
Siang ini di perusahaan iklan milik Tuan Lan, semua karyawan yang menonton berita secara live di layar televisi besar yang tersedia di setiap sudut perusahaan iklan tersebut! Sangat terkejut menyaksikan berita teror bom yang presenternya mereka tau adalah adik ipar dari pemilik perusahaan ini, sekaligus juga calon istri dari CEO perusahaan ini.
Para karyawan mulai membicarakan akan keberanian Laluna, yang tanpa gentar terus menayangkan situasi terkini di lokasi kejadian, Tan yang baru saja keluar dari ruangan meeting! Sekilas mendengar nama calon istrinya terus dibicarakan oleh para karyawan di kantor itu.
Karena penasaran, Tan pun menghampiri kerumunan karyawan yang sedang membicarakan Laluna.
"Apa aku tidak salah dengar, tadi kalian membicarakan calon istriku?" tanya Tan.
"Iya Tuan Tan, kau benar! Nona Luna sangat berani, dia menjadi presenter yang menayangkan secara langsung berita teror bom dari jembatan terpanjang itu!" kata salah seorang karyawan.
"Apa? Tidak mungkin, Luna bukan presenter di lapangan, dia hanya bertugas di studio!" kata Tan yang tidak percaya.
"Lihatlah itu Tuan!" ujar salah seorang karyawan menunjuk kearah layar televisi yang terpasang di ruangan tersebut.
Tan pun menengok kearah televisi! Dan benar saja, terlihat dengan jelas Laluna tengah melakukan siaran langsung di jembatan tersebut, Tan pun mendekati layar televisi tersebut, dan raut wajahnya langsung berubah penuh kecemasan.
Tan segera berlari untuk menyusul Laluna ke tempat kejadian! Bahkan saking cemas dan khawatirnya, mobil Tan menabrak mobil saat hendak memarkirkan mobilnya agar keluar dari kantor.
Brughhhtttt...
"Ah sitt! Apa lagi ini, mundur bodoh! Brengsek, mundur ku bilang!" teriak Tan yang perasaannya sudah tidak karuan.
(Definisi yang nabrak yang ngegas ini si Arthan, dia yang nabrak dia yang merong-merong. Maklum maak lagi puanik pool).
Pengendara yang di tabrak oleh Tan pun segera mengalah dan memberikan ruang agar Tan bisa mengeluarkan mobilnya! Karena ketakutan melihat raut wajah Tan yang tengah naik pitam itu.
Tan bergegas mengendarai mobilnya untuk menuju jembatan terpanjang, tempat Laluna melakukan siaran berita. Sementara itu di salah satu restauran dengan menu steak yang lezat, Daniel tengah menikmati makan siangnya itu.
Tiba-tiba salah seorang pelayan mengganti channel saluran televisi yang terletak didekat meja kasir tersebut! Daniel sontak kaget, ketika mendengar berita teror bom dan yang menyiarkannya secara live adalah Laluna. Daniel bergegas meninggalkan restauran tersebut, tanpa sempat minum sekalipun.
Daniel tidak menyangka kenapa bisa Laluna yang melakukan siaran langsung di lapangan! Apalagi ini menyangkut teror bom, Daniel meljukan mobilnya dengan kecepatan penuh, tidak dapat dipungkiri hatinya sangat khawatir dengan Laluna.
__ADS_1
Sementara itu, secara mengejutkan! Teror ini menjadi semakin serius saat perwakilan dari pimpinan kontraktor tersebut justru tidak peduli dengan ancaman mantan pekerjanya! Hingga mantan pekerja itu kembali menelpon. Namun presenter di studio tak lagi mau mengangkat telepon tersebut.
Akhirnya karyawan stasiun televisi terbesar itu melaporkan kejadian ini terhadap polisi! Polisi pun mulai bergegas menuju lokasi kejadian, atas arahan dari polisi untuk bisa menyadap lokasi si penelepon, presenter di studio di minta untuk mengangkat telepon dari peneror tersebut.
Kring.
Kring.
..."Beraninya kalian tidak mengangkat telepon dariku! Apa kalian mau aku ledakan kembali bom di jembatan itu, hah?" teriak penelpon tersebut....
..."Tu-Tuan ku mohon tenanglah! Ini semua bisa dibicarakan secara baik-baik!" kata presenter tersebut....
..."Baik-baik kau bilang? Kau tidak dengar, betapa arogannya pimpinan kontraktor sialan itu! Jika kalian semua tidak mau jembatan itu runtuh, maka cepat bujuk orang dari kontraktor itu agar mau membayar uang tebusan yang aku minta!" ujar si penelepon....
..."Ba-baik Tuan, kami akan coba sambungkan lagi!" kata presenter studio....
..."Dan kau, presenter wanita cantik yang berada di jembatan! Jangan diam saja! Kau harus terus siarkan berita ini, laporkan apa yang akan terjadi setelah ini!" kata penelpon tersebut....
..."Diam kau! Kau hanya aku tugaskan menyampaikan berita setelah ini!" ujar penelpon tersebut....
Duarrrrrr ....
Duarrr.......
Duartttt....
Berkali-kali bom di ledakan di jembatan itu! Hingga akhirnya membuat jembatan mengalami rusak parah, dan nyaris runtuh.
Aaaaaa.......
Teriakan panik, dan rasa sakit akibat luka benturan terdengar dari lokasi kejadian! Mobil-mobil yang tengah berlalu lalang bertabrakan dan terjebak di atas jembatan! Termasuk juga dengan Laluna dan para timnya, kamera milik timnya terjatuh akibat jembatan tersebut runtuh separuhnya, sementara Laluna dan timnya terpelanting hingga membentur pembatas jembatan.
Semua karyawan di stasiun televisi sama sekali tidak menyangka bahwa teror ini benar-benar sungguhan dan sangat keji! Penelpon tersebut menyiapkan puluhan bom, yang sudah diledakkan separuhnya.
__ADS_1
"Aw, kalian tidak apa-apa kan?" tanya Laluna.
Namun anggota timnya yang lain terlihat tidak sadarkan diri, mungkin karena kerasnya benturan. Banyak korban luka-luka yang keluar dari dalam mobil mereka.
Polisi yang sudah sampai di tempat kejadian, segera menyiapkan skema penyelamatan korban karena medan yang berbahaya jadi harus hati-hati, bisa saja sewaktu-waktu jembatan ini roboh seluruhnya, karena ledakan puluhan bom itu berhasil membuat jembatan setengah roboh.
Sementara beberapa polisi terlihat mengepung salah satu gedung yang sudah tidak terpakai, yang di yakini sebagai lokasi si peneror. Terlihat Laluna berusaha membangunkan satu persatu rekannya, Laluna panik dan tidak tau harus bagaimana untuk menyelamatkan teman-teman timnya.
Kejadian ini sungguh diluar dugaan, polisi berpakaian lengkap dengan alat penyelamatan untuk satu persatu mengeluarkan korban turun dari jembatan. Karena lewat darat di nilai akan memakan waktu yang terlalu lama, polisi meminta bantuan helikopter untuk membantu evakuasi.
Tan yang baru saja tiba di tempat kejadian! Melihat jembatan yang nyaris hancur, membuat perasaannya semakin tak karuan memikirkan nasib calon istrinya yang entahlah bagaimana nasibnya.
Terlihat garis polis dan polisi-polisi yang tengah mengevakuasi korban satu persatu. Tan yang hendak menerobos masuk ke dalam jembatan, sempat dihalangi oleh polisi.
"Lepaskan aku! Luna! Luna!" teriak Tan yang terus berusaha menerobos masuk.
"Sit! Lepaskan keparatt! Calon istriku ada masih terjebak di jembatan itu!" teriak Tan.
"Tim kami sedang berupaya melakukan evakuasi Tuan, mohon bersabar dan ini terlalu berbahaya jadi silahkan mundur!" kata salah seorang polisi yang menahannya.
Polisi sekuat tenaga menahan Tan yang justru semakin membabi-buta menyerang polisi yang menghalangi jalannya! Dihajarnya oleh satu persatu polisi yang menghalanginya untuk ikut proses evakuasi.
Bum....
Bum...
Pukulan demi pukulan dilayangkan oleh Tan, satu lawan tiga polisi dan Tan secara brutal melakukan perlawanan.
❤️❤️❤️
Lagi-lagi Arthan selalu powerfull kalau menyangkut nasib orang lain! Jangankan buat menyelamatkan calon istrinya, saingannya aja dia selamatkan,,,🦸🦸🦸
__ADS_1