
Sebenarnya ada banyak sekali kata yang ingin dilontarkan pada Tan, tetapi Laluna bingung harus memulainya dengan bagaimana? Sementara wajah Tan yang sangat tampan selalu berhasil membuat jantungnya berdetak tidak beraturan. Untuk sekejap, Laluna dan juga Tan hanya saling menatap.
Tan pun terheran-heran kenapa Laluna bisa sampai di tempat ini. Seseorang datang dari arah belakang, menepis keheningan diantara keduanya.
"Tuan, maaf aku lancang dan langsung masuk!" kata salah seorang anak buahnya.
"Ada apa?" tanya Tan, yang lalu mengalihkan pandangannya dari Laluna.
Sementara Laluna tergugu diam seribu bahasa, antara malu, kesal dan merasa dirinya bodoh karena bisa-bisanya dia menemui Tan sampai ke sini.
"Sebentar para tamu VIP akan segera tiba, mereka meminta disediakan minuman ke ras jenis Aguardiente, dan juga wanita-wanita muda usia 20 tahun keatas!" kata anak buahnya.
"Stok sudah aku pastikan aman, jadi kau pergilah mengecek para wanita, ketika tamu datang mereka harus selesai berdandan dan menyambut didepan pintu!" kata Tan.
__ADS_1
"Baik Tuan!" kata anak buahnya, lalu pergi meninggalkan Tan dan juga Laluna.
"Nona, kenapa kau kesini?" tanya Tan yang mulai berdiri dari tempat duduknya dan berjalan kearah Laluna.
Setelah menci umnya, kemudian menghilang berhari-hari tanpa sepatah katapun, apa pantas laki-laki yang berada dihadapannya sekarang bertanya kenapa????
"Kenapa kau bilang Tuan? Apa kau lupa dengan kejadian saat itu? Kau hilang ingatan?" tanya Laluna.
"Kejadian waktu itu, maksudmu saat kita bersama kah?" tanya Tan.
"Sepertinya aku salah mengenalmu Tuan, kau ternyata hanya laki-laki buaya yang setelah merenggut ciu man pertama ku, kemudian kau menghindari aku!" kata Laluna dengan nada meninggi.
"Sibuk itu hanya alasan klasik, jika aku memang penting untuk mu, kau pasti akan mengabari ku! Kau tau, betapa aku kesal menunggu mu untuk mengatakan yang seharusnya kau katakan setelah men ciu m ku. Aku selalu memikirkan mu, aku berharap kau akan datang padaku, tapi apa kenyataan Tuan? Kau tidak peduli akan itu!" geram Laluna.
Tan pun tidak dapat berkata-kata lagi dan hanya bisa menundukkan wajahnya! Tiba-tiba seseorang anak buah Tan datang memberitahukan bahwa tamu VIP sudah tiba.
__ADS_1
"Nona, aku harus pergi dulu sekarang karena para tamu sudah datang!" kata Tan lalu pergi berlalu dari hadapan Laluna.
Laluna pun melihat Tan keluar dari ruangan itu meninggalkan dirinya begitu saja!
Aku sangat kecewa padamu Tuan, kau bahkan lebih mementingkan para tamu itu dibandingkan bersama ku disini! Sebaiknya aku pergi dari sini, dan ketika kaki ku melangkah keluar, aku akan melupakan cinta bertepuk sebelah tangan ini.
Laluna pergi meninggalkan casino begitu saja, saat keluar pintu casino Tan pun memperhatikannya! Laluna berjalan dipinggir jalan raya, malam ini sudah menunjukkan jam 22.00 malam, laju mobil terpantau tidak terlalu ramai, taxi yang ditunggu pun tak kunjung lewat dengan membawa perasaan sedih, kesal dan kecewa terhadap sikap Tan yang mengacuhkannya, Laluna melamun dipinggir jalan dan sabar menunggu datangnya taxi.
Cukup lama Laluna menunggu, akhirnya sebuah taxi berhenti tepat didepannya! Laluna pun lantas masuk kedalam taxi dan menyebutkan alamat kediaman Tuan Lan pada supir taxi memakai penutup hoodie hitam yang nyaris menutupi wajahnya itu!
Taxi pun mulai melaju, sepanjang jalan Laluna hanya melamun melihat jalanan dari kaca jendela mobil! Setelah beberapa lama, kenapa arah mobil ini berbeda, Laluna merasa dia telah memberitahukan supir taxi ini dengan alamat yang benar! Tapi ini bukanlah arah ke kediaman Tuan Lan.
Wajah Laluna mulai panik, sebenarnya siapa supir taxi ini? Apa dia penculik yang menyamar jadi taxi atau apa? Sementara supir taxi yang melihat dari kaca spion atas wajah cantik Laluna saat sedang panik seperti ini, malah menyelipkan senyum tipisnya.
__ADS_1