
Larisha menghampiri Dokter untuk menanyakan apa yang terjadi dengan suaminya, dengan tubuh yang lemah dan dibantu oleh Laluna berjalan kearah Dokter. Sementara para anak buah Tuan Lan hanya bisa menundukkan wajah mereka ketika Dokter memberikan penjelasan pada Tan.
"Dok, apa suamiku sudah siuman? Dia tidak akan mati kan?" tanya Larisha dengan suara yang nyaris habis karena terlalu banyak menangis.
"Nona, bersabarlah terhadap ujian dalam rumah tangga mu! Kami disini sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk Tuan, tapi sepertinya hanya keajaiban yang akan bisa menyembuhkannya!" kata Dokter.
"Maksud mu apa Dokter? Katakan?" tanya Larisha.
"Tuan Lan mengalami cidera kepala akibat peluru itu! Dan secara medis, Tuan Lan dinyatakan koma!" kata Dokter.
Jleb..
Sebuah pernyataan yang sebenarnya membuat Larisha sedikit memiliki harapan karena Tuan Lan masih bisa bertahan dan hidup walaupun dalam keadaan koma, tapi istri mana yang tak hancur hatinya bila melihat suaminya tengah berjuang untuk tetap bisa hidup.
"A-ku yakin suamiku pasti akan segera sadar kan Dok?" lirih Larisha.
"Kami tidak bisa memprediksi kapan Tuan Lan bangun dari koma! Tapi, bisa tiga Minggu, tiga bulan, tiga tahun, sepuluh tahun. Itu hanya keajaiban yang menentukan!" kata Dokter.
Larisha langsung menitihkan air matanya lagi, keadaannya semakin stres setelah mendengar pernyataan dari Dokter.
"Nona, sebaiknya anda istirahat karena kandungan mu sangat lemah! Tolong, demi kebaikan kandungan mu, minumlah vitamin yang tadi aku titipkan pada adikmu!" ujar salah seorang perawat.
"Tuan Tan, ini peluru yang kami keluarkan dari dalam kepala Tuan Lan! Kau tadi memintanya, kan?" tanya seorang perawat sambil menyodorkan peluru dalam plastik kecil.
"Iya terimakasih!" kata Tan.
Selama koma! Tuan Lan akan terus mendapatkan perawatan dari Dokter dan perawat pribadi keluarga Limson di ruangan khusus itu, mereka akan terus berjaga dan menambahkan selang untuk memasukkan sari-sari makanan ke tubuh Tuan Lan.
Sementara Tan, langsung bergegas untuk pergi! Tujuannya adalah, menemui salah seorang informan untuk memintanya menyelidiki siapa pemilik peluru tersebut! Larisha masuk ke dalam ruangan khusus untuk menemui Tuan Lan, sementara Laluna mengejar Tan untuk menghalangi niatnya untuk pergi.
"Tuan, tunggu!" panggil Laluna yang kemudian membuat langkah kaki Tan terhenti.
"Aku sedang sibuk sekarang!" kata Tan.
__ADS_1
"Kau akan pergi kan? Kau mau mencari penembak itu? Untuk apa Tuan, memangnya dengan kau membalas dendam itu bisa membangunkan kakak ipar? Semua tidak akan pernah selesai jika saling membalas, dan itu membahayakan nyawamu! Kita semua di rumah ini sangat membutuhkan mu, tolong hentikan!" kata Laluna.
Tan pun berbalik lalu menghampiri Laluna.
"Jangan ikut campur! Dan tetaplah di rumah," kata Tan dengan nada penuh amarah lalu kembali berjalan terburu-buru.
"Sittt, kau keras kepala Tuan," teriak Laluna yang tak ingin terus balas membalas dendam yang ada hanya akan menambah masalah nantinya.
Tan pergi menemui seorang informan lalu memintanya mencari data dari pemilik peluru itu!
"Waw, orang yang membayarnya pasti sedang hidup pas-pasan sekarang!" ujar informan itu.
"Apa kau sudah temukan pemilik peluru ini?" tanya Tan dengan bersemangat.
"Lawan mu bukan main-main kali ini Tuan, musuh Tuan Lan membayar pembunuh bayaran terbaik di kota ini! Dia pasti membayar dengan harga fantastis dan menghabiskan separuh dari hartanya, Peluru ini jelas milik pembunuh bayaran itu!" ujar informan tersebut.
"Sitt, apa kau tau keberadaannya?" tanya Tan.
"Beberapa klien ku menyerah setelah mereka mengalami kebuntuan ketika mencari pembunuh bayaran terbaik di kota ini! Dia sangat lincah, dan sejauh ini tidak ada yang bisa menemukan tempat persembunyiannya!" kata informan itu.
"Memang jika kau ingin tau otak dibalik penembakan itu! Kau harus bisa menemukan pembunuh bayaran itu, dan menyeretnya kedepan orang yang membayarnya, kau tidak bisa hanya menduga-duga!" kata informan itu.
"Akan ku pastikan temukan pembunuh bayaran ini! Mereka yang terlibat, harus mati di tanganku!" kata Tan.
Tujuh Bulan Kemudian, di sebuah rumah sakit terbaik di kota ini!
Oeeee..
Oeeee..
Suara tangisan ketiga bayi kembar dari dalam ruangan bersalin sudah terdengar. Laluna dan beberapa anak buah Tuan Lan yang ikut menemani Larisha yang melahirkan hari ini pun langsung sumringah mendengar suara-suara tangisan bayi dari dalam ruangan bersalin.
"Kalian dengar? Itu, itu suara ketiga bayi kembar kakakku! Oh Tuhan, terimakasih!" kata Laluna.
__ADS_1
"Iya nona, kami dapat mendengarnya dengan jelas! Nona Larisha memang sangat hebat, bahkan tanpa Tuan Lan disisinya dia bisa melahirkan ketiga bayinya!" ujar salah seorang anak buah Tuan Lan.
Sontak hal itu kembali menjadi tamparan keras bagi Laluna dan para anak buah Tuan Lan yang lain. Mengingat Tuan Lan kini sudah menjadi seorang ayah, namun dia belum juga bangun dari koma.
"Nona, kami yakin kehadiran ketiga si kembar pasti akan membangunkan Tuan Lan dari koma," kata salah seorang anak buah Tuan Lan yang lain.
"Kau benar, aku juga yakin kakak ipar pasti akan segera bangun dari koma!" kata Laluna.
Untuk pertama kalinya, Larisha melihat ketiga buah hatinya yang selama sembilan bulan ini membuatnya kuat menghadapi cobaan dalam hidupnya. Dokter pun mendekatkan satu persatu bayinya ke wajah Larisha, dua anak laki-laki dan satu anak perempuan membuat Larisha menangis bahagia.
Bayi-bayi itu kemudian dibawa oleh perawat terlebih dahulu! Sementara Larisha langsung dipindahkan ke ruangan perawatan biasa, Laluna dan para anak buah Tuan Lan pun sudah bisa menengok Larisha.
"Kakak selamat ya, kau sudah menjadi seorang ibu! Aku sudah tidak sabar ingin menggendong keponakan-keponakan ku!" kata Laluna.
"Terimakasih Luna, kau selalu menjaga Kakak dan menguatkan kakak sampai Kakak bisa melahirkan ketiga malaikat kecil itu ke dunia!" kata Larisha.
Beberapa anak buah Tuan Lan pun memberikan beberapa bucket bunga untuk Larisha, sebagai ucapan selamat mereka.
"Selamat nona!" ujar semua anak buah Tuan Lan.
"Kenapa kakakku dapat banyak bunga? Kalian satupun tidak ada yang memberi bunga untukku? Curangnya!" kata Laluna.
"Kalau begitu kau harus melahirkan dulu nona Luna!" goda salah seorang anak buah Tuan Lan.
Hahahaha...
Larisha dan beberapa anak buah Tuan Lan yang lain pun tertawa.
Sementara Tan yang mengetahui, Larisha sudah melahirkan tidak bisa langsung kesana! Karena Tan masih harus mengurus semua pekerjaan Tuan Lan, dan juga mencari pembunuh bayaran itu yang sampai saat ini belum bisa dia temukan.
"Selamat nona, aku sangat senang mendengar kau sudah melahirkan! Maafkan aku karena aku belum bisa menemukan pembunuh bayaran itu! Tapi aku janji, akan ku pertaruhkan nyawaku sendiri, asal aku bisa menghabisi semua yang terlibat dalam penembakan itu! Aku akan membuat mereka yang terlibat membayarnya berkali-kali lipat dari yang mereka lakukan pada Tuan Lan!" Gumam Tan.
❤️❤️❤️
__ADS_1
Big Miss sama Tuan Lan😭