Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 106


__ADS_3

Seolah belum puas dengan tercurahnya has ratt kerinduan yang sejak tadi Laluna dan Tan lakukan! Kini keduanya sudah berjalan sambil terus berci u man kearah ranjang di apartemen itu! Ranjang bersejarah tempat keduanya pertama kali saling memiliki satu sama lain.


"Ahhhhhhhh, aku sangat menginginkan mu Luna!" lirih Tan yang melepaskan ciu mannya dulu untuk beberapa saat.


"Aku menginginkan mu malam ini! Jangan pernah pergi lagi dariku! Ahhhhhh,,," de sah Laluna.


Tubuh Tan kini sudah berada diatas tubuh Laluna, Tan melepaskan pakaiannya sendiri yang sejak tadi belum sempat dirinya lepas, begitu pun celana yang dia kenakan! Tan sudah tidak sabar untuk menumpahkan naf su yang telah lama ia pendam, sementara gadis yang saat ini berada dibawah kekuasaannya hanya bisa pasrah memandangi tubuh atletis dari laki-laki yang usianya terpaut tiga belas tahun dengannya.


Tan yang baru saja selesai melepaskan seluruh pakaiannya! Kembali datang menyambar bibir Laluna, menye sapnya tanpa membiarkan Laluna mengambil nafas untuk sejenak. Tubuh keduanya yang sudah polos, membuat ga i rah Tan semakin memuncak.



Ditatapnya kedua buah melon import yang besar dan sintal didepan wajahnya itu, lalu dihi s apnya dengan kuat put think melon itu satu persatu sambil kedua tangannya terus me rem as kedua melon import yang tengah dia nikmati itu.


"Oughttt ahh, ahhhhhh mmmmthhhh," de sah Laluna.


Sesekali Tan menjulurkan lidahnya untuk memutari dan memainkan bagian put think melon milik Laluna secara bergantian, ujung lidah Tan menyapu put think melon milik Laluna! Memberikan sensasi luar biasa yang menjalar ke seluruh bagian tubuh Laluna.


Kemudian di his a pnya lagi secara kuat oleh Tan. Tentu saja belum cukup dan belum puas sampai disitu saja setelah bermain cukup lama dengan melon import yang membusung besar milik Laluna.


Tan menge cup bagian perut langsing Laluna, hingga kecu pan-ke cupan itu menjalar ke bagian paha milik Laluna, seolah Laluna hidangan lezat yang tersaji dihadapannya, Tan me lum at setiap inci bagian tubuh Laluna, kedua paha Laluna sudah dipenuhi oleh bekas Saliva dari Tan.


Naf su Tan semakin besar saat lidahnya menyusuri kaki jenjang Laluna, hingga telapak kaki Laluna di lum atnya satu persatu jari-jari di kaki Laluna yang membuat Laluna menggeliat penuh nikmat.


"Ahhhhh sittt Ahhh Arthan kau sangat liar, Ahhh I like it!" de sah Laluna yang tubuhnya semakin menikmati setiap sentuhan yang dilakukan oleh Tan.


Tan membalikkan tubuh Laluna, hingga posisinya saat ini tengkurap sini latnya kembali betis-betis Laluna lalu kemudian semakin naik kearah kedua paha Laluna, sementara Laluna menikmati setiap inci tubuhnya diberikan sensasi yang tak biasa oleh Tan.


"Ahhhhh ssssstthhhh aku tidak tahan lagi," de sah Laluna yang menenggelamkan wajahnya pada kasur sementara kedua tangannya me rem as kasur.


Tan terus menyusuri kedua paha mulus Laluna, di ji latnya kemudian di hi sapnya dengan kuat, Tan terus mendaratkan ke cup an-ke cu pan itu hingga sampai di bagian bok ong kiri dan kanan Laluna. Di re masnya kemudian kembali di ji latnya oleh Tan, hingga tubuh Laluna bergetar hebat.



"Oughttt emmmthhh," de sah Laluna.

__ADS_1


Tan tak henti-hentinya menikmati setiap inci bagian tubuh Laluna, hingga saat ini Tan terlihat tengah me nge cup, lalu meng hi sap punggung Laluna hingga menjalar ke bagian leher Laluna, lidah Tan bergerilya bermain dileher bagian belakang Laluna hingga akhirnya sampai di telinga kanan Laluna.


Diji latnya daun telinga sebelah kanan Laluna, hingga Laluna semakin me nge rang hebat, lalu bergantian daun telinga bagian ka nan yang habis di ji latnya. Nafas Laluna terengah-engah saat mendapat serangan bertubi-tubi dari Tan yang membuat seluruh tubuhnya kini basah oleh sisa-sisa salivanya.


Tan kembali membalikkan tubuh Laluna hingga tubuh itu terlentang dihadapannya! Di bukanya kedua kaki Laluna hingga satu tangan Tan berada ditengah-tengah kedua pangkal paha tersebut. Tanpa basa-basi, Tan memainkan bagian inti milik Laluna.


"Ahhhhhh yes, ahh I like it, Arthan kau nakal," de sah Laluna.


"Kau suka sayang? Tubuhmu hanya milik ku Luna, selamanya!" kata Tan.


Kemudian dua jari Tan menerobos ke dalam bagian inti milik Laluna yang sudah banjir sejak tadi.


"Ahhhhhh mmmmthhhh kau memasukkannya, Ahhh," de sah Laluna saat Tan mulai mengeluar masukkan kedua jari-jarinya.


Tan dengan kencangnya mengoyak bagian inti milik Laluna dengan jari jemarinya, hingga Laluna menjerit kencang.


"Ahhhhhhhhh sitttt Arthan oughttt Arthan yeahhh," de sah Laluna.


Tak tahan melihat tubuh Laluna, dan jeritan-jeritan penuh nikmat Laluna berhasil membuat Tan tak lagi menunda-nunda untuk menjebol gawangnya! Tan segera memposisikan knalpot racing miliknya lalu didorongnya kedalam sana hingga mentok.


"Ya sayang, dan ini milik mu hanya untukmu! Kau akan terus menikmati knalpot racing yang besar ini!" kata Tan.


Tan yang sudah sangat ber naf su, langsung menggerakkan pinggulnya dengan kecepatan penuh, sangat cepat Tan mengeluar masukkan knalpot racing miliknya pada bagian inti milik Laluna.


"Ahhhhh pelan-pelan! Arthan, kau terlalu kencang," de sah Laluna.


"Ahhhhh Luna, aku tidak tahan! Kau benar-benar membuatku tak tahan," de sah Tan dengan wajah yang mendongak keatas.


Tan terus bergerak sangat cepat tanpa ampun! Hingga tak lama kemudian, knalpot racing itu mencapai puncak kejayaannya.


"Ahhhhhhhh, aku sudah sampai sayang!" de sah Tan.


Tubuh Tan ambruk disebelah tubuh Laluna. Sementara Daniel yang tadi sempat pergi meninggalkan apartemen itu untuk membeli pakaian wanita agar Laluna bisa berganti pakaian, kini kembali sampai di depan pintu apartemen milik Tan.


__ADS_1


Tok..


Tok..


Tok..


"Tan, ada yang mengetuk pintu!" kata Laluna.


"Iya aku mendengarnya! Kau tunggulah disini, istirahatlah aku akan melihat siapa yang datang," kata Tan lalu mencari-cari pakaiannya dan memakai kembali pakaiannya.


Tan menuju kearah pintu, lalu membuka pintu apartemennya.


Klek..


Tan nampak terkejut karena ketika pintu terbuka, Daniel adalah sosok yang mengetuknya.


"Kau," lirih Tan.


"Aku akan masuk! Aku membawakan pakaian untuknya, dia harus berganti pakaian!" kata Daniel, lalu Daniel langsung menerobos masuk ke dalam apartemen Tan.


Tan tergugu melihat Daniel masuk ke dalam apartemen yang sedang dalam kondisi kacau, pakaian Laluna yang basah berceceran di lantai.


"Tan, siapa yang datang?" teriak Laluna yang hanya mengenakan selimut berwarna putih.


Daniel pun pergi kearah ranjang! Ekspresi wajah yang nampak kosong, Daniel berusaha tegar dan tidak tersulut emosi saat melihat Laluna tengah berada diatas ranjang dan hanya mengenakan selimut! Ranjang itu nampak kacau dan berantakan entah sedahsyat apa keduanya bermain tadi yang jelas Daniel tak ingin membayangkannya.



Laluna tercengang mendapati Daniel kini berdiri dihadapannya! Daniel meletakkan satu buah paper bag yang berisi pakaian baru untuk Laluna.


"Pakailah! Aku tunggu di depan, kita harus pulang sekarang!" kata Daniel dengan suara bergetar.


❤️❤️❤️


Duhh si anak baik Daniel, othor sampe ga tega mau nulis!! Luna beruntung banget bisa ada dua laki-laki yang sama-sama mencintainya.

__ADS_1


Jiwa iri ku meronta-ronta Luna, nanti othor bikin kamu kelelep ajalah dimakan buaya😂


__ADS_2