
"Tuan," lirih Larisha.
Setelah merobek surat perjanjian pernikahan itu! Tuan Lan menggendong tubuh Larisha, dari yang semula diatas ranjang menuju ke kamar mandi.
"Tadinya aku ingin mandi terlebih dahulu! Tapi berada didekat mu membuat has ratku tak bisa aku bendung lagi!" kata Tuan Lan.
"Tuan, aku mau dibawa kemana?" tanya Larisha.
"Aku akan memandikan mu dan kau juga harus melakukan hal yang sama denganku," kata Tuan Lan.
Tuan Lan membuka pintu kamar mandi dengan sedikit kerepotan karena sambil menggendong tubuh Larisha, sementara Larisha anteng saja digendong oleh laki-laki yang saat ini sudah bisa membuat jantungnya berdetak tak beraturan, tatapan Larisha pada Tuan Lan merupakan tatapan cinta yang sudah mulai tumbuh terhadap suaminya itu.
Sampai didekat bathtub, Tuan Lan menurunkan tubuh Larisha secara perlahan dan lemah lembut hingga pakaian Larisha basah seluruhnya, Tuan Lan kemudian melepaskan pakaiannya sendiri lalu ikut menceburkan diri kedalam bathtub itu.
Satu tangan Tuan Lan menyentuh pipi Larisha, lalu satu tangannya lagi menarik pinggul Larisha agar tubuh keduanya semakin menyatu. Kedua mata mereka saling menatap sendu, dan tanpa berlama-lama lagi Tuan Lan langsung meraup bibir ranum Larisha dan kali ini ciu man itu disambut baik oleh Larisha.
Kedua tangan Larisha melingkar dipundak Tuan Lan, Larisha membalas setiap lum atan yang dilancarkan oleh Tuan Lan pada bibirnya, lidah keduanya mulai saling berbelit, dan saling men yesap.
Tuan Lan sangat gemas akan perlawanan Larisha, kali ini dia sudah berani me lum at bibir bagian bawah Tuan Lan kemudian berganti bibir bagian atasnya.
Darah Tuan Lan semakin berdesir hebat, ditariknya tubuh Larisha hingga membuat tubuh Larisha kini dipangkuan kedua paha Tuan Lan, meskipun tubuh keduanya berendam air hangat yang sudah mulai dingin keduanya masih terus berci uman.
Tuan Lan mengakhiri ci u mannya dan kini membuka pakaian Larisha yang sudah sejak tadi sudah basah, dengan masih dipangkuan Tuan Lan, Larisha membantu Tuan Lan melucuti seluruh pakaiannya sendiri tanpa sisa.
Dengan tak sabaran Tuan Lan me nye sap melon import Larisha sebelah kanan, kedua melon import itu basah oleh air namun justru membuat ha s ra t Tuan Lan kian memuncak. Secar bergantian Tuan Lan me nye sa p kedua melon import besar itu secara bergantian kiri dan kanan.
"Ahhhh, oughttt, sttthhhhhh ah, ah," de sah Larisha.
Satu tangannya pun tak tinggal diam, mengelus pangkal paha mulus Larisha! Meskipun mulut Tuan Lan sibuk meng ulum bagian tengah dari melon import milik Larisha, namun jari-jari tangan Tuan Lan sudah menyeruak kedalam air dan bersarang dibagian inti Larisha yang sudah tidak mengenakan sehelai benangpun.
"Emthhhhh Tuan, ah!!! Emthhhh Ahhh," des ah Larisha.
Semakin Tuan Lan memainkan jari jemarinya didalam inti milik Larisha, semakin kencang juga de sa Han yang lolos dari bibir Larisha.
__ADS_1
"Milikmu masih sangat sempit sekali Larisha! Oughh jari-jari ku sangat menyukainya," kata Tuan Lan.
"Amthhhhhh ah, ah, ah, ah," de sah Larisha.
Tak tahan dengan suara-suara serak penuh kenikmatan yang keluar dari mulut Larisha, membuat knalpot traktor sawah yang sejak tadi sudah mengganjal disela-sela kedua pangkal paha Larisha, ingin segera melesat kedalam sana.
Tuan Lan mengeluarkan jari-jarinya dari dalam inti Larisha, lalu mulai mempusatkan knalpot traktor sawah itu kedalam inti Larisha, Tuan Lan harus sedikit bersabar karena bagian inti Larisha memang baru beberapa kali di terobos, jadi terbilang masih sangat sempit sekali.
"Aghttttttttttt mmtthhh punyamu menjepit sekali sayang," lirih Tuan Lan yang masih terus berusaha mendorong knalpot traktor sawah itu agar bisa melesat seluruhnya kedalam inti Larisha.
Wajah Larisha mendongak keatas, merasakan sensasi perih namun nikmat saat knalpot traktor sawah itu mulai menyeruak masuk kedalam inti miliknya.
"Aghttttt Tuan, sa-sakit! Emthhhh ah Tuan ah," de sah Larisha.
"Tenanglah! Setelah ini kau akan merasakan bertubi-tubi kenikmatan atas rasa sakitmu itu!" lirih Tuan Lan.
Tuan Lan mulai menuntun pinggul Larisha naik turun diatas tubuhnya. Kedua mata Tuan Lan terpejam merasakan betapa terhimpitnya knalpot traktor sawah itu didalam sana.
Semakin pinggul Larisha turun naik lebih cepat, semakin kencang juga de sahan Tuan Lan, Larisha yang mulai bersemangat menaik turunkan pinggulnya diatas tubuh Tuan Lan karena ia tak lagi merasakan sakit pada bagian intinya, justru kini bagian intinya senang memainkan knalpot traktor sawah itu menggoyangnya hingga Tuan Lan meracau hebat.
Air didalam bathtub itupun ikut bergoyang-goyang dan luber keluar bathtub saking kencangnya naik turun pinggul Larisha.
"Oughttt sit, ahh, Larisha aku ingin sampai," lirih Tuan Lan.
"Ah Tuan, emthhhh ohhhhh emthhh," de sah Larisha.
"Ahhhhhhhhh," de sah panjang Tuan Lan pertanda dirinya sudah mencapai puncak kenikmatannya.
Setelah puas melampiaskan h as ratnya, Tuan Lan dan Larisha mandi bersama saling menggosok-gosok punggung dengan sabun cair dan saling membasuh dibawah shower di kamar mandi itu.
Meskipun masih malu-malu, namun Larisha dan Tuan Lan tidak sungkan untuk kembali saling berc i uman dibawah rintikan shower itu.
__ADS_1
Tan yang baru saja keluar dari kediaman Tuan Lan untuk pergi menuju Bar tempat terakhir yang didatangi oleh Dev Limson, mengendarai mobil sendiri sambil meng hi s ap satu batang rokok, Tan melajukan mobilnya agar cepat sampai di Bar itu.
Sesampainya di Bar, Tan memarkirkan mobil lalu turun dan masuk kedalam Bar yang terbilang sangat ramai dan padat pengunjung itu, Tan meminta pada salah satu bartender untuk bertemu dengan manager Bar tersebut.
"Malam Tuan! ada yang bisa saya bantu?" tanya manager Bar itu.
"Aku ingin meminta rekaman cctv apa bisa?" tanya Tan.
"Maaf Tuan, tapi itu merupakan privasi Bar kami jadi tidak bisa begitu saja kami memperlihatkan rekaman cctv Bar kami!" kata manager itu.
Brughhh...
Tan menggebrak meja lalu menarik kerah kemeja manager itu.
"Jangan buat aku marah! Atau kubuat Bar ini rata dengan tanah!" ancam Tan.
"Apa-apaan ini! Bodyguard-bodyguard! Panggil para bodyguard itu kesini cepat!" teriak manager Bar itu sambil ketakutan.
Tan meraih satu botol wine dari atas meja dengan satu tangannya lalu memecahkannya, hingga terdapat bagian runcing diujung botol wine itu.
"Berhenti!" kata Tan.
Membuat bartender yang hendak memanggil para bodyguard didepan sana pun berhenti ditempat! Tan menodongkan bagian runcing botol wine itu tepat dileher manager Bar.
"Tuan tenang Tuan, baik aku akan tunjukkan rekaman cctvnya, aku akan tunjukkan!" kata manager Bar itu dengan raut wajah ketakutan.
Dimeja paling pojok terlihat seorang laki-laki yang tengah menertawakan aksi Tan itu! Laki-laki itu sudah mengetahui Tan pasti akan kesini dan berulah.
"Alan Limson! Belum saatnya kau tau tentangku!" Gumam Laki-laki itu lalu pergi meninggalkan Bar.
❤️❤️❤️
Duh Abang Tan mau dong jadi rokoknya😂😂
__ADS_1