Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 135


__ADS_3

Larisha dan Laluna tiba di salah satu rumah sakit, Larisha mendorong kursi roda yang diduduki Laluna keduanya masuk kedalam rumah sakit! Kemudian agar mendapatkan kamar, Larisha menuju bagian administrasi dan meminta agar disediakan kamar VIP.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya kamar untuk Laluna telah siap, Larisha dan Laluna masuk lalu berbaringlah Laluna diranjang pasien.



"Nyonya Luna, apa semakin terasa mulas?" tanya seorang perawat.


"Tidak kok sus sudah hilang mulasnya,"


"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu! Nanti akan ada Dokter yang memeriksa keadaan anda!"


"Baik sus, terimakasih,"


Perawat pun pergi meninggalkan ruangan VIP itu.


"Luna, kakak sudah mengirimkan pesan pada Tan bahwa kau sudah berada di rumah sakit karena tadi sempat merasakan mulas,"


"Iya kak,"


"Apa kau yakin akan melahirkan secara normal?"


"Aku yakin kak, entahlah tapi aku sangat ingin melahirkan anak pertamaku ini secara normal Kakak jangan khawatir aku pasti bisa kak!"


"Ya sudah, kakak percaya sama kamu!"


Larisha duduk di sofa ruangan tersebut, sementara Laluna terlihat tertidur diranjang pasien itu! Tiga jam berlalu, dan Laluna terbangun akibat merasakan kontraksi yang luar biasa.



"Kak! Au, kakak," sambil memegangi perutnya.


"Luna, kau kenapa?"


"Sepertinya aku mulai kontraksi kak,"

__ADS_1


"Oke kamu tenang ya, kakak akan panggil dokter kesini!"


Dokter memeriksa keadaan Laluna, dan dilihatnya baru pembukaan tiga! Dokter menyarankan agar Laluna bisa sedikit dibawa rilex, dan lebih mengatur nafasnya. Tan dan Tuan Lan yang sudah dalam perjalanan ke rumah sakit pun tak lama kemudian tiba di rumah sakit.



Keduanya menuju ruangan VIP tempat Laluna dan Larisha berada, setibanya di sana Luna tengah meringis kesakitan dan berjalan-jalan disekitar ruangannya untuk menghilangkan sedikit rasa efek kontraksinya.


"Sayang, kau sudah mau melahirkan?"


"Iya sayang, dokter sudah mengecek tapi baru pembukaan tiga! Aku masih harus sabar beberapa jam kedepan!" lirih Laluna.


"Mom, apa sebaiknya Dady menjemput anak-anak saja agar kesini langsung sepulang sekolah nanti?"


"Iya Dad, mereka juga pasti sangat senang menemani auntynya melahirkan!"


"Ya sudah, Dady jemput anak-anak dulu ya!"


"Iya hati-hati dad!"


Tuan Lan pun meninggalkan ruangan VIP tersebut untuk pergi ke sekolah anak-anaknya. Sementara Tan dengan sabarnya memeluk Laluna, mengelus-elus kandungannya dan sesekali mendaratkan kecu pan didahi sang istri.



"Iya Tan, tapi bagaimana lagi baru pembukaan tiga Luna harus bisa menahan rasa nyerinya,"


"Aduh, huhhhhhhhh au sayang, aku mau tiduran saja,"


"Ya sayang, ayo berbaring nanti aku pijat-pijat ya kakinya biar lebih rilex!"


"Luna coba atur nafasmu, tarik nafas!"


Heuhhhh.


"Lalu buang!"

__ADS_1


Huuhhhhh...


"Iya coba lakukan begitu terus agar kau lebih bisa mengontrol rasa nyerinya?"



Laluna sudah berkeringat dingin padahal ruangan itu ber-AC, Dokter pun datang kembali untuk memeriksanya. Setelah beberapa jam dilihatnya baru pembukaan tujuh. Dokter pun meminta Laluna agar sabar tinggal sebentar lagi! Sore itu Tuan Lan datang kembali membawa ketiga anaknya untuk melihat proses melahirkan Laluna.


"Momy," si kecil Brithney langsung berlari dan meminta gendong pada Larisha.


"Eh anak Momy sudah pulang sekolah, maaf ya Momy engga jemput!"


"It's ok Momy, sesekali biar Dady ada kerjaan dengan menjemput kami!"



"Hei, gadis cantik apa kau pikir selama ini Dady tidak memiliki kerjaan begitu?"


"Tentu saja begitu, yang kulihat Dady setiap pagi hanya menenteng tas berwarna coklat lalu pergi dari rumah, sorenya Dady kembali lagi dengan membawa tas yang sama, Dady tidak bekerja!"


"Mom, lihatlah si cerewet ini bicara sudah pandai sekali!"


"Helehhh berlebihan, Momy dan Dady terlalu memuji setan kecil manja itu!" celetuk Domanick.



"Nick, kau ini selalu saja! Bright bagaimana pelajaran hari ini apa menyenangkan?" tanya Larisha, saat melihat anaknya yang satu itu berdiri santai sambil bersandar ke tembok.


"Percuma Momy bertanya pada patung itu! Batrenya habis mom, dia tidak akan bisa bicara!" kata Domanick sambil tersenyum licik kearah Bright.


"Ya sudah, ayo masuk kalian harus liat aunty tuh sebentar lagi aunty akan melahirkan!" kata Tuan Lan merangkul pundak Bright.


Sesampainya di dalam ruangan, Laluna sudah terlihat semakin melemas tubuhnya sudah berkeringat cukup banyak karena harus menahan nyeri selama berjam-jam. Tan pun tidak tega melihat istrinya seperti ini, duduk tidak nyaman, tiduran apalagi, berdiri juga masih sama tidak nyaman.


__ADS_1


❤️❤️❤️


H-3 tamat nih maak💃💃💃 uhuyyy sebentar lagi akan lahir nih hasil bercocok tanam di berbagai tempat 😆


__ADS_2