
Sesampainya di kediaman Tuan Lan, mereka turun dari mobil! Bright, Domanick langsung digandeng oleh pengasuh mereka untuk segera mandi, sementara Brithney dia lebih memilih menempel dengan Larisha.
"Mom, Dady kapan pulang?" tanya Brithney.
"Seharusnya si sudah sampai di rumah, mungkin macet Brith, kau mau menunggu Dady dulu, baru habis itu mandi?"
"Ya mom, aku akan tunggu Dady di ruang tamu saja!"
"Oke, kalau begitu Momy akan menemanimu,"
Tak berselang lama, mobil Tuan Lan tiba di halaman rumahnya, Tuan Lan turun dengan menenteng tas kerja berwarna coklat tua itu! Sejak berhenti dari bisnis hitamnya, Tuan Lan memang teratur pulang sore hari.
Tuan Lan pun masuk kedalam rumah, dan Brithney yang melihat Dadynya sudah datang segera berlari untuk menyambut kedatangan Tuan Lan.
"Dady!"
Brithney meminta gendong pada Tuan Lan, dan dengan senang hati Tuan Lan menggendongnya. Sementara Larisha segera menghampiri keduanya.
"Brith, kau menunggu Dady pulang?"
"Ya Dady, aku sangat merindukanmu,"
"Ini manis sekali sweetheart, kau memang anak termanis Dady! Dady sangat menyayangi mu nak,"
Tuan Lan mendaratkan kecu pannya dipipi Brithney, sambil terus menggendongnya.
"Dad, Momy juga mau kecu pannya, kan Momy juga menunggu kau pulang sejak tadi,"
"No, Dady jangan! Dady milikku,"
"Brithney, Momy juga mau,"
Ketiga orang itu larut akan kebersamaan yang menggembirakan, Tuan Lan sangat bersyukur memiliki anak perempuan secerewet Brithney, karena ketika anak itu sakit dan tidak banyak bicara, rumah ini seperti kehilangan penghuninya.
Tuan Lan bersama dengan Larisha pergi menuju kamar Brithney untuk segera memandikan gadis kecil itu, karena hari sudah mulai gelap.
Di dalamnya, Laluna masih meringis memegangi perutnya karena rasa mual itu semakin kuat!
Tok.
Tok.
Tok.
"Nona, ini aku,"
"Masuklah!"
__ADS_1
Seorang pelayan masuk, pelayan yang tadi sempat dimintai tolong oleh Laluna untuk membelikan testpack!
"Ini nona, kau tinggal mengikuti petunjuknya saja!"
"Baiklah, terimakasih banyak,"
"Kalau begitu aku permisi keluar!"
Pelayan pergi meninggalkan kamarnya! Sementara Laluna, segera menuju kamar mandi untuk menjawab rasa penasarannya, apakah benar rasa tidak enak badannya ini karena dirinya tengah hamil ataukah ini hanya sakit biasa.
Di dalam kamar mandi, Laluna membaca petunjuk pemakaian yang terdapat dalam kemasan testpack tersebut! Dilakukannya sesuai arahan dari petunjuk tersebut, dan tinggal menunggu beberapa detik maka akan ketahuan hasilnya.
Laluna tidak berani membuka kedua matanya untuk melihat hasil testpack tersebut, apakah garis satu ataukah garis dua.
"Aku tidak percaya jika aku sampai hamil! Arthan, aku masih ingin berduaan denganmu tapi bagaimana jika aku hamil sekarang? Itu berarti setelah menikah aku akan sibuk menjadi seorang ibu."
Laluna perlahan membuka kedua matanya, dilihatnya testpack yang sudah beberapa detik ditunggu hasilnya itu, dan benar saja terlihat dua garis merah walaupun masih samar-samar yang satu garisnya.
"Oh my God! Aku hamil!"
Laluna segera keluar dari dalam kamar mandi sambil membawa testpack yang sudah terlihat hasilnya itu! Laluna mencari-cari handphone miliknya, hendak menelpon Tan! Namun, Laluna berpikir untuk memotret hasil testpack tersebut dan dikirimkan pada Tan.
Tan yang saat ini sedang menikmati secangkir kopi hangat sembari memandangi pemandangan diluar apartemennya! Mendapati handphone miliknya bergetar, sebuah pesan masuk dari Laluna.
"Foto? Luna, kiri foto apa?"
Tan melihat sebuah foto testpack bergaris merah dua, namun karena tidak mengerti akan alat apa itu Tan pun menelpon Laluna,
...📞"Hallo Luna, apa yang baru saja kau kirimkan itu?"...
..."Hallo Tan, tentu saja itu testpack apa kau tidak tau itu?"...
..."Ya, aku seperti pernah mendengarnya! Lalu untuk apa dikirimkan terhadap ku?" ...
..."Tentu saja karena garis dua ditespack itu kau penyebabnya! Aku hamil Arthan,"...
..."Apa? Hamil? Sejak kapan?"...
..."Mana aku tau, yang jelas rasa mual ini karena aku sedang hamil, karena sudah satu Minggu ini aku telat datang bulan,"...
..."Aku senang sekali mendengarnya sayang, kali kau hamil sekarang itu berarti tidak lama lagi aku akan menjadi seorang ayah,"...
..."Iya dan aku akan jadi Momy muda," ...
..."Aku akan mengumumkan kehamilan mu di pesta pernikahan kita sayang! Kau jangan beritahu dulu kak Lan dan Kak Risha, mereka pasti akan senang dengan kejutan ini!"...
..."Ya baiklah terserah saja, tapi Tan aku masih ingin berduaan denganmu! Aku senang aku hamil, tapi aku tidak menyangka secepat ini,"...
__ADS_1
..."Itu karena kekuatanku yang terlalu dahsyat sayang, makanya kau cepat hamil, kau tenang saja Luna meskipun nanti kau dan aku akan sibuk ketika baby itu lahir tapi aku berjanji akan selalu menyempatkan waktu untuk kita pergi berkencan berdua,"...
..."Benarkah? Kau memperbolehkan aku untuk memperkerjakan babysister?" ...
..."Tentu saja sayang, jika kehamilan mu membuat mu tidak enak badan! Kita bisa pergi bulan madu, setelah kau melahirkan nanti,"...
..."Hmm,,, rasanya aku sudah tidak sabar ingin segera menjadi Nyonya Arthan,"...
..."Sekarang kau harus banyak istirahat sayang, dan jangan sampai telat makan! Ingat sekarang kau bukan hanya harus memikirkan dirimu, tapi juga bayi kita,"...
..."Baiklah Dad,"...
..."Apa? Kau memanggilku barusan apa??"...
..."Tidak, tidak ada, aku hanya berkata baiklah,"...
..."Tidak, aku yakin tadi kau mengatakan baiklah Dad? Ayo katakan lagi!"...
..."Tidak kau salah dengar Tan, sudahlah aku mau mandi dulu, bye,"📞...
Laluna menutup teleponnya! Sementara Tan yang sangat bahagia dengan kabar kehamilan Laluna, sangat tidak menyangka bahwa dirinya berhasil menanamkan bibit unggul itu dirahim gadis yang sangat dia cintai, Arthan tidak ada henti-hentinya tersenyum mengingat kehamilan Laluna,
Selama ini dia hanya dapat menyaksikan kebahagiaan Tuan Lan memiliki putra dan putri yang lucu-lucu dan membuat kediamannya ramai, kini sebentar lagi dirinya akan merasakan hal yang sama dengan Tuan Lan.
Keesokkan harinya!
Pagi-pagi Larisha seperti biasanya akan sarapan bersama dengan anak-anak dan Tuan Lan, namun kali ini ada pemandangan baru karena Laluna ikut sarapan di meja makan yang luas ini, biasanya Laluna akan sarapan di tempat kerjanya karena harus berangkat pagi ke stasiun televisi itu tapi setelah memutuskan untuk berhenti kerja Laluna bisa ikut sarapan bersama.
"Pagi anak-anak," sapa Laluna,
"Kenapa aunty tidak pergi bekerja?" tanya Domanick,
"Untuk apa aku memiliki kakak, kakak ipar, dan calon suami yang kaya jika aku masih harus bekerja?"
"Matre sekali," celetuk Brithney,
"Biarin, weeeee," Laluna menjulurkan lidahnya,
"Bright, nanti Momy sama Brithney akan pergi ke tempat kerja aunty, setelahnya Momy akan ada arisan dengan teman-teman momy! Nanti kau sampaikan pada miss Elsa kalau Brithney izin hari ini,"
"Hmm," singkat Bright,
"Ealah, anak ganteng yang satu itu irit banget ngomong,"
"Bright, kalau Momy mu bicara dijawab yang benar dong! Dady tidak suka kau menjawab hanya dengan suara dalam,"
__ADS_1
❤️❤️❤️
Tung bes tung SAR ya Tan, sekali Bess langsung jadi besar perut neng Luna😅