantenya tak akan lagi tinggal satu atap dengan mereka hanya bisa menundukkan wajahnya karena sedih Luna akan pindah.
Apalagi Brithney dia langsung menangis begitu tau Laluna akan pindah hari ini.
Hiks.
Hiks.
Hiks.
"Momy, aku tidak mau aunty pergi dari rumah ini! Aku melarang!"
Laluna pun langsung menghampiri Brithney, dipeluknya gadis kecil bermata biru yang sedang menangis itu.
"Sayang, aunty janji kok akan sering-sering main ke rumah Brith! Aunty kan sekarang sudah menikah jadi harus ikut suami aunty,"
"Tidak, aku tidak mau ditinggalkan aunty!"
Tak terasa Domanick dan Bright juga rupanya menangis, meskipun tanpa suara tidak berisik seperti Brithney. Larisha yang melihat kedua jagoannya ikut menangis, langsung mengusap-usap kedua kepala anaknya.
Laluna dibantu oleh Tan mengemasi pakaian dan barang-barangnya kedalam koper! Brithney masih merengek tak ingin Laluna keluar dari rumah ini, Larisha dan Tuan Lan pun harus bersabar untuk menenangkan anaknya itu.
"Bright, jangan terlalu sampai malam belajarnya ya!"
Bright pun mengangguk, lalu dikec upnya pipi anak ganteng itu oleh Laluna, kemudian Laluna pun memeluk Domanick.
"Nick jangan main game terus! Nick harus sering-sering ajal main Brithney!"
"Iya aunty, sering-seringlah datang ke rumah ini! Aku akan sangat merindukanmu!" kata Domanick.
Laluna pun menci um pipi Domanick, setelahnya Tan ikut berpamitan pada Tuan Lan dan Larisha. Tan dan Laluna masuk kedalam mobil dan mobil itupun melaju meninggalkan kediaman Tuan Lan yang begitu banyak cerita.
__ADS_1
❤️❤️❤️
Iyalah pisah rumah orang lagi anget-angetnya🤭Kalau rumah sendiri bisa bebas mau nganu-nganu di meja makan kek, mau diatas kompor, atau mau di tangga kek,😅😅😅duhilahh