Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 38


__ADS_3

Waktu terus bergulir satu jam berlalu begitu saja, namun belum ada tanda-tanda operasi selesai. Larisha juga terus mondar-mandir didepan pintu ruangan operasi.


"Risha ini sudah waktunya jam makan siang! Kita makan siang dulu didekat rumah sakit sini!" kata Tuan Lan.


"Tapi Tuan," sanggahan Larisha.


"Apa kau akan membangkang lagi perintahku?" tanya Tuan Lan.


"Bukan begitu maksudku Tuan, tapi cobalah perlakuan aku seperti manusia Tuan, adikku sedang berjuang hidup dan mati didalam sana, apa bisa aku dengan enaknya makan siang denganmu?" tanya Larisha.


"Lalu apa kau pikir, dengan mondar-mandir seperti itu, apa adikmu akan langsung sembuh? Adikmu, dia sedang ditangani oleh Dokter yang hebat, biarkan mereka bekerja dan perhatikan kesehatanmu sendiri!" kata Tuan Lan.



Larisha hanya bisa menundukkan wajahnya dan tidak lagi bisa berkata-kata.


"Apa kau mau sakit? Lalu ketika adikmu selesai operasi, tidak ada yang menjaganya?" tanya Tuan Lan.


"Tidak Tuan aku ingin sehat terus," kata Larisha.

__ADS_1


"Kalau begitu, berhenti membangkang perintahku!" kata Tuan Lan.


Larisha akhirnya menuruti keinginan Tuan Lan untuk makan siang didekat rumah sakit, keduanya pergi meninggalkan ruangan operasi namun beberapa anak buah Tuan Lan tetap standby disana.



"Hei, kenapa Tuan Lan bisa memberikan perhatian seperti itu pada tawanannya?" tanya seorang anak buah.


"Aku pun heran, akhir-akhir ini sikap Tuan Lan seperti lebih baik, dulu dia tidak pernah memberikan perhatian seperti itu pada wanita manapun!" ujar seorang anak buah yang lain.


"Mungkin karena gadis itu sudah terlanjur dinikahi oleh Tuan Lan, atau mungkin karena gadis itu sangat cantik luar biasa," timpal satu orang lainnya.


"Tidak, tidak! Menurutku gelagat Tuan Lan seperti laki-laki yang sedang jatuh cinta, tapi dirinya menolak! Apa kalian paham?" tanya seorang anak buah Tuan Lan.


"Ah kau bodoh! Didalam hatinya dia sudah jatuh hati terhadap nona Larisha! Tapi keangkuhan dalam diri Tuan Lan menolak itu, jadi seperti inilah sikapnya," ujar anak buah Tuan Lan berusaha menerka-nerka.


Di sebuah restoran yang berada tepat di seberang rumah sakit! Tuan Lan duduk berhadapan dengan Larisha yang masih nampak murung, Tuan Lan kemudian memesan beberapa menu makan siang untuk dirinya dan juga Larisha.


__ADS_1


Larisha yang bosan akhirnya mengeluarkan handphone baru yang dia beli menggunakan black card yang digunakan. Melihat sang istri ternyata sudah mempunyai handphone namun keduanya belum bertukar nomor telepon satu sama lain, Tuan Lan pun merebut handphone mahal itu dari tangan Larisha.


"Eh, Tuan kok handphonenya diambil? Kembalikan dong! Ketus Larisha.


Tuan Lan tak menggubris rengekan Larisha, dia fokus dengan layar handphone milik Larisha, dan mengetikkan nomor teleponnya sendiri! Setelah itu Tuan Lan melakukan panggilan pada nomor teleponnya sendiri sehingga nomor Larisha pun muncul dilayar handphonenya.



"Tuan, kembalikan!" kata Larisha.


"Ini," kata Tuan Lan yang sudah selesai mencatat nomor isterinya itu.


Larisha pun mengambil handphone miliknya kembali dan dilihatnya, Tuan Lan menuliskan nama dirinya sendiri di handphone Larisha dengan nama ( suami ).


"Hah, suami???" kaget Larisha.


"Kenapa apa aku salah? Suka tidak suka memang aku ini suamimu! Jadi mulai sekarang, kau harus selalu menghubungiku," kata Tuan Lan.


"Dasar aneh!" Gumam Larisha, yang kemudian menorehkan senyum tipis dibibirnya. Secara sudah dari hari-hari lalu Larisha ingin seperti pasangan suami isteri lainya, yang memiliki nomor telepon suaminya sendiri dan sekarang Tuan Lan mengabulkan itu.

__ADS_1


❤️❤️❤️


Pengawal-pengawal pribadi Tuan Lan kek emak-emak komplek ya maak, ngegibah mulu kerjaannya 😅💃💃


__ADS_2