Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 95


__ADS_3

Kedua orangtua Daniel yang juga merupakan rekan bisnis Tuan Lan itupun memulai pembicaraannya.


"Lan, aku senang kau sudah sadar dari koma! Saat Daniel mengatakan kabar baik itu, aku sangat terharu dan tak sabar ingin melihat keadaan mu secara langsung, ternyata benar kau bahkan sudah dapat berjalan normal!" kata Tuan Damian (Ayah Daniel).


"Ya, ku pikir aku tidak akan mengalami koma selama itu! Aku banyak kehilangan waktu dengan istri dan ketiga anakku! Aku berterimakasih banyak padamu Dam, karena ku dengar dari istriku kaulah yang membantu Tan untuk mengurusi bisnis & bisnis ku," kata Tuan Lan.


"Itu bukan apa-apa Lan, aku melihat mendengar kabar bahwa Tan mengalami kesulitan membagi waktunya, dia juga harus mencari penembak sialan itu yang detik ini masih bisa melanglang bebas," kata Damian.


Mendengar nama dari laki-laki yang hingga detik ini jadi penghuni di hatinya, membuat Laluna tertunduk, perasaan kesal, sedih, kecewa dan marah karena Tan ia rasakan ketika namanya terdengar dikedua telinganya! Daniel yang melihat expresi Laluna, sangat paham betul Laluna belum bisa melupakan Tan, tapi hal itu tak lantas membuat Daniel putus asa dia percaya suatu hari nanti, Laluna akan membuka hati untuknya.



"Jika kau butuh bantuan, apapun itu katakanlah Dan! Sebagai bentuk rasa terimakasih ku padamu, aku pasti akan mengabulkannya," kata Tuan Lan.


Hahahhah..


"Kau ini Tan, aku tidak ingin meminta apapun padamu! Tapi anakkku sepertinya dia membutuhkan bantuan mu!" kata Damian.


Larisha dan Nyonya Angeline (Ibu Daniel) pun saling tersenyum karena sudah mengerti kemana arah pembicaraan dari suami mereka. Tak lama beberapa pelayan datang mengantarkan minuman, dan makanan.


"Dam, minumlah dulu!" kata Tuan Lan.


"Silahkan Nyonya Angeline, maaf sedikit terlambat jamuannya!" kata Larisha.


"Ah tidak masalah Nyonya Risha," kata Angeline.


Semuanya mengambil cangkir minuman masing-masing, dan meneguk air dicangkir masing-masing untuk merilekskan suasana yang sudah mulai memanas. Setelah menaruh gelasnya masing-masing, pembicaraan kearah sana kembali dilanjutkan.



"Bagaimana Tuan Lan? Aku sangat mengenal putraku, dia tidak pernah sebahagia ini sebelumnya! Tapi semenjak bertemu dengan Laluna, Daniel yang tadinya pendiam sekarang mau bercerita banyak hal denganku, terutama bercerita tentang Laluna!" kata Angeline.

__ADS_1


Laluna pun mulai menengok kearah Daniel, banyak hal yang sudah Daniel lakukan selama lima tahun lebih ini.


"Bagaimana Mom?" tanya Tuan Lan.


"Dad, kalau aku terserah dengan Laluna saja! Apapun keputusannya, aku akan selalu mendukungnya, tapi Luna kakak senang sekali kau dekat dengan laki-laki sebaik Daniel!" kata Larisha.


Laluna pun masih diam seribu bahasa, membuat ketiga anak Tuan Lan menatapnya penuh tanya, sebenarnya aunty mereka mau atau tidak menerima lamaran dari Daniel.


"Luna, semua keputusan ada ditangan mu!" kata Tuan Lan.


"Luna, kami sangat berharap kau kau menerima anakku untuk menjadi suami mu! Jika kau menerima lamaran kami, maka kami akan segera mempersiapkan acara pertunangan yang mewah untuk mu dan Daniel," kata Damian.


Laluna menatap kearah Daniel, dan Daniel pun kembali melukiskan senyum diwajahnya lalu menganggukkan kepalanya sebagai isyarat jawab saja sesuai dengan keinginan mu, jangan takut.


"Aku! Mmth, aku menerimanya dan aku ingin kau menjadi suamiku Daniel!" kata Laluna dengan nada bicaranya yang gugup dan berharap keputusannya itu tidak salah.


Wajah Daniel langsung sumringah, kedua matanya sampai berkaca-kaca, begitu juga dengan Larisha dan kedua orangtua Daniel yang sangat bahagia mendengar keputusan Laluna. Daniel langsung beranjak dari tempat duduknya, lalu meraih kedua tangan Laluna agar Laluna berdiri.


Laluna pun berdiri, dengan kedua telapak tangan yang masih digenggam erat oleh Daniel, Daniel mengutarakan rasa bahagianya didepan keluarga Laluna dan didepan kedua orangtuanya.


"Daniel, lepaskan tanganku! Apa kau tidak malu didepan orang tua mu?" tanya Laluna yang merasa malu Daniel bersikap mesra begini didepan orangtuanya.


Daniel pun mendekati wajah Laluna,. sementara Laluna hanya menundukkan wajahnya, tanpa diduga Daniel hendak menci um bibir Laluna sebagai bentuk kepemilikannya, namun Laluna menghindari dan ci uman itu mendarat di pipi nya. Tapi tak masalah bagi Daniel, karena Daniel tak ingin memaksakan perasaan Laluna secara terburu-buru.



Keluarga Daniel akhirnya berpamitan pada keluarga Laluna setelah lamaran itu diterima, maka kedua keluarga itu akan mulai sibuk untuk menggelar acara pertunangan yang sangat mewah untuk Laluna dan Daniel, acara pertunangan itu akan secepatnya diselenggarakan.


Sementara itu!


Tan yang harus saja tiba di bandara negara ini sambil mendorong pembunuh bayaran itu dikursi roda, karena kedua kakinya tidak akan pernah bisa digunakan lagi seumur hidupnya akibat pukulan batu besar yang Tan lakukan padanya.

__ADS_1


Tan hendak menelpon para anak buah Tuan Lan untuk menuju markas brotherhood karena Tan sudah membawa bukti hidup bahwa group itu lah dalang dibalik peristiwa penembakan Tuan Lan, sehingga mereka tidak akan bisa mengelak lagi. Namun saat Tan membuka handphone miliknya, terlihat di layar ponselnya itu, beberapa panggilan masuk dan pesan dari Tuan Lan.


...Tan kau dimana? Daniel, akan melamar Laluna! Aku tidak bisa memberitahukan kaulah pendonor itu tanpa izin darimu, balas lah pesan ku!...


Begitulah isi pesan Tuan Lan yang meminta izin pada Tan untuk mengatakan yang sebenarnya namun Tan tak kunjung membalas, sehingga Tuan Lan urung mengatakannya. Hati Tan terasa dicambuk puluhan kali, namun Tan mencoba tenang dan mencoba percaya bahwa Laluna tidak mungkin menerima Daniel. Tan percaya Laluna akan menunggunya, setelah dari markas brotherhood Tan akan langsung menemui Laluna dan mengatakan sendiri bahwa dialah pendonor itu.


Tan pun berhenti berjalan sejenak, lalu memutuskan untuk menelpon Tuan Lan, untuk menanyakan apa jawaban dari Laluna.


"Hei bodoh! Kenapa kau berhenti mendorong kursi roda ini?" tanya pembunuh bayaran itu.


"Diamlah! Atau kedua tanganmu ikut aku buat lumpuh seperti kedua kakimu!" kata Tan yang sedang stres berat setelah mendapatkan kabar tentang lamaran itu.


Kring..


Kring..


Tuan Lan yang sedang bersama Larisha dan ketiga anaknya di ruangan televisi pun melihat layar handphonenya berdering, dan melihat itu panggilan telepon dari Tan maka Tuan Lan buru-buru hendak menjauh dari Larisha untuk mengangkat telepon itu.



"Dad, kau kau kemana?" tanya Brithney.


"Dady akan mengangkat telepon dulu sayang! Kau menonton dengan Momy dan kedua kakakmu dulu saja!" kata Tuan Lan.


"No Dad, aku tidak mau jauh darimu!" kata Britney.


"Dasar gadis manja!" celetuk Domanick.


"Dady segera kembali, okay!" kata Tuan Lan.


Brithney pun mengangguk, gadis manja itupun kembali menonton televisi, sembari tidur dipangkuan Momynya.

__ADS_1


❤️❤️❤️


Maaf ya maaf othor libur dua hari🙏🙏 Sekarang siap gas gas lagi sampai beberapa bab pokoknya! Jangan lupa untuk like disetiap babnya ya maak.💃💃💃


__ADS_2