
Setelah Tan dan Laluna meninggalkan kediaman Tuan Lan, Tuan Lan mendapatkan pesan dari sekertarisnya di kantor bahwa pembelian vila yang terletak ditengah-tengah hutan rimba sudah deal, Tuan Lan memang hendak mengajak anak-anaknya untuk liburan ke tempat yang jauh dari kebisingan kota dan vila ditengah hutan yang ketika musim salju akan menampilkan pemandangan yang luar biasa indah adalah pilihan terbaik, oleh karenanya Tuan Lan meminta sekertarisnya di kantor untuk mencari dan membeli jika ada vila yang dia maksud.
"Mom, anak-anak kan sudah masuk libur sekolah! Dady sudah membeli sebuah vila untuk kita berlibur selama anak-anak libur sekolah, bagaimana kau setuju?"
"Vila? Dimana dad, aku yakin anak-anak pasti akan senang,"
"Kalau begitu, apa perlu kita ajak Luna dan Tan? Ya siapa tau mereka ingin bulan madu disana?"
"Tentu, jika mereka berdua mau,"
"Yasudah aku akan memberitahukan kabar ini pada anak-anak dan juga Luna!"
Larisha pun pergi ke kamar Brithney untuk memberitahukan kabar menggembirakan ini, karena besok anak-anak memang sudah masuk libur sekolah! Dan kebetulan jual beli vila selsai tepat waktu, sehingga ini akan menjadi liburan yang paling menyenangkan untuk anak-anak mereka.
Tok.
Tok.
Tok.
"Brithney, ini Momy sayang! Boleh Momy masuk?" tanya Larisha.
"Masuklah mom,"
Klek.
Dilihatnya Brithney masih bersedih karena Laluna tidak tinggal lagi dirumah mereka.
"Hei, kau masih sedih?"
Brithney mengangguk lalu mengerucutkan bibirnya.
"Kalau begitu Momy akan memberikan mu hadiah agar kau tidak bersedih lagi, kau mau?"
"Hadiah? Baiklah mom, aku tidak bersedih lagi sekarang!"
__ADS_1
"Anak pintar, Momy dan Dady sudah membeli vila ditengah hutan dan selama libur sekolah kita semua akan pergi berlibur disana! Kau suka?"
"Asik asik! Aku suka mom, tapi tidak ada aunty sekarang,"
"Tenang, Momy akan menelpon aunty untuk ikut bersama kita! Setuju?"
"Yeyy, setuju Momy!"
"Brithney mau memberitahu kabar ini pada kak Bright dan kak Nick?"
"Yes Momy, mereka juga pasti sangat senang! Dan Momy, selama disana kita harus singkirkan gadget juga buku-buku, agar kak Bright dan kak Nick hanya bermain bersamaku bukan dengan gadget atau buku itu!"
"Momy setuju!"
Larisha mengukir senyum melihat anaknya sangat antusias untuk berlibur di vila. Sementara itu Tan dan Laluna baru saja tiba di kediaman mewah milik keduanya, keduanya turun dari mobil lalu supir pribadi Tuan Lan yang mengantarkan mereka menurunkan koper milik Laluna, setelahnya supir pribadi Tuan Lan pun berpamitan untuk kembali ke kediaman Tuan Lan.
"Welcome home istriku!"
Tan menge cup bibir Laluna, lalu disambut oleh lu ma tan dari bibir Laluna, security yang melihat keduanya sudah saling menyesap padahal baru saja tiba didepan pintu utama rumah, memaklumi hal tersebut namanya juga pengantin baru.
Sepanjang jalan langkah kaki keduanya, Tan dan Laluna saling melu m at bibir digigitnya bibir bagian bawah Laluna, lalu dibalas dengan digigitnya bibir bagian atas Tan oleh Laluna.
"Oh sittttt kau sangat menantang sayang,"
"Kau membuatku candu suamiku,"
Tan dan Laluna tidak lagi tau sedang berada diruangan mana mereka saat ini yang jelas kedua mata mereka setengah terpejam menikmati luma tan demi luma tan yamg dilakukan oleh bibir keduanya.
Setelah puas melu m at bibir Laluna , Tan memasukan lidahnya kedalam rongga mulut Laluna sehingga lidah keduanya saling berbelit saling bertarung meraih kenikmatan sentuhan lidah keduanya yang saling membelit satu sama lain.
Ditengah-tengah belitan lidah keduanya masih terus berjalan entah kemana tujuan langkah kaki mereka di rumah sebesar ini, karena saat ini Luna dan Tan hanya peduli dengan naf su yang sudah menguasai akal pikiran keduanya, Tan lebih menekankan lagi tengkuk leher Laluna sembari terus menye sap bibirnya lalu kembali membelit lidahnya.
Hingga tanpa sadar, Laluna terus mundur dan menyenggol sebuah gu guci besar dekat tangga menuju lantai atas rumah tersebut. Guci itu ditaksir seharga ratusan juta rupiah, dan karena tubuh Laluna menyenggol guci tersebut tanpa sadar, guci tersebut pun pecah.
__ADS_1
Prang..
Beruntung begitu guci itu jatuh, kaki Laluna dan juga Tan sudah menaiki anak tangga menuju lantai atas, tak sedikitpun keduanya bergeming saat tau guci mahal itu jatuh begitu saja. Sementara dua orang security yang berjaga di depan gerbang masuk rumah sampai mendengar dengan jelas suara yang terdengar mirip piring yang jatuh dari dalam rumah.
Sontak saja kedua security itu langsung berlarian karena takut terjadi sesuatu, keduanya sampai di tempat guci yang sudah menjadi serpihan-serpihan kecil dilantai.
"Loh kok ini guci sampai pecah begini?"
"Jangan-jangan ada kucing kali yang nyenggol!"
"Mana ada kucing di rumah ini, kan Tuan Tan melarang binatang apapun ada di rumahnya!"
"Jangan-jangan se-setan kali ya! Duh kok aku jadi merinding gini, cabut yu takut!'
"Kau ini badan doang gede, tato dimana-mana masa dengan hantu saja kau takut! Sudah bantu aku bersihkan ini, asisten rumah tangga di rumah ini baru sampai besok dari yayasannya, jadi kita saja yang bereskan ini sekarang!"
"Ya sudah, tapi kau temani aku ke dapur ambil sapu! Lagian itu setan kok ga milih-milih si jatuhin barang, harusnya pilih yang harganya murah kek, ini malah guci mahal ini!"
Kedua security itu tengah sibuk membersihkan serpihan-serpihan guci yang berserakan dilantai, sedangkan setan yang mereka maksud sudah menyenggol guci malah sedang asik terus mengeluarkan bir a hi satu sama lain.
Tan dan Laluna sampai di ruangan televisi di lantai dilantai dua rumah itu, Tan mendorong tubuh Laluna hingga tubuh Laluna pun membentur televisi besar yang ada dibelakangnya, dengan liarnya Tan segera merobek pakaian yang dikenakan oleh Laluna, hingga pakaian itu memperlihatkan bagian melon import yang masih tertutup b r a berwarna hitam.
Di rem asnya kedua melon import itu dengan kedua tangan Tan secara brutal, bahkan disela-sela me rem as kedua melon import itu Tan masih melum at bibir Laluna, kedua tangannya kini berhasil membuka pengait b r a berwarna hitam itu, lalu segera memainkan kedua put think kiri dan kanan.
"Ohhhhh Arthan, emhhhhhhhh ahh,"
Tan memelintir-melintir kedua put think milik Laluna hingga membuat tubuh sang empunya bergetar dan menggigit bibir bawahnya sendiri. Diplintir-plintirnya terus menerus lalu setelah di hi sapnya oleh Tan satu persatu secara bergantian. Kedua tangan Laluna sangat gelisah saat Tan meng hi sap kedua melon import miliknya, tangan Laluna tak tau harus berpegangan pada apa untuk mengekspresikan kenikmatan yang saat ini dia rasakan.
❤️❤️❤️
Bisa-bisa semua barang-barang pecah belah ancur di rumah pasangan itu astaga Luna sama Tan heboh banget, ya maak😅😅🤭
__ADS_1
Jangan Lupa Likez Komen Votenya dong buat maak othor 🤗