Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 97


__ADS_3

Tuan Lan dan Larisha telah sampai kembali di kediaman mereka! Tak lama, disusul oleh mobil para anak buah Tuan Lan! Tapi Tuan Lan tak melihat mobil Tan yang ikut terparkir di halaman rumahnya. Tuan Lan pun menanyakan keberadaan Tan pada salah seorang anak buahnya.


"Dimana Tan? Kenapa aku tidak melihat mobilnya?" tanya Tuan Lan.


"Sepertinya Tuan Tan, langsung kembali ke apartemennya Tuan!" kata anak buah Tuan Lan.


"Dad, mungkin Tuan Tan kelelahan dia kan baru sampai di negara ini dan langsung turun tangan menyerbu markas group Brotherhood, biarkan saja dia istirahat!" kata Larisha.


Dalam hati Tuan Lan, mana mungkin Tan mengalami kelelahan dia tidak kesini pasti karena menghindari agar tidak bertemu dengan Laluna di rumah ini.


"Ayo masuk ke dalam!" ajak Larisha.


"Baiklah! Apa kita akan langsung atau kau butuh pemanasan terlebih dahulu?" tanya Tuan Lan.


"Oh ayolah! Aku harus mengecek anak-anak kita dulu di kamarnya Dad!" kata Larisha.


"Baiklah aku akan menunggu diatas ranjang! Cepatlah datang!" kata Tuan Lan sambil mengedipkan sebelah matanya.


Larisha pun tersenyum malu. Sebenarnya dalam hati Larisha pun dia sudah tidak sabar untuk menumpahkan rasa rindunya karena selama lima tahun lebih tubuhnya tidak tersentuh oleh Tuan Lan! Jelas has rat itu sudah dipuncak nirwana.


Tuan Lan pergi menuju ke kamarnya! Sementara Larisha pergi mengecek kamar Bright, dan melihat anak itu masih asik membaca buku.



"Bright, tidurlah!" kata Larisha.


"Aku akan menjadi seorang dosen atau pun Dokter ketika dewasa nanti!" kata Bright.


"Oh ya, kalau begitu Momy dan Dady pasti akan sangat mendukung mu!" kata Larisha.


"Jadi jangan pernah meminta ku untuk mengurus bisnis Dady!" kata Bright dengan pandangan kedua matanya masih tertuju pada buku.


"Baiklah sayang! Bright, Momy juga akan secepatnya meminta Dady untuk berhenti dari bisnis-bisnis hitamnya, jadi kau tidak perlu khawatir," kata Larisha.


Larisha mengerti betul bahwa Bright tidak menyukai bentuk kekerasan, ataupun dunia bisnis hitam. Setelah berbicara sebentar dengan Bright, Larisha pergi ke kamar Domanick! Dilihatnya anaknya yang satu itu tengah belajar bela diri sendirian didalam kamarnya.

__ADS_1


"Nick, kau sedang apa? Ini sudah malam, Momy tidak suka kau berlatih ilmu bela diri sampai larut malam begini!" kata Larisha.


"Oh ayolah mom! Aku akan menjadi pewaris bisnis Dady, aku harus bisa bertarung lebih hebat dari Dady!" kata Domanick.


"Nick, dengar! Momy tidak akan pernah membiarkan kamu terlibat dalam bisnis Dady, karena bisnis hitam itu akan segera ditutup!" kata Larisha.


"Momy jahat! Keluarlah dari kamar ku!" teriak Domanick.


"Ingat Nick, ini terakhir kalinya Momy melihat mu belajar cara bertarung seperti itu!" kata Larisha.



Domanick pun kesal karena Larisha selama ini selalu tegas melarangnya untuk mewarisi bisnis Dadynya ketika dewasa nanti. Tiba saatnya, Larisha mengecek ke kamar Brithney untuk memastikan anak manjanya sudah tidur atau belum.


Klek..


Pintu terbuka, dilihatnya kamar itu kosong! Larisha menutup kembali pintu kamar Brith, lalu mencari anak itu ke sekitar ruangan yang ada disitu. Karena tak kunjung menemukan Brithney, Larisha pergi menuju kamarnya untuk bicara pada Tuan Lan.


"Dad, Dad!" teriak Larisha.


Dan ketika tiba di dalam kamarnya! Brithney tengah memeluk Dadynya diatas ranjang. Ekspresi pusing Tuan Lan jelas terlihat, has ratnya sudah dipuncak tapi Brithney justru datang ke kamar ini.


"Ya, karena ini sudah malam Momy makannya Brith ke kamar Momy," kata Brithney.


"Sayang, Brith kan punya kamar sendiri," kata Larisha.


"Apa Momy lupa? Setiap malam Sabtu dan malam Minggu, Brith akan tidur di kamar Momy dan menemani Momy, sejak Dady koma kan Brith yang menemani Momy," Kata Brithney dengan polosnya.


Memang benar dulu Larisha lah yang meminta Brithney setiap malam Sabtu dan malam Minggu Brithney akan tidur di kamarnya! Tapi kan lain cerita sekarang, sudah ada teman tidur Larisha di dalam kamar ini.


"Sayang kau benar! Tapi kan Brith sudah besar sekarang, jadi Momy pikir lebih baik Brith bobo di kamar Brith saja ya!" bujuk Larisha.


"Iya sayang, Dady juga ingin Brith semakin mandiri dengan tidur di kamar Brith," bujuk Tuan Lan.


Britney pun hanya menatap wajah Momy dan Dadynya yang sudah memelas.

__ADS_1


"Baiklah! Momy dan Dady sangat kompak sekali," kata Brithney yang langsung turun dari atas ranjang.



Tuan Lan pun menahan senyum bahagia akhirnya bisa tancap gas, setelah lima tahun lebih. Larisha mengantar Brithney menuju kamarnya.


Sementara Tuan Lan kegiatan sampai memukul-mukul kasur dan menggigit-gigit bantal sebagai bentuk rasa senangnya.


Di dalam kamar Laluna!



Laluna masih terjaga didekat jendela, menatap kearah luar sementara pikirannya sangat merindukan Tan. Laluna mengecek layar ponselnya, dan untuk pertama kalinya Tan membuat update di akun media sosialnya, biasanya laki-laki itu tidak pernah sekalipun memposting apapun di akun media sosialnya, kini Laluna terkejut karena melihat Tan update sebuah foto di akun media sosialnya.


Dilihatnya oleh Luna, foto tersebut sebuah foto dimana Tan saat ini berada, Tan tengah berada di tepi sungai Alegria. Laluna berpikir untuk pergi menemui Tan.


"Aku ingin bicara dengannya untuk terakhir kalinya! Aku ingin tau perasaannya terhadap ku. Tapi untuk apa aku tanyakan itu, dia tidak pernah benar-benar mencintai ku, dia tidak pernah memperjuangkan hubungan kami! Lagi pula aku sudah menerima lamaran itu, dan sebentar lagi pesta pertunangan aku dan Daniel akan segera dilaksanakan, ku lihat Tuan Tan juga sepertinya tidak peduli." Batin Laluna.


Niat Laluna untuk menemui Tan pun dia urungkan karena percuma saja! Kini Laluna harus lebih menjaga perasaan Daniel, karena bagaimanapun Daniel telah melamarnya secara resmi.


"Ayo Luna fokus! Aku yakin kau bisa membuka hatimu untuk Daniel, ingat Luna Daniel benar-benar mencintai mu dan yang terpenting dia berani melamar mu secara resmi. Tidak seperti laki-laki itu, jangankan melamar mu, sekedar memberikan kabar atau datang ke rumah ini untuk menemui mu saja dia tidak pernah lakukan! Ingat itu Luna jangan jadi wanita bodoh lagu yang menunggu tanpa kepastian!" Gumam Laluna mencoba menguatkan hatinya agar tak goyah lagi memikirkan Tan.


Sementara itu di dalam kamar Tuan Lan!



Larisha membuka pintu kamar setelah selesai mengantarkan Brithney ke kamarnya! Tuan Lan pun tersenyum kearah Larisha, lalu disambut oleh senyuman manis Larisha, keduanya duduk diatas ranjang saling berhadapan.


"Aku merindukan mu mom," kata Tuan Lan.


"Aku juga sangat merindukanmu, habiskan malam ini dengan ku Dad," lirih Larisha.


"Tentu sayang! Aku tidak akan membuat mu tertidur malam ini, kau harus terus berada didalam penguasaan ku, sampai aku puas melampiaskan has rat yang sejak lima tahun lebih aku tidak keluarkan!" kata Tuan Lan yang mulai meraih tengkuk leher Larisha.


__ADS_1


❤️❤️❤️❤️


Ayo Dad, keluarkan! Mudah-mudahan mesin masih kenceng ya Dad, jangan sampai turun mesin dulu Dad🤭🤭


__ADS_2