
Dua Minggu kemudian!
Larisha masih dengan telaten mengurusi segala kebutuhan Tuan Lan tanpa bantuan perawat, dari mulai mengganti perban, membersihkan tubuh Tuan Lan. Hingga luka di tubuh Tuan Lan hampir sembuh, Tuan Lan kini sudah mulai bisa beraktifitas seperti biasanya, dan tak lagi merasakan sakit di bekas luka tembaknya.
Namun ketulusan Larisha mengurusi Tuan Lan dari sakit hingga sembuh, tak membuat keputusan Tuan Lan untuk menceraikan Larisha urung. Tuan Lan tetap berpikiran jika Larisha masih menjadi istrinya maka Larisha akan terus dalam bahaya.
Didalam kamar, pagi hari sebelum berangkat bekerja!
"Tuan, aku mohon jangan ceraikan aku! Aku akan baik-baik saja disamping mu, tolong rubah keputusan mu!" kata Larisha.
"Risha, aku sangat mencintaimu! Kau tau betapa aku sangat mencintaimu, tapi aku tidak mau melihat mu dalam bahaya seperti kejadian saat itu! Aku ingin kau hidup bahagia dan aman," kata Tuan Lan.
"Lalu, apa kau pikir dengan menceraikan aku! Aku akan bahagia dan hidup aman begitu? Kalau begitu lakukan sesukamu Tuan," kata Larisha dengan nada tinggi karena sangat kesal.
"Aku ada meeting siang ini, jadi nanti kita bicarakan lagi hal ini! Aku mencintaimu Risha!" kata Tuan Lan lalu hendak menge cup bibir Larisha, namun Larisha menghindar karena kecewa dengan Tuan Lan.
Hingga keputusan tetap Tuan Lan itupun membuat Larisha sangat marah. Tuan Lan berangkat bekerja bersama dengan Tan, meninggalkan Larisha dengan rasa kecewanya. Siang itu juga Larisha mengemasi seluruh pakaiannya, lalu mengajak Laluna keluar dari dalam rumah Tuan Lan.
"Luna cepat kemasi barang-barang mu, kita pergi dari rumah ini detik ini juga!" kata Larisha.
"Kak, apa kau yakin?" tanya Laluna.
"Iya kakak yakin, setelah dua Minggu ini kakak bersikeras meyakinkan Tuan Lan, tapi dia tetap saja tidak mau mengubah keputusannya! Apa kau mau menunggu kita diusir dari rumah ini?" tanya Larisha.
"Tentu tidak! Lebih baik kita lebih dulu pergi dari sini," kata Laluna sambil mengemas pakaiannya kedalam koper.
Larisha dan Laluna pun pergi meninggalkan rumah, meskipun sudah ditahan oleh kedua anak buah Tuan Lan yang berjaga di gerbang utama, namun Larisha kekeh untuk meninggalkan kediaman mewah itu.
Larisha dan Laluna memutuskan untuk kembali ke rumah lama mereka. Rumah lama yang sudah usang dan SSS \= sangat sangat sederhana.
"Akhirnya kita kembali ke rumah kita kak, apakah Tuan Lan dan Tuan Tan akan meninggalkan negara ini kak?" tanya Laluna penasaran.
__ADS_1
"Sepertinya begitu, dari yang kakak dengar! Selain Tuan Lan akan menceraikan kakak, Tuan Lan juga akan menjual semua bisnisnya di negara ini," kata Larisha sambil mengambil sapu untuk mulai membersihkan rumah lusuh itu.
Laluna sangat sedih mendengar hal itu! Itu artinya, dia tidak akan pernah bertemu lagi dengan Tan, tapi apa boleh buat tidak ada yang bisa Laluna lakukan.
"Luna, lusa kakak akan antar kamu untuk mendaftar kuliah di kampus yang sudah Kakak pilihkan untuk kamu," kata Larisha sambil terus menyapu setiap sudut rumah.
"Tapi kak, kau kan akan bercerai darimana nanti uang untuk kuliah ku?" tanya Laluna.
"Kakak masih punya uang! Lagipula nanti kakak kan akan mencari pekerjaan, jadi kamu tidak usah risau," kata Larisha.
"Kakak?" lirih Laluna lalu memeluk Larisha karena tak tega karena Larisha akan kembali menghidupi dirinya.
Larisha dan Laluna membersihkan rumah sederhana itu hingga menjelang malam hari. Akhirnya rumah itu kembali rapi dan nyaman untuk ditinggali. Larisha pun memutuskan untuk mandi, sementara Laluna pergi untuk membeli makan malam diujung jalan sana.
Tuan Lan yang baru saja tiba di kediamannya bersama dengan Tan, turun dari mobil! Kedua anak buah Tuan Lan yang berjaga di gerbang utama itupun menghampiri untuk menyampaikan bahwa Larisha dan Laluna telah meninggalkan kediaman Tuan Lan.
"Malam Tuan!" sapa salah seorang anak buah Tuan Lan.
"Ada apa?" tanya Tuan Lan yang melihat keduanya gugup.
"Apa? Larisha pergi? Kapan? Dasar bo doh, kenapa kau tidak menahannya? Kau!" teriak Tuan Lan yang sangat murka.
"Sudah Tuan, bahkan tadi kami ingin segera menghubungi Tuan Tan untuk memberitahukan hal ini, tapi nona Larisha bilang dia bukan lagi istri anda karena anda akan segera menceraikannya!" kata anak buah Tuan Lan.
"Tan, aku tidak mau tau! Sebar seluruh anak buah ku, Latih harus ditemukan! Dan siapkan mobil untukku juga, aku akan mencarinya sendiri," kata Tuan Lan yang panik setengah mati.
Sementara Tan malah tersenyum melihat wajah ketar-ketir Tuan Lan. Bagiamana bisa Tuan Lan menceraikan Larisha, bila Larisha tak ada di rumah saat dia pulang kerja saja, Tuan Lan sudah kalang kabut.
"Tan, kenapa kau tersenyum hah? Cepat suruh semua anak buah ku menyebar!" teriak Tuan Lan.
"Tuan menurutku, lebih baik biarkan saja nona Larisha pergi dari rumah ini, toh ini keinginan mu bukan? Kau akan menceraikannya, jadi apa bedanya jika nona Larisha pergi dari sekarang?" tanya Tan.
__ADS_1
Tuan Lan kebingungan sendiri dengan perasaannya, tapi sungguh dia tidak bisa bila Larisha pergi meninggalkannya.
"Sitt, aku akan mencarinya sendiri!" kesal Tuan Lan.
"Bagaimana Tuan, apa kami ikut menyebar?" tanya anak buah Tuan Lan.
"Tidak usah, aku dan Tuan Lan yang akan mencari nona Larisha," kata Tan.
Tuan Lan sudah berada didalam mobil, lalu Tan pun menyusul, Tan meminta supir pribadi Tuan Lan untuk menyingkir karena Tan yang akan menyetir.
"Tan cepatlah! Aku yakin Larisha masih berada disekitar sini!" kata Tuan Lan yang kepusingan sampai kepalanya hampir meledak.
"Tenanglah Tuan! Aku tau nona Larisha berada dimana!" kata Tan sambil terus tersenyum melihat wajah panik Tuan Lan.
Tan pun mengendarai mobil menuju rumah lama Larisha, tempat dulu pertama kali dirinya menemukan Laluna yang bersembunyi dibalik pintu. Sementara Tuan Lan terus berusaha menelpon Larisha, namun nomor teleponnya tidak aktive.
Jalanan malam ini tengah macet total, itu membuat Tuan Lan semakin frustasi.
"Si al kenapa macet begini! Tan, apa masih jauh?" tanya Tuan Lan.
"Lumayan Tuan!" kata Tan.
"Oh my God! Ini benar-benar membuatku gila, Tan sebenarnya kau bawa aku kemana? Apa kau yakin mengetahui dimana Larisha sekarang?" tanya Tuan Lan.
"Aku yakin nona Larisha berada disana!" kata Tan dengan santai dan geleng-geleng kepala melihat Tuan Lan sepanjang jalan gelisah dan mengomel karena tak kunjung sampai.
Hingga tibalah Tuan Lan disebuah rumah sederhana, Tuan Lan turun dari mobil begitu juga dengan Tan. Disaat yang sama, Laluna baru saja tiba setelah membeli makan malam, Laluna pun kaget melihat Tuan Lan dan Tan berada didepan rumahnya.
"Kalian! Kenapa kalian kesini?" tanya Laluna.
Namun Tan dengan sigap menarik tangan Laluna untuk ikut bersamanya, agar Tuan Lan bisa bebas bicara berdua dengan Larisha .
❤️❤️❤️
__ADS_1
Yang lagi kaborrrrr nih maak💃💃💃💃 eh ada yang kelimpungan sendiri itu yang katanya mau ngejauh, giliran dijauhin beneran ketar-ketir 🤪