
Sebuah jawaban cerdas dari Daniel yang lagi-lagi semakin menjerat Laluna semakin tidak bisa berhenti dari pertunangan ini. Laluna tidak tega menyakiti perasaan Daniel lebih dalam lagi.
Setelah menenangkan Laluna, dan Laluna bisa berhenti menangis. Daniel mengantarkan Laluna pulang ke kediaman Tuan Lan. Sesampainya di kediaman Tuan Lan! Daniel masuk ke dalam rumah bersama Laluna untuk berpamitan dengan Tuan Lan dan juga Larisha.
Tanpa di duga oleh Laluna dan Daniel, di ruang televisi, Tuan Lan, Larisha, Bright, Domanick dan Brithney juga Tan tengah bersama. Tan terlihat tengah mengangkat tubuh mungil Brithney dan membuatnya seperti sedang terbang di udara.
"Brith terbang, hore!" kata Brithney.
"Mau lebih tinggi lagi?" tanya Tan dengan sumringah.
"Mau paman Tan, mau!" kata Brithney.
Sementara Larisha dan Tuan Lan hanya tertawaan melihat Brithney yang begitu kegirangan tubuhnya diangkat oleh Tan.
"Kak," panggil Laluna.
Sontak Tan menghentikan permainannya dengan Brithney, lalu menurunkan Brithney kembali.
"Luna kau sudah pulang! Hai Daniel, apa Luna membuatmu kerepotan hari ini?" tanya Larisha.
"Tidak kak, Luna justru terlihat bahagia dan senang hari ini, aku pun jadi ikut senang," kata Daniel.
"Aunty, pacarku lebih tampan dari pacarmu sekarang!" kata Brithney dengan polosnya.
"Hah , pacar?" tanya Laluna lalu mendekati Brithney yang saat ini berada didekat Tan.
"Iya, Momy dan Dady sudah aku kenalkan dengan pacarku!" kata Brithney.
"Dasar genit!" ucap Domanick.
Larisha dan Tuan Lan pun bingung siapa pacar yang dimaksud oleh anaknya itu.
"Siapa memang pacarmu?" tanya Laluna.
"Paman Tan! Lihatlah dia sangat tampan, ketika aku sudah besar aku akan menikahinya," kata Brithney dengan polosnya.
Aku juga ingin sekali menikahinya Brithney. Suara hati Laluna yang andai saja bisa dia utarakan.
Hahaha..
"Hei Brith, kau pikir paman Tan mau dengan mu? Paman Tan pasti sudah memiliki kekasih yang sangat cantik, dan baik, iya kan Dad? Mana mungkin Tuan Tan masih sendiri," tanya Larisha.
"Iya betul! Bahkan kemarin ada yang ke kantor dan meminta untuk dijodohkan dengan Tan, wahhh pokoknya gadis itu sangat cantik dan seksi mom," kata Tuan Lan yang sengaja agar Laluna cemburu mendengar perkataannya.
__ADS_1
Mendengar hal itu, hati Laluna langsung terbakar api cemburu! Isi kepalanya bahkan mendidih dan tak lama lagi akan meledak.
..."Dasar buaya! Cepat sekali dia menerima wanita lain! Dia bilang dia mencintai ku, tapi ini apa? Apa dia akan menikah dengan wanita itu? Siapa wanita itu?" batin Laluna saat ini ramai oleh pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dia dapatkan jawabannya....
"Luna! Luna!" panggil Daniel yang membuat Laluna tersadar dari lamunannya.
"Ya, ya apa?" tanya Laluna.
"Aku harus pulang sekarang!" kata Daniel.
"Ya sudah, kak Daniel harus pulang sekarang!" kata Laluna.
"Baiklah, terimakasih Daniel, jaga kesehatan mu san jangan terlalu banyak berkendara karena pertunangan kalian kan hanya tinggal menghitung hari!" kata Larisha.
"Iya kak Risha, aku pasti akan sangat menjaga kesehatan! Kak Lan, aku pamit!" kata Daniel.
"Iya, berhati-hati lah!" kata Tuan Lan.
Daniel pun pergi meninggalkan kediaman Tuan Lan. Laluna yang masih penasaran dengan sosok wanita yang tadi disuarakan oleh Tuan Lan, langsung ikut bergabung di ruangan televisi itu berkumpul dengan semuanya untuk menggali informasi lebih lanjut.
"Luna, kau istirahatlah di kamar!" kata Larisha.
"Iya kak, sebentar lagi! Aku ingin membantu Bright belajar," kata Laluna yang melihat Bright tengah fokus dengan buku.
Laluna pun menggaruk-garuk kepalanya!
Ngeselin banget nih anak, ga bisa diajak kerjasama sama sekali dalam hati Laluna. Akhirnya karena tak ada alasan untuk tetap gabung, Laluna pun pergi meninggalkan ruangan televisi untuk menuju ke kamarnya.
Tanpa disadari Laluna, rupanya Tan mengikutinya dari belakang sampai ke depan kamarnya. Laluna yang mengetahui Tan mengikutinya, segera berbalik arah.
"Kenapa kau mengikuti ku?" tanya Laluna.
Tan pun mendekati Laluna yang masih memasang wajah bad mood.
"Tuan Lan hanya iseng berkata begitu, tidak ada wanita yang aku terima untuk dekat denganku!" kata Tan.
"Jadi benar ada wanita yang terus mendekati mu di kantor?" tanya Laluna dengan wajah serius.
"Ya, ada beberapa kebanyakan putri dari rekan bisnis Tuan Lan!" kata Tan.
Laluna pun menghembuskan nafas panjangnya.
"Lalu apa kau juga akan bertunangan dengan salah satunya?" tanya Laluna.
__ADS_1
"Kenapa kau masih menanyakan itu? Tentu saja tidak!" kata Tan.
"Kenapa? Apa kau tidak akan menikah?" tanya Laluna.
"Tidak," kata Tan.
"Kenapa?" tanya Laluna.
"Karena wanita yang akan aku nikahi, akan menikah dengan laki-laki lain," kata Tan.
...Ya Tuhan, lihatlah betapa menggemaskan laki-laki yang berada dihadapan ku saat ini, saat dia berkata begitu. Ingin sekali aku membawanya masuk ke dalam kamarku, lalu aku gigit bibirnya! Tapi, aku tidak ingin menyakiti hati Daniel lagi aku harus bisa melawan perasaan ku....
"Aku pulang dulu! Sampai bertemu di hari pertunangan mu!" kata Tan.
Tan pun berbalik lalu melangkah pergi meninggalkan Laluna yang masih menatap kearah Tan. Ingin rasanya Laluna memeluk Tan dari belakang, tapi nasi sudah menjadi bubur, Laluna harus bisa bertanggung jawab atas keputusan yang sudah dia ambil.
Beberapa hari kemudian!
Tibalah waktunya hari yang dinanti-nanti oleh Daniel, dimana dirinya akan memasangkan sebuah cincin dijari manis Laluna sebagai pengikat hubungan antara keduanya. Hari yang membuat Daniel dari mulai bangun tidur hingga kini sudah berpakaian baju rapih, tak henti-hentinya tersenyum bahagia.
Pertunangan yang di gelar secara tertutup, hanya dihadiri oleh keluarga dan para sahabat dekat dari keluarga Tuan Lan dan juga keluarga Daniel saja.
Dekorasi pertunangan yang dilakukan secara outdoor, berkonsep di alam hijau yang dipilih oleh kedua keluarga. Sudah terlihat beberapa sahabat dari masing-masing keluarga, bahkan Dokter Fred ( Dokter asal Singapure yang melakukan operasi transplantasi sumsum tulang belakang Laluna) , turut hadir karena sedang liburan ke negara ini dan mendapatkan kabar dari Tuan Lan bahwa Luna akan bertunangan.
Keluarga Daniel sudah dalam perjalanan menuju ke tempat diadakannya pesta pertunangan. Akhirnya penantian dan kesabaran panjangnya selama lebih dari lima tahun memuahkan hasil juga, dirinya akan segera bertunangan dengan gadis yang selama ini dia idam-idamkan.
Sementara Tuan Lan sudah berada di lokasi dan menyambut kedatangan para sahabatnya, termasuk Dokter Fred.
"Fred, apa kabar?" tanya Tuan Lan yang langsung berjabat tangan dan menyambut Dokter Fred dengan senang hati.
"Lan akhirnya kita bertemu lagi! Aku bertemu denganmu saat kau koma, aku menjenguk mu saat itu! Senang kau sudah baik-baik saja," kata Dokter Fred.
"Ya aku mendengar bahwa kau menjenguk ku saat itu, terimakasih banyak Fred. Setelah acara selesai, kau wajib bermalam di kediaman ku okey!" kata Tuan Lan.
"Baiklah Lan jika kau memaksa," kata Dokter Fred.
❤️❤️❤️
Kedatangan Dokter ganteng nih, pada masih ingat engga ya sama Dokter Fred??🤔
Mau mampir ya Dok ke kediaman Tuan Lan, kalau begitu othor jadi inem dulu lah di kediaman Tuan Lan ga digaji gapapa yang penting bisa say hai sama Dokter Fred🤭😁😁
__ADS_1