Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 65


__ADS_3

Larisha pun tergugu kala tubuh kekar suaminya itu dengan entengnya menggendong tubuhnya menuju ke dalam kamar mandi.



"Oh, kau manis sekali sayang!" kata Tuan Lan menatap Larisha penuh cinta.


"Kau juga tampan sekali, jika anak kita laki-laki pasti dia akan sangat tampan seperti mu," kata Larisha yang malah menggoda suaminya dengan memainkan jari telunjuknya bergerilya di bagian da da kekar dan berotot itu.


"Ohh stthhh, sayang anak kita akan tampan dan cantik! Kau pasti hamil kembar sekaligus, aku yakin akan memiliki sedikitnya 9 anak yang lucu-lucu dari mu!" kata Tuan Lan, lalu menurunkan tubuh istrinya ke dalam bathtub.


Larisha kemudian meraih tengkuk leher Tuan Lan kemudian keduanya kembali berci uman dengan penuh kemesraan.


"Apa kau akan kembali menghujam milikku dengan knalpot mu itu Tuan?" goda Larisha sambil tangannya sudah menyasar meraih knalpot traktor sawah yang sudah mengeras dibawah sana.


"No, sayang! Hari ini aku tidak akan melakukannya, aku ingin kau beristirahat karena malam ini aku akan mengajakmu makan malam diluar," kata Tuan Lan.


"Makan malam?" heran Larisha.


__ADS_1


"Kau tau ada banyak penyesalan dalam benakku ketika aku menikahimu dengan cara seperti itu! Aku ingin mengulang kembali perkenalan kita dengan mengajak mu makan malam, lalu mengajakmu berkencan, dan melamar mu seperti halnya pasangan lain yang saling mencintai," kata Tuan Lan.


"Aku tidak memerlukan itu Tuan, kau ada disamping ku saat ini saja aku sudah bahagia," kata Larisha.


"Tidak, kau layak diperlakukan dengan cara sempurna untuk gadis sesempurna dirimu! Aku akan kembali menggelar pesta pernikahan yang sangat mewah untuk mu! Sehingga semua orang akan tau kau adalah Nyonya Alan Limson, kan ku jadikan kau wanita paling bahagia diseluruh dunia!" kata Tuan Lan sambil mengelus wajah istrinya yang saat ini tersenyum penuh haru.



Larisha pun kembali menyambar bibir suaminya, men ye sapnya penuh ga irah. Kali ini keduanya tidak melakukan penyatuan, Tuan Lan hanya memandikan Larisha, membantunya untuk memakaikan sabun cair beraroma chamomile, ylang-ylang, dan lavender ke seluruh tubuh Larisha.


Di sebuah Universitas terbesar di kota ini!



Ada banyak sekali calon mahasiswa yang menatap tertarik kearah Laluna, gadis itu memang paling menonjol akan kecantikan dan kemolekan tubuhnya diantara calon mahasiswi lain yang berdatangan.


"Wah Tuan, kau lihat! Aku tidak pernah membayangkan akan kuliah dia tempat sebagus ini," kata Laluna.


Tan yang melihat sedari tadi ada banyak pasang mata para lelaki yang menatap tertarik kearah Laluna pun, tiba-tiba sangat kesal bila Laluna menjadi pusat perhatian para lelaki.

__ADS_1


"Ya, maka dari itu jangan main-main dengan kuliah mu! Belajar yang serius," kata Tan dengan ketus.


"Main-main? Maksudmu main-main bagaimana Tuan?" tanya Laluna.


"Jangan pernah berpacaran,, atau mencari pacar disini fokus saja dengan kuliahmu! Ah sudahlah, ayo cepat setelah selesai dari sini kita akan ke apartemen ku dulu untuk mengambil berkas yang diminta oleh Tuan Lan!" kata Tan kemudian menarik tangan Laluna.



Jarak kampus Laluna dengan apartemen Tan memang cukup dekat hanya sekitar 15 menit saja sudah sampai! Setelah selesai dengan urusan kampus, Tan dan Laluna meninggalkan kampus menuju apartemen Tan.


Di dalam mobil! Terdengar dari penyiar radio peringatan bahwa sore ini akan turun badai salju jadi diharapkan semua orang agar tidak beraktivitas diluar rumah.


"Tuan kau dengar? Akan ada badai salju, sebaiknya kita tinggal lebih lama di apartemen mu! Aku akan memasak makan siang untukmu," kata Laluna.


"Ya, terserah kau saja!" ketus Tan.


Keduanya tiba di apartemen mewah Tan, tempat pertama kali dirinya dan Laluna saling berinteraksi. Tan dan Laluna pun masuk lalu menutup pintu apartemen.


__ADS_1


__ADS_2