Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 66


__ADS_3

Di dalam Apartemen milik Tan!


Laluna menuju ke lemari es untuk melihat bahan-bahan yang bisa ia jadikan makan siang, rupanya Tan rajin sekali berbelanja untuk kebutuhan makanannya! Ada ayam yang dibekukan, kentang, kacang polo, dan banyak lagi lainnya.



"Cih, dia berhemat kah sampai-sampai memilik bahan makanan sebanyak ini? Atau jangan-jangan, ada wanita yang selalu memasak di apartemen ini? Jadi wanita itu yang membelikan semua bahan makanan ini?" Gumam Laluna sembari mengeluarkan semua bahan makanan dari dalam lemari es.


"Aku akan memasak dikala jenuh!" kata Tan yang rupanya mendengar perkataan Laluna.


"Apa kekasihmu tidak pernah kau bawa ke apartemen mu Tuan?" tanya Laluna yang sudah sangat penasaran.


Tan pun tersenyum lalu mengambil jus jeruk dari dalam kulkas dan menuangkannya kedalam gelas yang sedari ia pegang. Sebuah reaksi yang membuat Laluna nampak kesal karena tak mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya.


Tan pun berniat membantu Laluna untuk menyiapkan makan siang, namun karena kesal dengan sikap Tan yang enggan menjawab pertanyaannya, Laluna pun memasang wajah jutek, ketus dan acuh ketika Tan membantunya mencuci ayam, dan bahan-bahan lain.


Hingga makanan siap, keduanya duduk dimeja makan untuk memakan hasil masakan keduanya. Laluna masih saja memasang wajah jutek, melahap ayam goreng namun memalingkan wajahnya dari Tan. Ayam goreng, mashed potato, kacang polong, buah cup, dan kukis cokelat menjadi menu makan siang mereka kali ini.


__ADS_1


Hingga makanan keduanya tandas, lalu Laluna merapihkan piring kotor dan mencucinya sedangkan Tan tengah menyeduh dua gelas kopi hangat karena badai salju mulai turun.


Selesai membuat dua gelas kopi hangat, Tan membawanya lalu meletakkannya diatas meja depan sofa. Sementara Laluna, selesai mencuci piring kotor, dia pun berdiri didepan jendela kaca tempat favoritnya karena bisa menyaksikan pemandangan kota dari sini, sebenarnya untuk menghindari agar tak duduk di sofa dengan Tan juga karena masih kesal.


Tan yang melihat Laluna sengaja menghindarinya, segera bangkit menghampiri Laluna sambil membawakan satu gelas kopi untuknya.



"Untuk mu!" kata Tan sambil menyodorkan kopi hangat itu.


Lalu diraihnya oleh Laluna namun tanpa menengok kearah si pemberi kopi hangat itu sama sekali.


"Tidak, untuk apa aku marah," ketus Laluna lalu meneguk kopi hangat itu.


"Kau dingin?" tanya Tan.


"Tidak, sudahlah menjauh dariku! Lagipula kita sedekat itu bukan? Sampai-sampai kau acuhkan pertanyaan dariku, membuat kesal saja! Lalu sekarang apa, kau malah," belum selesai Laluna bicara namun mulutnya sudah disumpal oleh sesuatu.


__ADS_1


Tan yang tidak tahan lagi untuk menahan perasaannya pada Laluna lebih lama, akhirnya melakukan ciu man secara mendadak. Laluna tergugu saat bibir Tan yang penuh kelembutan menyentuh bibirnya, sungguh ini adalah ciu man pertama untuk Laluna.


Rasanya seperti mimpi, kedua mata Tan dan Laluna saling bertatapan sementara bibir keduanya masih dalam penyatuan, Tan Melu mat bibir Laluna menye sapnya penuh ga i rah. Sementara Laluna masih kaku dan tidak merespon apapun selain pasrah.


Satu tangan Tan memegangi wajah Laluna, sementara satu tangannya lagi melingkar dipinggir Laluna, Tan terus men ye sap bibir tipis milik Laluna dengan rakus, seolah telah lama dia menahannya dan saat ini dia bisa menikmatinya.


Perlahan namun pasti, Tan dan Laluna menutup kedua matanya masing-masing, keduanya semakin tenggelam dalam ciu man pertama mereka, Tan mengeluarkan lidahnya mencoba menerobos agar bisa masuk kedalam rongga mulut Laluna, meskipun masih kaku namun Laluna bisa merasakan keinginan Tan, dia pun membuka mulutnya membiarkan lidah Tan masuk dan membelit lidahnya.



Satu tangan Laluna masih kokoh memegangi satu gelas kopi hangat yang sejak tadi dia pegang, sementara satu tangannya lagi sudah bergelantungan di leher Tan yang membuat keduanya semakin tenggelam oleh naf su yang menggebu-gebu.


Keduanya berjalan kearah ranjang di apartemen mewah itu! Tan terus terseret oleh ga i rah yang sudah kadung menguasai akal dan pikirannya saat ini, Tan pun meraih gelas yang masih dipegangi oleh Laluna lalu menaruhnya diatas meja di samping ranjang tanpa melihat apa lagi posisi gelas yang sudah berpindah.



❤️❤️❤️


Yang satunya demen, yang satunya pengen yah udah deh 😂 Kira-kira Tan sama Luna brag brig brug engga ya Mak??😁

__ADS_1


Larisha sama Tuan Lan juga lagi berharap banyak setelah diperiksa lagi beneran hamil Larisha nya, ikutin terus ya ceritanya 😘🙏


__ADS_2