
Setelah kejadian penyerangan di kediaman itu! Tuan Lan dan Tan membawa penghianat-penghianat di keluarga Daniel ke penjara pengasingan (tempat para mafia yang berkhianat, dimana letak pengasingan tersebut di salah satu hutan yang dihidupi oleh berbagai macam binatang buas, dan dikelilingi oleh danau buaya).
Sementara Daniel dan keluarga sedang dalam masa pemulihan! Pertemuan untuk membicarakan tentang hubungan Daniel dengan Laluna pun terpaksa di tunda selama beberapa hari kedepan.
Dua hari setelah kejadian penyerangan!
Tuan Lan dan Tan baru kembali ke kediaman mereka. Tentu saja Larisha dan Laluna telah mengetahui tentang kejadian yang menimpa keluarga Daniel.
"Akhirnya, kita sampai di rumah! Aku yakin pekerjaan ku sudah sangat menumpuk," kata Tuan Lan.
"Perjalanan ke tempat penjara pengasingan itu, ternyata lumayan extream sekali Tuan!" kata Tan.
Keduanya bersantai-santai duduk di tepi kolam renang, untuk memulihkan tenaga mereka.
"Kau benar! Tapi sebanding untuk pengkhianat seperti mereka!" kata Tuan Lan.
"Pelayan! Bawakan aku dan Tan minuman," kata Tuan Lan.
"Baik Tuan!" kata pelayan yang berada di sekitar kolam renang.
"Ku rasa, aku akan berenang Tuan!" kata Tan.
"Ide yang bagus! Oh ya Tan, aku harap sampai hubungan Luna dan Daniel jelas, kau dapat menahan diri untuk tidak terlalu dekat dengan Luna," kata Tuan Lan.
"Aku mengerti Tuan! Lagipula aku ingin hubungan Luna dengan Daniel selesai secara baik-baik," kata Tan sambil membuka pakaiannya, dan hanya menyisakan celana boxer saja untuk berenang.
Burrrrr....
Tan berenang agar tubuhnya fresh kembali setelah melakukan perjalanan melelahkan, sementara Tuan Lan memilih untuk minum jus di samping kolam renang. Larisha yang mendengar suaminya sudah tiba di rumah ini, bergegas menemui Tuan Lan.
"Dad! Dad!" teriak Larisha.
"Di sini mom!" sahut Tuan Lan.
"Oh my God, ku dengar kau ke penjara tempat pengasingan yang berbahaya itu Dad?" tanya Larisha.
"Iya bersama dengan Tan, kau tau penyerangan itu dilakukan oleh pamannya Daniel sendiri, itu jelas melanggar kode etik mafia seperti kami!" kata Tuan Lan.
"Tapi Dad, kau seharusnya tidak perlu sampai iku mengirim mereka ke tempat berbahaya itu! Ku dengar penjara itu di hutan yang dihuni banyak binatang buas, dan dikelilingi oleh danau buaya?" tanya Larisha.
__ADS_1
"Mom, hanya aku dan Tan yang tau tempat pengasingan itu! Jadi kami yang harus membuang para cecunguk itu ke sana!" kata Tuan Lan.
"Lalu bagaimana dad? Apa keluarga Daniel sudah baik-baik saja?" tanya Larisha.
"Ya, hanya luka tembak sedikit! Besok mereka akan datang ke rumah kita untuk membicarakan masalah Daniel dan Luna!" kata Tuan Lan.
"Baguslah semakin cepat semakin baik!" kata Larisha.
"Kemana Luna? Tumben sekali dia tidak langsung menemui salah satu buaya yang lepas dari tempat pengasingan itu?" tanya Tuan Lan.
"Apa buayanya ada yang lepas Dad? Mana dad?" tanya Larisha yang langsung celingak-celinguk.
"Itu, sedang berenang!" menunjuk kearah Tan.
Tan pun hanya geleng-geleng kepala di katakan buaya yang lepas dari tempat pengasingan.
"Dad, kau ini! bercanda terus. Luna sedang bekerja dia ada beberapa siaran berita hari ini!" kata Larisha.
Tak lama, Tan menepi untuk menemui Larisha dan Tuan Lan yang sedang asik mengobrol.
"Tuan, apa nanti malam kita jadi untuk meeting membicarakan pengganti mu mengurus bisnis hitam?" tanya Tan.
"Pengganti?" tanya Larisha.
"Kau serius Dad? A-apa ini mimpi?" tanya Larisha.
"Ayolah mom, ini nyata kau memiliki seorang suami yang sangat mencintaimu sehingga apapun yang kau minta selalu aku kabulkan," kata Tuan Lan.
Larisha pun langsung menciumm bibir Tuan Lan dihadapan Tan, membuat Tan memalingkan wajahnya.
"Hei, ada Tan! Kau tau kan dia masih single, bahaya jika dia menonton kita bermesraan," ledek Tuan Lan.
"Tidak apa-apa, teruskan saja!" kata Tan.
Larisha pun tertawa ringan melihat ekspresi wajah Tan.
"Lalu maksudnya mencari pengganti bagaimana Dad?" tanya Larisha.
Tuan Lan pun menjelaskan, dia dan Tan memang akan berhenti dari bisnis dunia hitam itu. Dan keduanya akan fokus membesarkan perusahaan iklan saja! Tapi mengingat banyaknya anak buah Tuan Lan yang menggantungkan hidup mereka termasuk hidup anak istri mereka pada bisnis hitam itu, tentulah Tuan Lan tak sampai hati bila menutup bisnis tersebut.
Akhirnya Tuan Lan dan juga Tan sepakat, bahwa Tuan Lan akan mewariskan semua bisnis hitam itu kepada salah seorang anak buahnya yang paling berbakat dan paling setia selama ini terhadapnya. Larisha pun setuju atas keputusan yang di ambil oleh Tuan Lan, yang terpenting adalah Tuan Lan tidak akan ada hubungan lagi dengan bisnis hitam itu.
Lagipula perusahaan iklan milik Tuan Lan merupakan perusahaan iklan terbesar di negara ini, jadi memang sudah waktunya Tuan Lan dan Tan tak lagi berkecimpung dengan bisnis hitam yang dapat membahayakan keluarganya. Jabatan di perusahaan itu masih tetap sama, Tuan Lan selaku owner, dan Tan sebagai CEO di perusahaan itu.
"Tan, sebaiknya kau tidak usah pulang ke apartemen mu! Istirahatlah di rumah ini, lagipula nanti malam kan kita harus meeting untuk menentukan orang yang benar-benar layak mewarisi bisnis-bisnis hitam ku!" kata Tuan Lan.
__ADS_1
"Baik Tuan!" kata Tan.
Sore harinya, Tan yang menempati kamar tamu di lantai dua rumah mewah Tuan Lan! Membuka jendela kamar itu, sambil menikmati secangkir kopi, Tan menghirup udara kebebasan karena sudah meninggalkan bisnis ilegal yang selama ini cukup menyita waktunya.
Tok..
Tok..
Tok..
"Siapa?" tanya Tan.
"Pelayan!" singkatnya.
"Masuk!" kata Tan sambil tetap fokus memandangi ke arah jendela kamar.
Klek..
Pintu terbuka, dan terdengar langkah kaki dari yang katanya pelayan itu. Tan cuek saja dan meneguk kopi di cangkir yang sejak tadi dia pegang.
Tiba-tiba, seseorang memeluk Tan dari belakang.
"Hei, kenapa memelukku?" tanya Tan sambil berusaha melepaskan orang yang memeluknya.
"Karena aku merindukan mu!" kata Laluna yang baru saja pulang bekerja, dan mengetahui dari pelayan rumah bahwa Tan ada di dalam kamar tamu.
Tan pun tersenyum dan tak lagi berusaha melepaskan pelukan dari Luna.
"Luna, Tuan Lan meminta aku untuk sedikit menjaga jarak dulu denganmu! Bersabarlah, besok keluarga Daniel akan datang dan kita selesaikan hubungan mu dengannya!" kata Tan.
Laluna pun melepaskan pelukannya, lalu berdiri di hadapan Tan, kedua tangan Laluna pun mencubit gemas kedua pipi Tan.
"Kau tampan sekali Arthan! Pipi mu sedikit chubby sekarang, apa kau bahagia akan menikah denganku?" goda Laluna.
"Apa kau yakin Daniel akan melepaskan mu?" tanya Tan.
"Jika dia tidak mau melepaskan ku! Maka aku akan membawamu kawin lari, bagaimana?" tanya Laluna sambil tersenyum.
Tan pun menarik pinggul Laluna, lalu mencium bibir Laluna.
❤️❤️❤️
Kira-kira kisah Daniel di ceritain gabung di sini aja atau di next novel aja ya maak? Please komen, karena saran dari kalian adalah yang terpenting buat othor sang ratu buaya ini😂😂😂
__ADS_1