Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 109


__ADS_3

Sedangkan Tan, tanpa bertanya apapun terhadap Tuan Lan! Sudah paham betul atas reaksi wajah Tuan Lan yang begitu serius begitu berbicara di telepon dengan anak buahnya. Tan tau bahwa ada hal tidak beres di kediaman Daniel, dan itu memerlukan bantuannya.


Tuan Lan dan Tan berjalan menuju motor gede miliknya, lalu Tuan Lan meraih tas yang disediakan oleh anak buahnya. Tas itu adalah tas yang berisikan beberapa senjata lengkap dengan pelurunya. Saat ini hanya ada empat orang saja anak buah Tuan Lan yang standbye di kediamannya, sementara yang lain sibuk di tempat berbeda dengan bisnis Tuan Lan.


"Kalian, segera menyusul ke kediaman keluarga Daniel! Aku dan Tan akan pergi mengendarai motor!" kata Tuan Lan.


"Baik Tuan!" serempak.


Tan dan Tuan Lan pergi berboncengan mengendarai sepeda motor gede berwarna hitam itu dengan kecepatan tinggi! Hanya butuh waktu kurang dari lima belas menit, Tan dan Tuan Lan sampai di depan gerbang kediaman keluarga Daniel.



Anak buah Tuan Lan yang mengabari Tuan Lan kondisi kediaman keluarga Daniel, langsung menghampiri Tuan Lan dan Tan.


"Tuan syukurlah kau datang sangat cepat! Kediaman keluarga Daniel sangat porak poranda Tuan, mereka diserang oleh banyak orang!" kata anak buah Tuan Lan.


"Tan, keluarkan sniper milikku juga!" kata Tuan Lan.


"Baik Tuan," kata Tan yang langsung mengeluarkan sniper miliknya dan juga milik Tuan Lan dan satu lagi untuk anak buahnya.


"Ta-tapi Tuan, aku tidak begitu ahli menembak jarak jauh!" kata anak buahnya.


"Kau harus bisa! Atau kepala mu yang aku tembak!" kata Tuan Lan sambil melemparkan satu sniper yang memiliki kecepatan lesatan peluru 900 meter per detik dan jangkauan 2 kilo meter.


Di saat kekurangan anggota, maka sniper adalah andalan untuk bisa menghancurkan musuh secara sembunyi dan cepat. Tan, Tuan Lan dan satu anak buahnya bergegas memanjat gerbang tinggi kediaman Daniel, mereka bersiap membidik di posisinya masing-masing.


Terlihat musuh di halaman kediaman Daniel lebih dari sepuluh orang. Tan langsung menembak menggunakan sniper, inilah ahlinya karena Tan sangat ahli menembak jarak jauh.



Bakhyun...


Bakhyun..


Peluru dari senapan Tan melesat begitu cepat dan menumbangkan satu persatu dari musuh. Disusul oleh Tuan Lan dan anak buah Tuan Lan yang justru tidak terlalu akurat hingga sering meleset dan memicu serangan balik.


"Sitt, kenapa kalian menembak pot bunga?" kesal Tan.


"Dima lah Tan, kau tau aku tidak terlalu mahir menembak jarak jauh!" kata Tuan Lan yang terus berusaha fokus agar mengenai sasaran.


Sementara Tan terus menembak hingga membantai seluruh musuh yang berada di halaman.


"Tuan, ku rasa tadi peluru ku ada yang berhasil menyasar musuh! Lihat semuanya sudah tumbang," ujar anak buah Tuan Lan.

__ADS_1


"Dasar bodoh! Mereka tumbang bukan karena peluru mu, itu semua terkena peluru Tan!" kata Tuan Lan.


Setelah menumbangkan musuh yang berada di halaman kediaman Daniel! Tuan Lan, Tan dan anak buahnya berpencar untuk masuk ke dalam rumah besar tersebut. Di dalam sana, rupanya masih banyak musuh yang tengah berjaga-jaga.


Tuan Lan berganti senjata dengan pistol untuk menembak jarak dekat, begitu juga dengan Tan dan satu anak buahnya. Ketiganya berpencar dan menyelinap masuk ke dalam rumah.


Dor..


Dor..


Tuan Lan mulai menembak musuh satu persatu, sehingga suara tembakan itu membuat anggota musuh berwaspada dan mencari siapa yang sudah menembak.



Bum..


Bum..


Satu pukulan dari leher salah seorang musuh, dilakukan oleh Tan.


Dor..


Dor..


Beberapa musuh berhasil dilumpuhkan oleh Tan, Tan bergegas naik ke lantai tiga di kediaman Daniel. Saat tiba di ruangan kerja Damian (Ayah Daniel), Tan terlihat terkejut menyaksikan paman dari Daniel sendiri yang menodongkan pistol kearah Daniel, disana Damian dan Angeline, dan Daniel terkapar dan masing-masing sudah terluka di bagian lengan dan kaki bahkan perut.


"Kegilaan! Kau harusnya salahkan Dady mu yang pelit itu, aku sudah bersusah payah membesarkan bisnisnya tapi apa balasannya, dia malah ingin mewariskannya padamu!" kata Pamannya Daniel.


"Kau adalah orang serakah! Bisnisku adalah hak anakku, kau sudah mendapat bagian setengahnya!" lirih Damian.


"Diam! Memang sebaiknya aku bunuh anak kesayangan mu dulu! Barulah kau dan istri mu yang terkahir! Lalu semua bisnis mu akan aku kuasai!" kata Pamannya Daniel.


"Tolong jangan, anakku tidak bersalah apapun!" kata Angeline (ibu Daniel).


Hahahaha...


Paman dari Daniel mengarahkan senjatanya ke arah Daniel yang tidak berdaya. Tan pun mulai mengayunkan senjatanya dan.


Swing..


Dor..


Tan menembak lengan dari pamannya Daniel, hingga pistol yang dipegangnya terlepas. Sontak Damian, Angeline, dan Daniel menengok kearah sosok penembak yang menyelamatkan mereka.

__ADS_1


"Tuan Tan!" serempak.



"Astaga, kau paman macam sampai tega hendak membunuh keponakan mu sendiri!" kata Tan yang berjalan tunggang lenggang lalu mengambil pistol milik paman Daniel.


"Kau! Kau asisten pribadi Tuan Lan! Kenapa kau bisa masuk ke rumah ini?" teriak pamannya Daniel.


"Tentu saja untuk menyelamatkan keluarga ini dari orang serakah seperti mu!" kata Tan.


"Kemana anak buah ku! Hei bodoh, kalian kemarilah!" teriak pamannya Daniel.


"Kau mencari para anak buah mu? Mereka sudah aku kirim ke neraka, mau menyusul?" tanya Tan lalu tersenyum santai.


Daniel yang melihat Tan begitu tak gentar menerobos masuk ke kediamannya untuk menyelamatkan dirinya dan orangtuanya. Kini tau mengapa Laluna begitu tergila-gila oleh sosok Tan, dia laki-laki yang mau berkorban untuk orang lain, walaupun bisa saja dia tewas karena musuh disini sangat banyak.



Padahal bisa saja Tan membiarkan paman Daniel menghabisi nyawa Daniel, dengan begitu Laluna sudah pasti akan menjadi miliknya. Tapi Tan justru menyelamatkannya, dan rela masuk dalam lingkaran yang membahayakan nyawanya sendiri.


Pamannya Daniel tak terima lalu hendak melayangkan pukulan, namun Tan menghajarnya lebih dulu.


Bam...


Bam..


Beberapa pukulan mendarat di perut pamannya Daniel, hingga dia pun tersungkur ke lantai.


Tan membuka gespernya sendiri! Lalu, mengikat kedua tangan Pamannya Daniel yang sudah tidak berdaya itu. Tak lama kemudian, Tuan Lan datang ke ruangan tersebut bersama satu anak buahnya.


Anak buah Tuan Lan segera menelepon tenaga medis keluarga Tuan Lan, untuk segera datang ke kediaman Daniel.


"Dasar ce cu nguk si al! Kau membuat ku harus turun tangan menghabisi seluruh anak buah mu di dalam rumah ini!" kata Tuan Lan.pada pamannya Daniel.


"Lan, terimakasih kau sudah datang kemari!" lirih Damian sambil memegangi perutnya yang terkena luka tembak.



Tan bergegas menghampiri Daniel yang juga terkena luka tembak dibagian perutnya! Do robeknya kaos yang dikenakan Tan untuk menghentikan darah keluar dari perut Daniel, sementara Angeline (ibu Daniel) hanya menderita luka tembak di lengan sebelah kirinya.


"Tuan Tan, aku sangat berterimakasih padamu!" kata Daniel.


Tan pun hanya tersenyum sambil mengikat luka di perut Daniel dengan sobekan bajunya, sebelum para medis datang Daniel tidak boleh kehilangan terlalu banyak darah.

__ADS_1


❤️❤️❤️


Utututu Arthan emang ye, nembak jarak jauh oke, jarak dekat tepat sasaran, tinggal nembak yang bener di hati neng Luna aja yang banyak gagalnya 😂😂😂


__ADS_2