
Di gedung resepsi!
Tuan Lan memberikan sambutan bagi para tamu undangannya yang sudah berkenan untuk hadir di resepsi pernikahannya ini.
"Terimakasih kepada kalian semua yang sudah menyempatkan diri untuk hadir di resepsi pernikahan ku yang sederhana ini! Secara resmi aku akan perkenalkan nyonya Alan Limson yang sangat cantik dan sudah membuat ku jatuh cinta setiap harinya." Kata Tuan Lan yang berbicara penuh bahagia menggunakan mic.
Prok..
Prok..
Prok..
Para tamu pun bertepuk tangan atas ucapan Tuan Lan yang tulus dari harinya.
"Dialah Larisha Mevia, istri ku yang paling aku cintai dan saat ini Larisha juga tengah mengandung benih cinta kami, kembar tiga sekaligus!" Kata Tuan Lan.
Para tamu undangan semakin kencang memberikan tepuk tangan, semuanya ikut berbahagia akan ada penerus group Limson nantinya! Wajah Larisha memerah karena semua tamu memandang kearahnya, mereka kagum akan kecantikan Larisha.
Setelah memberikan sambutan pada tamu undangan, Tuan Lan dan Larisha menyambut satu persatu para tamu penting yang memang mengenal dekat dengan Tuan Lan, menaiki pelaminan untuk memberikan ucapan selamat! Tak bisa disembunyikan lagi kebahagiaan yang keduanya rasakan saat ini.
Sementara di lorong gedung yang sepi, kedua insan masih terus saling meny e sap satu sama lain, Tan me lu mat bibir Laluna dengan liarnya! Setelah puas ber ci uman, Tan mulai beralih men ye sap bagian leher jenjang Laluna, sambil tangannya dibawah sana terus meraba-raba bagian paha mulus Laluna.
"Ah, Tuan!Aku takut ada orang nanti!" lirih Laluna sembari menikmati setiap sentuhan yang dilakukan oleh Tan pada tubuhnya.
Namun Tan sama sekali tak menggubris, dia terus melu mat leher Laluna sampai dititik dimana kedua buah melon import itu berada! Tan membuka resleting yang terletak dibagian belakang gaun putih yang dikenakan oleh Laluna, hingga gaun indah itu setengah merosot.
Dihirupnya kedua buah melon import lalu dikeluarkannya oleh kedua tangan Tan kedua melon import itu dari tempatnya hingga kedua melon import itu membusung keluar. Tanpa basa-basi Tan melahap bagian tengah dari salah satu melon import itu, membuat tubuh Laluna meng ge lin jang hebat.
__ADS_1
Dengan rakusnya tanpa peduli jika nanti akan ada orang yang lewat di sekitar mereka, Tan terus meng hi sapnya secara bergantian sembari mer r masnya kencang.
"Oh keduanya gemas sekali sayang! Besar, sampai tidak muat didalam mulutku," lirih Tan yang menyempatkan diri untuk mengatakan hal itu disela-sela aktifitas penuh kenikmatannya.
Laluna pun mer e mas kepala Tan, lalu menekan agar meneruskan aksinya.
"Lakukan lagi, aku menginginkannya!" lirih Laluna sambil terus menenggelamkan wajah Tan kesela-sela kedua buah melon import miliknya.
Tang kembali meng hi sa pnya dengan rakus, meskipun tak ada air yang keluar dari dalamnya namun Tan dapat merasakan kenikmatan tersendiri saat meng hi sa p kedua buah melon import yang memiliki rasa ciri khas khusus.
Setelah puas dengan kedua buah melon import yang kini sudah dibasahi oleh sisa-sisa saliva yang ditingggalkan oleh Tan, satu tangan Tan mulai menaikkan satu kaki Laluna hingga gaun yang ia kenakan berhasil tersingkap keatas.
Satu tangan Tan dia gunakan untuk melepaskan bagian dalam yang menutupi daerah inti milik Laluna, hingga bagian dalam itu pun jatuh kebawah, membuat inti milik Laluna kini tidak tertutupi oleh apapun lagi.
"Tuan, kau yakin akan melakukannya disini?" tanya Laluna sambil menggigit bibir bawahnya sendiri.
Tak sampai disitu saja! Tan menurunkan celana bahan hitam itu, hingga setengah merosot, begitu juga dengan celana bagian da lamnya. Saat ini, Laluna sudah bisa melihat knalpot racing milik Tan yang sudah mengeras sempurna dibawah sana.
Tan semakin mendekatkan tubuhnya dengan Laluna, digesek-digeseknya knalpot racing itu ke inti milik Larisha, membuatnya kini terasa lembab.
"Ah, sssthhhhhhh oughttttyyyy yes!" de sah Laluna saat knalpot racing yang keras itu dimainkan di daerah intinya.
Tan pun mulai mengarahkan knalpot racing miliknya untuk segera menerobos kedalam inti milik Laluna karena dirasa sudah cukup lembab, dengan sekali dorongan yang cukup ngotot, knalpot racing miliknya tertancap diinti milik Laluna.
"Ahhhhh sit! Ahh sakit, oghttttytt!" de sah Laluna.
Tan mulai memainkan knalpot racing miliknya didalam inti milik Laluna, menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan tempo cepat.
"Fu ck! Ah sempit sekali! Oghtttttttt Fu ck!" de sah Tan.
__ADS_1
Meninggalkan kedua insan yang tengah berburu kenikmatan di lorong yang sepi, sementara Larisha yang gembira kedatangan tetangga rumah, teman kampus dan teman satu tempat kerjanya dulu memilih untuk menghampiri mereka dan mengobrol bersama di bangku para tamu.
Sementara Tuan Lan tengah mengobrol dengan salah satu rekan bisnisnya didekat tempat duduk Larisha!
Tap..
Tap..
Tap..
Suara langkah kaki dari orang tidak dikenal yang berhasil masuk tanpa membuat kecurigaan sama sekali, padahal di pintu masuk sudah dicek tubuh agar tidak ada satupun tamu yang bisa membawa senjata, namun pintarnya pembunuh bayaran terbaik di kota ini, karena dia terlebih dahulu datang lewat samping gedung untuk membayar salah satu pelayan catering dengan harga fantastis demi menyelundupkan senjata itu.
Ketika pembunuh bayaran itu berhasil masuk, pelayan catering yang sudah dia bayar langsung menghampiri berpura-pura memberikan minuman, padahal dia memberikan pistol tersebut. Pembunuh bayaran menyelipkan pistol dibalik jasnya dan sepasang matanya bergerak untuk menemukan Larisha dan juga Tuan Lan.
Target berhasil ditemukan, Larisha tengah berdiri disamping Tuan Lan sambil asik mengobrol dan bercanda-canda dengan salah satu rekan bisnisnya.
Pembunuh bayaran itu bersikap tenang tanpa membuat gerakan yang akan membuat para anak buah Tuan Lan disetiap sudut gedung curiga. Dia memastikan posisi yang pas untuk menembak bagian kepala Larisha, dan mencari lokasi yang sekiranya memudahkan untuk nanti dirinya kabur setelah menembak.
Perlahan pembunuh bayaran mulai mengangkat pistol yang berisi banyak peluru itu!
Swing...
Pistol mengayun ke udara, dan itu terlihat oleh beberapa anak buah Tuan Lan begitu juga dengan Tuan Lan yang melihat pistol itu mengarah pada Larisha yang berada tepat disampingnya.
Dor...
Satu tembakan melesat mengenai kepala seseorang! Membuat para tamu yang berada didalam gedung teriak histeris lalu lari berhamburan kesana kemari, begitu juga dengan Tan dan Laluna yang dengan jelas dapat mendengar suara tembakan dari dalam gedung resepsi karena suara tembakannya cukup keras.
__ADS_1