Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 85


__ADS_3

Ketua brotherhood itu mengepalkan kedua tangannya! Dia bersumpah akan membalas kematian saudaranya, dengan mendatangi acara resepsi pernikahan Tuan Lan, resepsi mewah itu memang sudah sangat menyebar informasinya dikalangan para mafia.



"Apa kita akan kembali menyerang ke markas group Limson, Tuan?" tanya salah seorang anak buahnya.


"Dasar gob lok! Kau ini punya otak jangan hanya dijadikan sebagai gantungan kunci dikepala kau saja! Kau pikir kita akan menang melawan group Limson?" bentak ketua group Brotherhood.


"Lalu bagaimana Tuan?" tanya para anak buahnya yang semakin penasaran.


Hahahaha..



"Aku akan menyewa pembunuh bayaran paling mahal di kota ini! Dari yang aku dengar, bukankah istri dari Alan Limson tengah mengandung?" tanya ketua group Brotherhood sambil tersenyum membayangkan rencananya.


"Iya Tuan kau benar, istrinya yang masih muda itu tengah mengandung!" kata anak buahnya.


"Kalau begitu bukankah sangat pas, takdir memang tengah berpihak kepadaku! Aku akan membayar pembunuh bayaran untuk membunuh wanita itu, maka Alan Limson akan menangis meraung-raung," kata ketua group Brotherhood.


Hahaha...


Rencana itu membuat para anak buahnya yang juga sudah sangat dendam dengan group Limson, tertawa puas! Sebentar lagi akan ada duka di kediaman Alan Limson.


"Tapi Tuan, sepertinya hanya yang memiliki kartu undangan yang bisa masuk ke dalam gedung itu! Bagaimana caranya pembunuh bayaran itu, bisa masuk kedalam?" tanya salah satu anak buahnya.


"Tidak heran group Brotherhood tidak kunjung maju seperti group Limson! Ternyata kalian semua sama to lolnya! Tentu saja dengan menyamar sebagai tamu, orang suruhan ku itu akan menjegal salah satu tamu sebelum tamu itu sampai di gedung resepsi, membunuhnya lalu memakai mobil serta kartu undangan milik tamu itu!" kata ketua group Brotherhood sambil tersenyum jahat.



Hahaha...


Semua para anak buah group Brotherhood tertawa terbahak-bahak tak sabar ingin melihat Alan Limson berduka seperti mereka berduka saat ini.


Sementara di apartemen mewah milik Tan.


Laluna dan Tan masih saling menye sap, mengigit bibir bagian atas dan bawah secara bergantian. Bahkan tangan kanan Tan sudah merayap ke area inti milik Laluna, namun ditahan oleh Laluna sekaligus mengakhiri ciu man keduanya.


"Kenapa?" tanya Tan yang terlihat kecewa.


"Masih sakit!" rengek Laluna.

__ADS_1


Tan pun tersenyum dan memaklumi jika Laluna masih ngilu dan masih merasa perih akibat hantaman keras knalpot racing miliknya.


"Ya sudah, besok saja setelah resepsi!" kata Tan lalu menyingkirkan tangan kanannya dari area inti milik Laluna.


"Terimakasih kau sudah memakluminya!" kata Laluna malu-malu.


"Baiklah, kita istirahat sekarang! Aku akan mandi dulu!" kata Tan lalu berdiri hendak pergi ke kamar mandi.


Satu tangan Laluna menahan kepergian Tan, membuat Tan akhirnya kembali duduk dibibir ranjang.



"Ada apa?" tanya Tan.


"Aku ingin kau berhenti dari bisnis hitam itu! Demi aku, please!" kata Laluna.


"Aku tidak bisa berhenti sekarang! Setelah kau lulus, aku janji akan bicarakan ini dengan Tuan Lan," kata Tan.


"Tidak, aku ingin kau berhenti sekarang juga! Atau," kata Laluna yang terhenti tak melanjutkan ucapannya.


"Atau? Atau apa?" tanya Tan.


"Lebih baik kita putus saja!" rengek Laluna.


"Eh, dia malah pergi! Tuan aku serius, kau akan aku putuskan bila terlibat masalah dengan mafia-mafia itu!" teriak Laluna.


Menyebalkan..


Keesokkan harinya!



Disebuah gedung yang berhiaskan banyak bunga-bunga dan lampu hias, para tamu undangan pernikahan Tuan Lan dan Larisha sudah mulai berdatangan! Dari mulai rekan bisnis Tuan Lan di bisnis legal maupun tamu dari group-group mafia.


Tuan Lan juga mengundang beberapa tetangga rumah lama Larisha, untuk memberikan kejutan pada Larisha, teman dari kampus Larisha dulu dan juga dari tempat kerjanya dulu! Semua mulai berdatangan.


Tuan Lan pun tengah dipakaikan jas serta dasi oleh desainer pribadinya! Begitu juga dengan Larisha, gaun itu telah terpasang sempurna ditubuhnya yang langsing, kini Larisha tengah dipakaikan make up agar menambah kecantikan wajahnya ketika nanti bertemu para tamu.


Di parkiran!


Tan dan Laluna baru saja tiba, keduanya keluar dari dalam mobil lalu berjalan beriringan untuk dipakaikan make up terlebih dahulu! Tan sama sekali tak mengajak ngobrol Laluna akibat masalah semalam, begitu juga dengan Laluna yang enggan bicara sepatah katapun pada Tan yang tidak mau mendengarkannya.

__ADS_1


Sampai di ruang make up wanita!


"Kakak!" panggil Laluna.


"Luna, kau darimana saja si? Kakak jarang melihat mu di rumah beberapa hari ini?" tanya Larisha yang sedang duduk di depan meja rias.


"Biasa kak, aku ada tugas diluar dengan teman-teman ku!" kata Laluna.


"Apa kau dikawal oleh Tuan Tan?" tanya Larisha.


"Hmm, iya!" kata Laluna lalu duduk disamping Larisha.


"Baguslah, kau harus membawa Tuan Tan kemanapun kau pergi Luna! Dia akan mampu melindungi mu!" kata Larisha sembari pandangannya tetap fokus kearah kaca.


"Cih, akan melindungi? Kakak tidak tau saja, dia bahkan membuatku merasakan perih seperti terkena sabetan silet." Batin Laluna.


"Iya kak, aku akan dijaga olehnya!" kata Laluna yang sudah mulai ikut dipakaikan make up oleh salah seorang penata makeup.


Sementara itu di tempat khusus pria!


Tan dan Tuan Lan tengah dipakaikan jas yang cocok untuk keduanya!


"Tan bagaimana? Apa kau sudah memasang cctv diseluruh gedung?" tanya Tuan Lan.


"Tentunya Tuan! Itu sudah aku pastikan, dan juga tidak akan ada yang bisa masuk kedalam gedung jika orang itu tidak dapat menunjukkan kartu khusus yang telah aku buat!" kata Tan.


"Baguslah! Aku yakin, group Brotherhood tidak akan berani mengusik lagi kita! Dia juga tidak akan menang jika kembali menyerang kita kesini," kata Tuan Lan.


"Iya Tuan! Aku harap kau jangan cemaskan apapun, sepanjang acara pernikahan mu, aku akan terus mengawasi seluruh tamu yang hadir!" kata Tan.


"Terimakasih banyak Tan! Aku percaya padamu!" kata Tuan Lan.


Mempelai laki-laki sudah bersiap memasuki aula gedung pernikahan! Hanya tinggal menunggu mempelai wanita saja! Tuan Lan semakin gagah dan tampan kala memakai kemeja putih, jas hitam dan dasi berwarna hitam.



Tak lama, Laluna datang sambil menggandeng Larisha yang sudah memakai gaun berwarna putih, Larisha begitu tampak memukau dengan riasan make up yang tidak terlalu tebal. Tuan Lan dan Tan pun tersenyum menyambut datangnya Larisha dan juga Laluna, hanya saja Laluna justru membuang muka dari Tan sambil bibirnya terlihat mengerucut.


"Sayang kau cantik sekali!" kata Tuan Lan.


"Kau juga tampan sekali, aku suka dengan gaya rambut mu!" kata Larisha.

__ADS_1


"Hari ini akan menjadi hari paling bahagia untukmu sayang! Aku akan sekaligus mengumumkan kehamilan mu didepan semua kolega bisnis ku!" kata Tuan Lan lalu meraih tangan Larisha untuk digandeng olehnya.



__ADS_2