
Tan tetap terbang ke Hongkong demi menemukan pembunuh bayaran itu! Tekadnya tetap kuat untuk membasmi orang dibalik peristiwa penembakan itu.
Meskipun bisa dibilang masih sedikit ada keberuntungan saat tembakan itu dilancarkan, Tuan Lan mengorbankan dirinya demi melindungi Larisha, tapi bayangkan jika peluru itu mengenai kepala Larisha, tubuhnya tidak sekuat Tuan Lan, bisa saj Larisha saat itu langsung tewas ditempat berikut dengan triple babynya. Hal itu yang membuat amarah Tan masih bekobar hingga detik ini.
Selama beberapa hari ini!
Setelah dilakukan CT scan pada kepala Tuan Lan, dan hasilnya baik! Tidak ada infeksi di bekas operasinya, ataupun gumpalan darah di bekas lukanya. Tuan Lan hanya tinggal fokus melatih otot-ototnya agar bisa menjalankan aktivitas seperti sedia kala.
Selama beberapa hari ini, Tuan Lan melakukan terapi ditemani oleh Larisha dan ketiga anak-anaknya! Baik rekan bisnisnya maupun para anak buah Tuan Lan sangat bahagia mengetahui Tuan Lan sudah bisa berjalan normal, setelah dilakukan terapi.
Kini tiba saatnya keluarga Daniel datang ke kediaman Tuan Lan untuk menjenguk sekaligus melamar Laluna secara khusus!
Tuan Lan pun tidak henti-hentinya berusaha menelpon Tan, maksudnya ingin meminta Tan untuk pulang dan mengatakan bahwa dirinya lah yang menjadi pendonor Laluna, agar Laluna tidak jadi menerima pertunangan itu! Tuan Lan tidak ingin, Tan merasakan patah hati, karena Tuan Lan tau betapa Tan sangat mencintai Laluna.
Usaha Tuan Lan itu gagal, karena Tan tidak mengangkat teleponnya! Datanglah Larisha, hendak memakaikan dasi di leher Tuan Lan, Larisha melihat suaminya itu seperti sedang banyak pikiran.
"Dad, kau kenapa mondar-mandir begitu? Hmm, mainan handphone masalah bisnis?" tanya Larisha.
"Tidak ada Mom!" kata Tuan Lan lalu memasukkan handphonenya ke dalam saku celana.
Larisha pun mendekatkan dirinya untuk memakaikan dasi itu.
"Hei, hari ini kau cantik sekali sayang!" kata Tuan Lan yang menatap penuh cinta wajah Larisha dari dekat.
"Apa pinggul mu masih kaku untuk digunakan nanti malam Dad?" goda Laluna dengan nada seksi.
"Ya sepertinya! Tapi ada cara agar pinggul kaku ini masih bisa memberikan suplai kenikmatan untuk mu! Naiklah diatas pinggul ku nanti malam!" bisik Tuan Lan sambil memainkan lidahnya.
"Oughttt Dad, baiklah!" kata Larisha yang tubuhnya kembali merasakan seperti mendapat sengatan listrik ketika Tuan Lan berbisik di telinganya.
Akhirnya keluarga Daniel tiba di kediaman Tuan Lan, wajah tampan juga sumringah jelas terpancar dari wajah Daniel karena hari ini adalah hari yang sudah ia nantikan sejak lama. Sementara Laluna, yang sudah hampir enam tahun menunggu tanpa kepastian, sejenak merenung dan mengingat perkataan Larisha.
"Ingat Luna, menikah bukan hanya perkara cinta atau tidak cintanya! Kau harus memilih laki-laki yang selalu mengutamakan mu, yang mencintai mu dengan tulus, yang ketika kau marah dia akan mengalah! Dengan begitu pernikahan mu akan bertahan selamanya. Banyak orang yang saling mencintai diawal, tapi akhirnya saling melepaskan bahkan saling membenci pada akhirnya."
Dari nasihat Larisha, akhirnya Laluna berani mengambil keputusan setelah menimbang dengan hal-hal lainnya. Laluna melangkah keluar dari dalam kamarnya! Dan Larisha serta ketiga anaknya pun mendampingi Laluna untuk menuju ruangan keluarga.
__ADS_1
Di ruangan keluarga!
Daniel dan beberapa keluarga intinya telah menunggu sejak beberapa menit tadi, Daniel yang melihat Laluna hari ini tampil sangat cantik, segera melayangkan senyumnya pada Laluna.
Laluna, Tuan Lan, Larisha, dan ketiga anaknya pun duduk. Kedua orang tua Daniel memulai pembicaraan untuk melamar Laluna.
Sementara itu di Hongkong!
Tan bersama orang yang memberikannya informasi keberadaan pembunuh bayaran itu, akhirnya menemukan tempat persembunyiannya!
"Tuan, aku akan menghadapinya sendiri! Terimakasih banyak atas bantuan mu selama ini!" kata Tan.
"Tidak Tuan, aku tidak akan mungkin membiarkan mu sendirian menghadapinya! Para anak buah ku juga akan segera kemari!" kata orang tersebut.
"Tidak! Aku sudah berjanji pada diri ku sendiri akan menghabisinya dengan kedua tangan ini!" kata Tan.
"Tapi Tuan! Kau bisa tewas!" kata orang tersebut.
Namun Tan tak menggubris sama sekali perkataan orang tersebut, dia mulai melangkah mendekati tempat persembunyian pembunuh bayaran itu! Rupanya kehadiran Tan diketahui oleh pembunuh bayaran itu, dari jarak cukup pembunuh bayaran itu sudah bersiap menembak.
Prok..
Prok..
Prok..
"Wah, wah, wah! Rupanya aku salah menilai mu Tuan, kau adalah orang pertama yang bisa menemukan tempat persembunyian ku dan berani datang seorang diri!" kata pembunuh bayaran itu yang melangkah mendekati Tan.
"Kenapa? Kau takut? Pecundang seperti mu tidak layak mendapatkan julukan pembunuh bayaran terbaik!" kata Tan.
"Kurang ajar! Apa kau pikir, aku hanya ahli menggunakan pistol, tapi aku tidak bisa bertarung mengalahkan orang seperti mu? Kau salah besar, kita bertarung dengan tangan kosong!" kata pembunuh bayaran itu.
"Aku tidak yakin pecundang seperti mu, berani membuang senjatanya dan bertarung dengan tangan kosong!" kata Tan.
__ADS_1
Pembunuh bayaran itu kini berada tepat dihadapan Tan! Dia lantas melemparkan pistol, dan senjata tajam yang selama ini disembunyikan dibalik jaketnya. Begitu juga dengan Tan, yang melemparkan pistol miliknya lalu membuka jaket dan bersiap bertarung dengan pembunuh bayaran yang sudah sejak lama ingin dia habisi.
Hiya...
Blam..
Bam..
Pukulan demi pukulan dilancarkan oleh keduanya dengan penuh amarah! Tan berhasil memukul wajah pembunuh bayaran itu hingga bibirnya mengeluarkan darah.
Cuih...
"Segini saja kekuatan mu?" ledek pembunuh bayaran itu.
Hiya..
Bam..
Bam..
Tan terus mendapatkan pukulan hingga membuatnya tersungkur ke tanah! Wajahnya bahkan mengalami bengkak di beberapa bagian, namun amarahnya yang kian memuncak membuat Tan kembali bangkit dan terus melakukan penyerangan terhadap pembunuh bayaran itu.
Hingga setelah hampir satu jam lamanya! Setelah mengalami pertarungan panjang yang membuat Tan mengeluarkan darah dari mulutnya akibat pukulan diarea perut yang dia terima, tapi Tan berhasil membalas pukulan demi pukulan kuat pada pembunuh bayaran itu, hingga tubuh pembunuh bayaran itu tersungkur ke tanah dan tidak bisa bangkit kembali.
Tan bangun, lalu mencari batu besar dan memukulkannya ke kaki pembunuh bayaran itu agar kedua kakinya tidak dapat dia gunakan untuk berjalan!
Bught..
"Kau harus ikut bersamaku hidup-hidup! Dan tunjukkan siapa orang yang menyuruhmu, kita akan bersenang-senang kembali ketika sampai di negara kita!" kata Tan.
"Aaaaa, breng sek! Kau bunuh saja aku!" teriak pembunuh bayaran yang meringis kesakitan.
Tan membawa pembunuh bayaran itu ikut bersamanya untuk kembali ke negaranya! Tan juga sudah mengetahui siapa daling dibalik penembakan itu.
❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Hai maak si cowok ganteng numpang lewat ya💃💃💃 selebewww.....
Ada yang kangen engga ya sama Tan? Tapi kalau othor jadi Luna, bakalan pilih Daniel si, emang bener kata Larisha menikah bukan perkara cinta atau engga cinta!