Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 139


__ADS_3

Lain kehidupan di Jerman, di negara ini Brithney hidup dengan penuh kemanjaan dari Larisha dan Tuan Lan, apapun permintaan Brithney Tuan Lan dan Larisha pasti akan selalu mengabulkannya, tapi tanpa disadari oleh Tuan Lan dan Larisha sikap keduanya yang terlalu memanjakan Brithney, membuat Brithney tumbuh menjadi sosok yang tidak bisa diatur.


Sore harinya Brithney sudah berdandan cantik untuk pergi bersama dengan Reymond teman sekelasnya lebih tepatnya pacarnya saat ini! Brithney sudah menyiapkan strategi agar Larisha bisa mengizinkannya untuk pergi keluar rumah.


Dengan menyembunyikan pakaian seksinya di dalam tas ransel, Brithney menghadap Larisha untuk meminta izin belajar kelompok dengan teman-teman sekelasnya, padahal itu hanya alibinya saja untuk bisa pergi bersama dengan Reymond.


"Hai mom,"


"Loh Brith mau kemana? Bukankah hari ini tidak ada les?"


"Iya memang tidak ada les, tapi aku dan teman-teman sekelas ada tugas kelompok mom untuk dikerjakan sore ini! Boleh ya mom, please,"


Larisha mencoba memperhatikan wajah putrinya, maklum Larisha sudah kenyang dibohongi oleh Brithney, namun kali ini Larisha tak khawatir lagi karena dirinya diam-diam sudah memasang gps pada tas Brithney saat tadi Brithney tengah mandi.



"Kau tidak sedang membohongi Momy kan?"


"Oh my God mom, aku kan sudah berjanji tidak akan berbohong lagi masa Momy tidak percaya padaku?"


"Ya sudah Momy percaya, siapa yang akan menjemput mu? Bukan laki-laki berandalan itu kan?"


"Bukan mom, yang jemput Joana kok!"


"Oke Momy izinkan, dan kali ini Momy percaya! Tapi ingat Brith, kalau sampai kamu membohongi Momy lagi kali ini, Momy pastikan kau tidak akan pernah bisa keluar rumah lagi!"


"Iya iya Momy sayang, i love you mom!"


"Love you too princess!"


Brithney pergi dari kediaman mewahnya itu setelah mengecupp pipi Larisha, lalu sebuah mobil mewah datang menghampirinya didepan gerbang rumah itu!


"Come on baby! Kita akan bersenang-senang!" kata Reymond.


Brithney pun masuk ke dalam mobil setelah berhasil kembali membohongi Larisha. Reymond membawa Brithney ke salah satu bar untuk mabuk-mabukkan dan berpesta begitulah Reymond, sehingga Tuan Lan dan Larisha tidak akan pernah merestui putri kesayangan mereka jatuh pada pria berandal seperti Reymond.

__ADS_1



Setelah selesai mandi Larisha membuka handphonenya, untuk mengecek keberadaan putrinya itu. Dan betapa terkejutnya Larisha, saat mengetahui bahwa GPS itu berhenti di salah satu bar yang terkenal di kota ini.


"Britney!!!!!" Teriakan Larisha bahkan terdengar sampai ke lantai tiga rumahnya dimana pelayang sedang mengepel lantai dapat mendengar jelas teriakan Larisha.


"Anak itu benar-benar tidak bisa dipercaya! Momy akan seret kamu Brithney!" Larisha mengumpat sepanjang jalan menuju ke mobil.


Di dalam mobil, Larisha masih kesal karena lagi-lagi Brithney berbohong, semenjak berpacaran dengan Reymond satu tahun lalu, Brithney memang semakin sulit diatur dan selalu saja berbohong hingga Larisha dan Tuan Lan tidak tau lagi harus bagaimana cara menghadapi Brithney.


Setibanya di salah satu Bar, Larisha segera mencari dimana putrinya berada! Dan terlihat Brithney tengah duduk bersama dengan Reymond serta beberapa orang laki-laki dan perempuan mungkin itu teman mereka. Reymond mencekoki Brithney dengan minuman alkohol dan mulai memasukkan serbuk narkotika kedalam gelas yang berisikan minuman beralkohol itu, agar Brithney kembali meminumnya.


Reymond mulai mengangkat gelas yang sudah dia masukan serbuk narkotika agar Brithney mau meminumnya! Namun Larisha pun datang, dan merebut gelas tersebut.


Byurrrrr....


Disiramnya ke wajah Reymond hingga dia pun gelagapan.


"Sit berengsekk siapa yang berani menyiramkan ini?" kedua mata Reymond terpejam menahan perih akibat kedua matanya kemasukan alkohol.


"Momy, Momy kenapa bisa ada disini?"


"Tapi Momy,"


Larisha segera menarik secara kasar lengan Brithney, menyeretnya keluar dari dalam bar dengan paksa!


"Mom, Momy kasar sekali mom! Brith bisa jalan sendiri mom, lepaskan!"


"Diam Brithney! Habis kesabaran Momy sama kamu, pokoknya Momy akan beritahu Dady bagaimana kamu membohongi Momy dan kelakuan kamu hari ini!"


"Mom, maafkan Brith mom! Brith sudah dewasa, tolong jangan ikut campur kedalam kehidupan Brith lagi, Brith berhak bebas!"


"Apa? Bebas kamu bilang? Bebas mabuk-mabukkan, bebas menyentuh narkotika? Begitu maksud kamu? Kamu mau bebas dengan berandal itu? Jawab!" bentak Larisha.


"Momy berlebihan, Momy gak mengerti dunia anak muda!" Brithney segera masuk ke dalam mobil dengan masih merasa kesal pada Larisha.

__ADS_1


Sementara Larisha sudah pusing setengah mati mengurus anak-anaknya yang selalu membuat masalah. Minggu lalu juga Larisha dan Tuan Lan terpaksa harus terbang ke Jerman karena Domanick dilaporkan atas kasus pelecehan, karena setelah bercinta dengan salah seorang gadis Domanick tidak mau berpacaran dengannya.


Masalah itu pun selesai setelah Domanick membujuk wanita itu dan mau berpacaran dengannya. Sekarang ditambah lagi Brithney yang semakin hari semakin sulit diatur.


Dari kejadian hari ini, Tuan Lan dan Larisha memutuskan untuk tidak akan pernah memperbolehkan Brithney keluar rumah kecuali sekolah! Les dan lain-lain akan ditemani oleh Larisha langsung.


Tuan Lan menelpon Damian yang merupakan orangtua Daniel, untuk sekedar mengeluarkan keluh kesahnya hari ini.


"Hallo Dam, kau sedang sibuk?"


"Tidak Lan, aku baru saja pulang dari kantor bersama Daniel juga!"


"Aku sudah tidak tau lagi Dam, bagaimana cara mengatur Brithney, dia semakin menjadi-jadi!"


"Lan, kita sebagai orangtua memang patutnya khawatir, tapi kekhawatiran berlebihan juga akan membuat Brithney semakin melawan nantinya!"


"Lalu bagaimana Dam, aku tidak bisa diam saja melihat putri ku berkencan dengan laki-laki berandalan!"


"Begini saja Lan! Nanti Daniel akan pulang ke negara mu, dia akan mengambil alih perusahaan ku yang di sana!"


"Apa? Daniel akan kembali ke negara ini Dam? Wah, aku senang mendengarnya!"


"Ya, dan aku harap Daniel bisa membantu mu mengurus Brithney,"


"Ya aku yakin Daniel bisa membantu menasihati Brithney, andai saja putriku berkencan dengan laki-laki seperti Daniel, aku bukan hanya tidak akan melarangnya, tapi akan aku nikahkan detik itu juga!"


Hahaha


"Kau tau, aku pun berharap Daniel segera menikah! Kami juga khawatir Daniel tidak lagi menyukai perempuan bila terlalu lama dia tidak dekat dengan perempuan, Lan kau mau menjodohkan mereka?" kata Damian.


"Aku sih yes!


Hahaha...


Obrolan ditelepon itu berlangsung menyenangkan Tuan Lab juga tidak lagi stres setelah mengobrol dengan sahabat baiknya itu, meskipun berbeda negara namun keduanya selalu saling mengabari satu sama lain, dan dari obrolan itu Tuan Lan pun memikirkan serius tentang menjodohkan Brithney dengan Daniel.

__ADS_1


TAMAT...


Terimakasih untuk yang sudah setia membaca novel ini sampai sekarang, akhirnya maak othor bisa juga menyelesaikan novel no pelakor dengan cukup baik☺️☺️ Besok mungkin ada bonus chapter tentang Tan sama Laluna ya, bye bye semuanya sampai bertemu di lain novel💃💃💃


__ADS_2