
Sebuah pernyataan dari Daniel yang membuat Laluna tak bisa berkata-kata lagi. Bingung? Sudah pasti, Daniel adalah laki-laki yang sangat layak bagi wanita manapun untuk dijadikan seorang suami! Dia sosok yang penuh kebaikan, perhatian dan pengertian, hanya wanita bodoh lah yang akan menolak laki-laki sebaik Daniel.
"Ayolah, kita sudah saling mengenal sejak kita masuk di universitas yang sama, kau tau betapa aku terus berusaha mendekati mu, jadi jangan pura-pura kaget!" kata Danie.
"Tapi Daniel, aku! Aku bingung harus menjawab apa," kata Laluna yang wajahnya mendadak terlihat penuh kesedihan.
"Aku tidak peduli kau akan menolak ku nantinya, yang jelas aku tidak akan menjadi pecundang! Akan ku hadapi, apapun keputusan mu nanti, dan kau harus tau Luna, apapun nanti keputusan mu! Aku akan tetap menyayangi mu!" kata Daniel.
Laluna pun tersenyum, hatinya terasa bergetar mendengar ada laki-laki setulus itu padanya. Tapi di satu sisi, hatinya masih sangat berharap seseorang datang kembali padanya.
Daniel dan Laluna tiba di kediaman Tuan Lan!
Laluna dan Daniel berjalan menuju ruangan khusus.
Klek..
Pintu ruangan itu di buka, dan Brithney yang melihat Laluna datang dengan Daniel, segera berlari kearahnya.
"Aunty! hai paman Daniel, lihat Dady ku bangun," sapa Brithney dengan wajah ceria.
"Hai princess, paman Daniel tebak kalau gadis cantik ini yang bisa membangunkan Dadynya, bukan begitu?" tanya Daniel lalu menggendong Britney.
"Iya paman, aku membangunkan Dady," kata Brithney yang nyaman digendong oleh Daniel.
"Kak," lirih Laluna yang berjalan terus mendekati Tuan Lan dan Larisha yang masih saja berpegangan tangan.
"Luna, kemari lah!" kata Larisha.
Laluna pun menangis sesenggukan lalu untuk pertama kalinya Laluna memeluk Tuan Lan yang tersenyum padanya.
"Astaga ada apa dengan gadis ini! Kenapa kau menangis, biasanya kau mengomel atau berkata sinis terhadap ku!" kata Tuan Lan yang menepuk-nepuk pundak Laluna.
Hikss..
Hiks...
"Kakak ipar, kenapa kau tega! Jangan lakukan ini lagi, kami tidak akan sanggup kehilangan mu kak!" kata Laluna.
Larisha pun ikutan menangis haru, karena Laluna pun orang yang sangat takut dan bersedih saat Tuan Lan tak kunjung bangun dari koma.
__ADS_1
"Uhh, menyingkirlah aunty kau membuat baju Dady basah oleh air mata mu!" ledek Domanick.
Blam...!!
Aw..
Satu pukulan didahi Domanick oleh Laluna membuatnya meringis. Lalu Laluna pun melepaskan pelukannya. Tuan Lan dan Larisha melihat Daniel yang sejak tadi menggendong Brithney dan akrab dengan putri kecil mereka.
"Itu! Itu sepertinya Daniel," kata Tuan Lan.
"Hai Tuan, senang kau sudah bangun dari koma! Aku sekalian memberikan tumpangan tadi pada Laluna, jadi ku pikir langsung ingin melihat mu," kata Daniel.
"Brith, turunlah paman Daniel ingin mengobrol bersama kami!" kata Larisha.
"Paman turunkan aku!" kata Brithney lalu Daniel pun menurunkan gadis kecil itu.
"Kakak lihat semakin hari kalian semakin cocok!" ledek Larisha.
"Kakak, tidak begitu," kata Laluna malu-malu.
"Apa kalian berpacaran?" tanya Tuan Lan.
"Tidak kakak ipar!" kata Laluna langsung membantah.
"Ya Daniel, aku juga ingin sekali bertemu dengannya! Ku dengar dari istriku, bahwa Dady mu banyak membantu Tan untuk mengurusi bisnis ku selama aku koma," kata Tuan Lan.
"Hanya itu yang bisa Dady lakukan untuk mu Tuan! Aku akan datang bersama keluarga ku beberapa hari kedepan, selain untuk menengok keadaan mu, kedua orang tuaku ingin meminta Laluna sebagai calon istriku!" kata Daniel.
Tuan Lan dan Larisha pun saling menengok, karena terkejut! Apalagi Tuan Lan, yang dia tau sebelum koma adalah Laluna memiliki hubungan dengan Tan, tapi kenapa sekarang justru Daniel yang akan melamarnya! Berbanding terbalik dengan Larisha yang memang tidak mengetahui hubungan Tan dengan Laluna, justru Larisha sangat berharap laki-laki sebaik Daniel kelak yang akan menjadi suami adiknya.
"Daniel, kau tau! Kami sangat senang mendengar kau akan melamar Laluna, kami akan tunggu kedatangan mu!" kata Larisha.
Daniel pun berpamitan untuk pulang! Sementara Dokter dan beberapa perawat telah menyiapkan jadwal CT scan untuk memeriksa bekas operasi di kepala Tuan Lan.
"Anak-anak sepertinya kalian harus keluar dulu dari ruangan ini, termasuk kedua gadis cantik ini!" kata Dokter.
"Apa akan dilakukan sekarang Dok?" tanya Larisha.
"Ya nona! CT scan akan dilakukan sekarang, dan mulai besok akan ada orang khusus yang akan memberikan terapi untuk melatih otot-otot Tuan Lan, terutama otot-otot kaki yang sudah lama tidak digunakan untuk berjalan," kata Dokter.
"Baiklah Dok, kalau begitu lakukan yang terbaik," kata Larisha.
__ADS_1
Larisha, Laluna dan anak-anak pun meninggalkan ruangan khusus itu, karena ada banyak sekali yang harus Dokter lakukan agar Tuan Lan sembuh seperti sedia kala.
Handphone Tan sejak tadi berdering, karena panggilan masuk dari salah seorang anak buahnya yang berada di kediaman Tuan Lan ingin memberi kabar Tuan Lan telah siuman! Namun kesibukannya membuat Tan sangat jarang membuka handphonenya. Tan yang baru saja menyelesaikan pekerjaan di perusahaan iklan milik Tuan Lan, kedatangan tamu seseorang yang datang dari Hongkong.
Tok..
Tok..
Tok..
"Masuklah!" kata Tan.
"Hai Tuan Tan, apa kabar mu?" tanya seorang laki-laki warga negara Hongkong itu.
"Kau! Bukankah kau rekan bisnis Tuan Lan, yang menyuplai minuman ke ras ke Bar dan casino kami yang berada di Hongkong?" tanya Tan.
"Kau benar sekali Tuan! Sejak mendengar Tuan Lan koma, aku turut prihatin namun tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk membantunya! Tapi kali ini, salah satu anak buah ku, membawa informasi bahwa pembunuh bayaran yang kau cari ada di negara kami!" kata orang tersebut.
"Pantas saja! Informan ku dua tahun belakangan ini tidak menemukan jejaknya sama sekali! Kalau begitu, aku akan berangkat ke sana sekarang! Tuan aku hargai semua kebaikan mu untuk group kami," kata Tan.
"Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membalas kebaikan Tuan Lan selama ini padaku, mari Tuan kita berangkat bersama, selama di Hongkong aku akan menyebar seluruh anak buahku agar memudahkan mu menemukan pembunuh bayaran itu!" kata orang tersebut.
Tan langsung mengambil langkah seribu untuk meninggalkan negara ini dan memulai petualangannya di Hongkong demi menemukan pembunuh bayaran itu! Tak lama seseorang anak buahnya, menghampiri Tan yang sedang berjalan terburu-buru untuk menuju ke mobil.
"Tuan aku ingin menyampaikan berita tentang Tuan Lan!" kata anak buahnya.
"Ada apa dengan Tuan Lan? Katakan!" kata Tan yang panik karena takut terjadi sesuatu pada Tuan Lan.
"Dia sudah siuman Tuan!" kata anak buahnya.
Tan pun bernapas lega, hatinya haru dan untuk pertama kalinya Tan bisa kembali tersenyum mendengar Tuan Lan sudah siuman! Tapi, hal itu tidak akan membuat Tan mengurungkan niatnya untuk mencari keberadaan pembunuh bayaran yang sudah terlalu lama hidup enak.
"Katakan pada Tuan Lan, aku akan segera menemuinya! Saat ini aku akan memburu orang yang sudah menyebabkan Tuan Lan menderita selama bertahun-tahun!" kata Tan.
"Baik Tuan! Berhati-hatilah!" kata anak buahnya.
❤️❤️❤️
Hayo Tan bereskan semua masalahnya, agar secepatnya bisa kembali sama Laluna, inget loh Tan tikungan Daniel lebih tajam daripada tikungan di lintasan moto GP....
Aseekkk💃💃💃
__ADS_1