Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 40


__ADS_3

Air mata Larisha menetes, Larisha membenamkan wajahnya pada pundak Tuan Lan sambil terus memeluk laki-laki bertubuh kekar itu. Tuan Lan pun replex mengusap-usap dahi Larisha agar membuatnya tengang.


"Tuan, bisakah makanannya dibungkus saja?" tanya Larisha.


"Tentu saja! Tapi kenapa? Apa ada orang yang kau temui dan menyakitimu?" tanya Tuan Lan.


"Tidak Tuan, aku hanya sedikit pusing hingga membuatku berhalusinasi! Aku tidak nafsu makan," kata Larisha yang menepis segala bayang-bayang laki-laki tadi.


"Kalau begitu, kita tidak usah makan dulu! Ayo kembali ke rumah sakit saja!" ajak Tuan Lan.


"Tapi aku lapar Tuan, begini aku hanya tidak nafs uu makan sesaat saja! Kalau dibungkus aku pasti akan memakannya walau sedikit!" kata Larisha.


Dengan masih memeluk Tuan Lan, Larisha merasa lega dan sudah mulai tenang diperlukan Tuan Lan saat ini.



"Apa kau tidak berniat melepaskan pelukanmu ini Larisha?" tanya Tuan Lan.


"Oh my God! Maaf Tuan, aku tidak sadar tadi!" kata Larisha sambil menepuk dahinya sendiri karena sudah lancang memeluk Tuan Lan sebegitu eratnya.


"Ya teruslah berpura-pura kalau itu sebuah ketidaksadaran! Padahal aku tau persis, kau nyaman dipelukanku!" sindir Tuan Lan.


"Tidak seperti itu Tuan! Aku khilaf," kata Larisha dengan expresi wajah menggemaskan.

__ADS_1


"Oh ayolah, jangan memasang wajah seperti itu!" kata Tuan Lan, yang tak tahan melihat wajah Larisha yang imut saat dirinya malu-malu, membuat darah ditubuh Tuan Lan kembali berdesis kencang.


Tuan Lan akhirnya memanggil pelayan untuk mengubah pesanannya menjadi take away!


Tuan Lan menatap kearah Larisha yang masih terlihat kaget namun wajahnya justru semakin terlihat se xy.


"Apa aku harus membeli restoran ini? Lalu aku bubarkan semua orang disini, agar bisa kembali menyatukan tubuhku dengan tubuh gadis cantik ini. Oughttt, melihat bibirnya dan wajah imutnya membuatku ingin mengu lumnya saat ini juga." Batin Tuan Lan.


Tak lama, pesanan makanan Tuan Lan tiba! Setelah membayar beberapa pesanan makanan dan minuman itu, Tuan Lan dan Larisha bergegas meninggalkan restoran tersebut untuk kembali ke rumah sakit, menuruti keinginan dari gadis yang semakin hari semakin membuat Tuan Lan klepek-klepek bagai ikan gurame yang berada didalam kolam dengan air yang surut.


Terlihat dari jauh sosok laki-laki yang mirip Dev Limson itu (Briant) memperhatikan setiap gerak-gerik Tuan Lan, saat Larisha berada didekat Tuan Lan laki-laki tersebut tak lagi tertarik untuk mengamati Larisha, melainkan tatapannya berfokus pada Tuan Lan.



Tuan Lan merangkul pundak Larisha sambil berjalan menuju parkiran! Tuan Lan tak ingin Larisha merasa ketakutan seperti tadi! Meskipun Larisha sudah berkata dia tidak apa-apa dan hanya berhalusinasi, namun Tuan Lan sangat takut Larisha mengalami kejadian buruk.


Keduanya kembali ke rumah sakit untuk menunggu transplantasi sumsum tulang belakang Laluna yang belum juga usai. Saat sudah berada di rumah sakit pun, Larisha terus menerus menengok kearah belakang. Sampailah keduanya didepan ruangan operasi, kedua anak buah Tuan Lan pun saling mencolek satu sama lain melihat Tuan Lan masih terus merangkul bahu Larisha.


Tuan Lan membuka makanan yang tadi dibawa pulang agar Larisha bisa segera makan.



"Makanlah! Aku tidak mau kau sampai kurus, dan ini aku belikan ice cream juga untukmu!" kata Tuan Lan.

__ADS_1


Larisha yang dibelikan ice cream oleh Tuan Lan, namun kedua anak buahnya yang malah senyum-senyum.


"Apa kalian baru saja tersenyum? Apa yang lucu?" tanya Tuan Lan.


"Ah, anu Tuan tidak ada," ucap keduanya serempak.


"Kalian pergilah makan siang dahulu! Biar aku dan Larisha yang berjaga disini!" kata Tuan Lan.


"Baik Tuan, kami akan segera kembali!" serempak.


"Kau tidak ikut makan juga Tuan?" tanya Larisha sembari tangan kanannya mulai menyendok makanan.


"Nanti saja!" kata Tuan Lan.


Larisha pun makan dengan lahap sampai-sampai terdapat sisa makanan diujung bibirnya!


"Hei makanlah pelan-pelan! Lihat ada sisa makanan didekat bibirmu!" kata Tuan Lan.


"Em, mana? Tidak ada," cuek Larisha sambil mengunyah makanan hingga memenuhi rongga mulutnya.


Tuan Lan yang merasa risi ada sisa makanan diujung bibir Larisha, membuatnya terus memperhatikan bibir merah muda yang rasanya seperti buah cherry yang matang diatas pohon itu! Tuan Lan pun sangat tergiur karena kedua matanya terus terpaku pada bibir ranum Larisha, tak tahan dengan kese xyan bibir istrinya, Tuan Lan pun meraup bibir ranum itu secara tiba-tiba.


__ADS_1


__ADS_2