Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 98


__ADS_3

"Dad, kau membuatku merinding," lirih Larisha.


Tanpa basa-basi lagi, Tuan Lan segera melu mat bibir Larisha dengan sangat liar begitu juga dengan Larisha. Kerinduan keduanya kini bersatu bergumul menjadi satu kesatuan yang sulit untuk diungkapkan oleh kata-kata, tapi bisa diutarakan lewat hal lain.


Larisha membalas lu ma ta n demi lu m a tan yang dilayangkan Tuan Lan, hingga Larisha kewalahan menghadapi keberingasan Tuan Lan. Tuan Lan bertindak sangat luar sampai langsung menindih tubuh Larisha dengan bibir yang terus saling meny e s ap..


"Ssss, Dad kau tidak sabaran!" protes Larisha.


"Aku menginginkan mu mom, kau membuatku sangat ber ga i rah!" lirih Tuan Lan.


Tuan Lan menindih tubuh Larisha dan kembali me lu mat bibir merah muda yang rasanya mirip buah Cherry yang matang diatas pohonnya. Dengan liarnya Tuan Lan terus menye sap, mengigitnya lalu memasukkan lidahnya kedalam rongga mulut Larisha.


Lidah Tuan Lan membelit lidah Larisha, sementara bibir Larisha sudah dipenuhi oleh Saliva sisa-sisa sesa pan Tuan Lan dibibirnya. Tak bisa dikendalikan lagi, Tuan Lan benar-benar dikuasai oleh hawa naf su yang begitu besar, kini ci uma nnya berpindah pada leher Larisha.


Di lu m atnya setiap inci leher jenjang itu tanpa ampun, sejengkal pun tidak pernah dilewatkan oleh Tuan Lan. Tuan Lan dengan liar meny e sa p leher Larisha hingga meninggalkan tanda merah disekujur lehernya.



"Ah, ah, ah mmmthhhhh teruskan Dad!" de sah Larisha.


Semakin Tuan Lan me ny e sap bagian leher Larisha, semakin dirinya tak sabaran ingin men e sap seluruh tubuh istrinya itu.


Tuan Lan melepaskan pakaian yang dikenakan oleh Larisha, dibuangnya dengan kasar pakaian itu, hingga bagian kedua buah melon import itu terlihat, Tuan Lab kembali membuka pengait wadah dari kedua melon import itu dengan tidak sabaran, hingga wadah dari kedua buah melon import itu dilemparkannya entah kemana.


Kini kedua buah melon import itu membusung dan menegang, dan terlihat menantang didepan wajah Tuan Lan yang sedang lapar menuntut kenikmatan dari setiap bagian tubuh istrinya.


Tuan Lan segera me ng hi sap bagian kecoklatan milik Larisha, sementara yang satunya lagi mere mas melon import sebelahnya.


"Ah, oughttt Dad aku merindukan hi sap an mu sayang! Teruslah Dad, masukkan semuanya ke mulutmu!" de sah Larisha.

__ADS_1


Mendapatkan perkataan dari Larisha, bir ahi Tuan Lan semakin menggebu-gebu. Kedua tangan Tuan Lan me rem as kedua buah melon import itu secara bersamaan lalu dikumpulkan ditengah-tengah dan secara bergantian kiri dan kanan bagian kecoklatan itu kembali dihi s apnya hingga tubuh Larisha bergetar hebat.


"Oughttt Dad, ini nikmat sekali Dad!" da sah Larisha.


Larisha menekan wajah Tuan Lab agar semakin tenggelam didalam kedua buah melon import miliknya, Larisha tak peduli jika suaminya itu sampai kehabisan nafas, yang penting dia sangat menikmati kenikmatan saat ini! Meskipun setelah cukup lama di hi sap secara bergantian, Larisha merasakan perih dikedua melon import miliknya! Tapi kenikmatannya membuat Larisha lupa akan rasa perihnya.


Setelah meng h i sap beberapa lama kedua buah melon import itu! Tuan Lan bergegas berpindah tempat kebagian tubuh lain. Kedua tangan Tuan Lab meraba-raba pangkal paha Larisha, lalu di buatnya kedua kaki Larisha untuk lebih terbuka, hingga bagian tengah disela-sela pangkal paha itu membusung ditengah.


Tuan Lan mengamati sejenak, inti milik Larisha yang selama ini dirindukannya kini bisa dia nikmati kembali sepuasnya.


"Mom, milikmu sangat menggemaskan!" lirih Tuan Lan yang masih terus memandangi bagian inti dari Larisha.


"Kalau begitu cepat lakukan Dad! Aku tidak tahan, masukkan Dad cepat!" rengek Larisha.


Namun melihat Larisha merengek karena tidak tahan begitu, membuat Tuan Lan justru ingin lebih lama bermain-main dalam permainannya kali ini.


Tuan Lan segera membuka celana mini yang dikenakan oleh Larisha, berikut dengan celaan bagian akhir yang menutupi inti miliknya. Celana terakhir itu sangat lembab, apalagi isinya. Tuan Lan pun mulai memainkan jari jemarinya bermain-main diarea inti milik suaminya itu.



"Oughtt Dad, ahhhh sittttt oughhhtt Dad!" de sah Larisha saat satu jari sudah dimasukkan oleh Tuan Lan.


"Basah sekali Momy! Kau sudah sangat basah!" lirih Tuan Lan sambil terus memainkan jari-jarinya.


Tuan Lan yang sudah memasukkan satu jarinya pada inti milik Larisha, terus menikmati sensasi-sensasi basah didalamnya. Sementara Larisha tak kuasa menahan kenikmatan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh Tuan Lan.


"Oughtt sayang, Momy kau semakin membuat aku tidak tahan!" lirih Tuan Lan.


Tuan Lan menambah satu jarinya lagi untuk masuk kedalam inti milik Larisha!

__ADS_1


"Ah, ah, ah Fu ck! Dad, ahhhh kau nakal sekali Dad. Dad ayo Dad masukkan lagi!" rengek Larisha yang sudah semakin ingin lebih dari ini.


Atas permintaan Larisha, Tuan Lan menambah lagi satu jarinya untuk masuk dan bermain-main lagi di inti milik Larisha. Di keluar masukkan ketiga jari-jarinya oleh Tuan Lan membuat area itu semakin banjir sementara sang empunya terus men de sah penuh nikmat.


Wajah kenikmatan milik Larisha, berhasil membuat Tuan Lan tidak lagi bisa tahan. Tuan Lan lantas mengeluarkan ketiga jarinya dari dalam inti milik Larisha, diangkatnya ketiga jari-jarinya itu yang sudah banjir, Tuan Lan tidak tahan lagi ingin menumpahkan kerinduannya pada Larisha, hingga segera membuka pakaiannya sendiri lalu disusul dengan celananya.


Setelah lima tahun lebih, untuk pertama kalinya Larisha kembali menyaksikan kebangkitan knalpot traktor sawah yang justru semakin keras dan semakin besar ketika lama cuti besar.


"Mom, bagaimana kau suka?" tanya Tuan Lan sambil mengusap knalpotnya.


"Oughttt Dad, lakukan sekarang aku tidak tahan!" rengek Larisha yang sudah tidak sabar ingin segera merasakan benda besar dan panjang itu mengoyak-ngoyak inti miliknya.


Tuan Lan segera mengarahkan knalpot traktor sawah miliknya itu diarea inti milik Larisha. Meskipun sudah fakum cukup lama, tapi gempuran pertama sudah bisa membuat wajah Larisha mendongak keatas dan kedua tangannya mencengkram kuat sprei.


"Oghtttyyy Dad, ssathhhhhh Fu c k! Dad, dorong dad sampai seluruhnya," pinta Larisha.


"Tentu sayang, dengan senang hati Momy! Ah, ini sittty oughttt f u ck, kau menjepit ku mom, oughttt f u ck!" de sah Tuan Lan saat mendorong knalpot traktor sawah itu semakin dalam hingga tenggelam seluruhnya kedalam inti milik Larisha.


Tuan Lan menggigit bibir bawahnya sendiri, saat semakin dalam knalpotnya tertancap semakin knalpotnya.merasa dijepit kuat oleh inti milik Larisha. Tuan Lan menggerakkan pinggulnya keluar masuk didalam sana dengan sangat liar.


Er an an demi era ng an terus saling bersautan antara Tuan Lan dengan Larisha, keduanya larut dalam kenikmatan yang tercipta dari bagian inti keduanya.


Tuan Lan terus memacu pergerakannya dengan cepat, sambil menye sa p bagian leher milik Larisha kembali. Hingga tak ingin juga melewatkan kedua melon import yang sejak tadi bergerak seiring pergerakan pinggul dari Tuan Lan.


❤️❤️❤️❤️


Dad pantes kesini kerasa gempanya Dad ga kira-kira itu geradag geruduk diatas ranjang 😁Kalem sedikit lah Dad,🤭


Jangan Lupa untuk Like, Komen, Vote ya maak nanti kalau siang senggang lagi gas lagi up bab selanjutnya kasian itu Tan lagi galau dipinggir sungai takut nyemplung in diri🤦

__ADS_1


__ADS_2