Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 120


__ADS_3

Tan berhasil membuat ketiga polisi yang sempat menahannya tersungkur, lalu kemudian Tan mencoba berjalan perlahan menuju jembatan yang hampir terputus dengan jalan utama itu yang hanya menyisakan untuk jalan setapak saja yang belum roboh.


Polisi pun tak lagi mengejar Tan yang mencoba menyebrang ke jembatan secara hati-hati, karena salah langkah sekali saja maka dirinya akan terjun bebas ke dasar laut. Akhirnya Tan bisa melihat Laluna yang tengah mencoba membangunkan rekan-rekan satu timnya yang terluka dibagian kepala dan sulit di sadarkan.


Para polisi yang bertugas mengevakuasi pun, membantu korban yang terluka di dalam mobil yang saling bertabrakan, sementara diatas udara beberapa helikopter bersiap untuk mengevakuasi korban.


Ada juga para korban yang melewati jalan setapak agar bisa segera keluar dari jembatan itu! Helikopter mulai mendarat, dan beberapa korban mulai naik untuk dievakuai.



"Luna!" Tan menghampiri Laluna yang tengah duduk menyadarkan rekan timnya yang masih pingsan.


"Tan, kenapa kau bisa ada disini? Ah sudahlah nanti saja kita bahas, Tan bantu aku angkat teman-temanku!" kata Laluna.


Tan pun membantu Laluna mengangkat satu persatu teman-temannya untuk dievakuasi menggunakan helikopter yang datang secara bergantian. Ke empat teman-teman kerja Luna berhasil dievakuasi terlebih dahulu.



Brughhhtttt...


Satu goncangan kembali terasa, menandakan bahwa jembatan ini akan segera ambruk total. Sementara beberapa korban yang belum bisa di evakuasi! Polisi penyelamat pun berteriak agar helikopter yang mendarat lebih cepat lagi!


"Luna, kau naiklah dulu ke helikopter yang turun!" kata Tan.


"Tidak, kau harus ikut denganku!" kata Laluna.


Namun helikopter terlanjur penuh setelah para korban lain menyerobot untuk naik terlebih dahulu! Polisi pun terlihat mulai bersiap untuk meninggalkan jembatan setelah korban yang tersisa hanya Laluna dan Tan.


Mereka yang tersisa di jembatan menantikan helikopter berikutnya! Dan saat helikopter hendak mendarat, jembatan itu ambruk secara perlahan. Membuat polisi-polisi penyelamat terpelanting dan berjatuhan, begitu juga dengan Tan dan Laluna.


Tan yang melihat helikopter menurunkan tali karena posisi helikopter sudah tidak memungkinkan untuk mendarat! Tan segera meraih tangan Laluna, mengajaknya berlari untuk meraih tali tersebut.


Seiring jejak kaki Tan dan Laluna, jembatan itu terus ambruk! Dan Tan pun berhasil meraih tali tersebut, sambil mendekap erat Laluna, Tan bergelantungan pada tali di helikopter yang membawa mereka ke tempat yang aman.


Terlihat dibawah sana! Jembatan terpanjang itu sudah musnah ambruk tak tersisa, telat sedetik saja Tan meraih tali yang diturunkan oleh helikopter itu maka tamatlah riwayat keduanya. Saat bergelantungan itu, Laluna benar-benar ketakutan setengah mati! Jika saja Tan tidak datang untuk menyelamatkannya, maka entah bagaimana nasibnya sekarang.

__ADS_1


Laluna memberanikan diri membuka kedua matanya, ditatapnya laki-laki yang tengah serius memegangi tali dengan satu tangannya, sementara satu tangannya yang lain mendekap erat tubuhnya.



Helikopter pun berhasil menurunkan Tan dan Laluna di tempat yang aman, saat keduanya berhasil mendarat dengan selamat Daniel sudah berada ditempat kejadian! Daniel melihat bagaimana Tan bergelantungan sambil mendekap erat Laluna, lagi-lagi Tan terlihat laki-laki yang memang pantas untuk Laluna.


Daniel pun tertunduk dan kembali ke mobilnya, ada perasaan lega ketika melihat Laluna berhasil selamat! Tapi ada luka yang semakin dalam saat menyaksikan orang yang menyelamatkannya adalah Tan, sementara dirinya tak berguna sama sekali.


Laluna memeluk erat Tan ketika keduanya sudah berada di tempat yang aman.


"Tan, terimakasih kau sudah datang!" kata Laluna.


"Luna, kau tau! Kau benar-benar membuatku marah kali ini! Aku tidak suka kau berada dalam bahaya seperti itu lagi Luna, aku takut kehilanganmu!" kata Tan lalu semakin mendekap erat calon istrinya itu.


Laluna pun tersenyum, entahlah kenapa dirinya bisa seberani itu! Tapi ada satu hal yang bisa membuatnya takut, hanya satu! Yaitu takut bila tak bisa hidup bersama dengan Tan.


Tan menggandeng tangan Laluna menuju mobilnya. Keduanya lantas meninggalkan tempat terkutuk itu!



"Aku melihat mu di televisi! Luna, aku sangat kesal! Aku mohon jangan lakukan hal seperti itu lagi, kau bayangkan jika aku tidak ada disana!" kata Tan yang kembali kesal karena Laluna selalu terlibat dalam hal berbahaya.


"Baik-baik, aku janji tidak akan seperti itu lagi! Tapi aku suka melihat ekspresi wajah mu saat ketakutan tadi," ledek Laluna.


"Luna, aku akan memberikan hukuman yang setimpal untuk ini! Lihat saja nanti," kata Tan.


"Kau pikir aku takut!" kata Laluna.


Tan menyalakan radio di dalam mobilnya! Dan berita terkini bahwa peneror bom berhasil ditangkap oleh polisi! Tapi yang paling disesalkan adalah, jembatan sudah terlanjur ambruk dan regu penyelamat dari kepolisian pun belum sempat menyelamatkan diri, sehingga nasib mereka belum dapat dipastikan apakah selamat atau tidak.


"Kenapa ada teror bom seperti itu, kau dan tim mu tetap nekat ke lokasi? Bahkan kalian telat melapor?" tanya Tan.


"Karena kami pikir orang itu hanya akan mengancam, tidak benar-benar meledakkan bom! Barulah setelah dia meledakkan satu bom, kami semua panik dan menyadari bahwa orang itu psiko!" kata Laluna.


"Dan kau masih meneruskan untuk meliput berita di lokasi itu?" kesal Tan.

__ADS_1


"Kami sudah terlanjur menyiarkan beritanya, makanya tetap lanjut! Ku pikir juga dia tidak memiliki bom sebanyak itu! Arthan, apa kau masih marah padaku?" tanya Laluna.


"Ya, aku sangat marah! Dan akan tetap marah sampai aku memberikan hukuman untuk mu!" kata Tan.


"Kalau begitu, berikan aku hukuman yang membuatku bisa melayang-layang ke surga, bagaimana?" tanya Laluna.


"Tentu saja, hukuman mu akan berat kali ini!" kata Tan sambil tersenyum manis kearah Laluna.


Laluna pun pasrah dan akan menerima hukuman dari Tan karena kecerobohannya hingga nyawa mereka hampir melayang. Tan yang memang masih ada meeting dengan seorang klien lagi di kantornya, membawa Laluna menuju perusahaannya.



"Lihat, Kak Risha menelpon! Dia pasti sudah mendengar tentang mu, Luna," kata Tan.


"Sini biar aku yang angkat!" kata Laluna.


Laluna pun mengangkat panggilan telepon dari Larisha!


...📞"Hallo kak, ini aku!" kata Laluna....


..."Luna, oh my God syukurlah kau selamat! Luna kau membuat kakak nyaris kena serangan jantung dengan berada dalam bahaya seperti itu!" kata Larisha.....


..."Sudahlah kak nanti saja mengomelinya di rumah, sekarang aku harus menerima dulu hukuman dari calon suamiku atas kecerobohan ku itu!" kata Laluna....


..."Hukuman? Hukuman apa Luna?Ya sudah, nanti cepatlah pulang!" kata Larisha.📞...


Mobil Tan memasuki halaman perusahaannya!


"Kenapa ke kantor? Tidak jadi menghukum ku?" tanya Laluna.


"Aku ada meeting dengan satu orang lagi! Kau tunggulah di dalam ruangan ku, tidak akan lama!" kata Tan.


❤️❤️❤️


Arthan othor juga mau dong dapet hukuman dari you😍

__ADS_1


__ADS_2