Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 80


__ADS_3

Tuan Lan yang saat ini sudah berada didalam mobilnya bersama rombongan para anak buahnya yang mengikuti dari belakang, merasa heran tumben sekali Tan tidak mengangkat teleponnya.



Namun seolah tak putus asa dan tak paham macam dirinya bukan buaya saja, Tuan Lan terus mencoba menelpon Tan.


Kring.


Kring.


Kring.


Tan yang masih terus berada diatas tubuh Laluna sambil terus merasakan knalpot racing miliknya dijepit begitu rapat, terpaksa mengambil handphone miliknya.


"Nona, aku akan mengangkat Ahhh! Sttthh sittt nikmat sekali, nona aku angkat telepon ini sebentar," kata Tan yang masih terus menghantam inti milik Laluna.


"Oughttt yes, emtthhh ya Tuan! Aku akan menutup mulut ku," de sah Laluna yang mulai menutup mulutnya agar suara-suara surgawi yang tercipta dari kenikmatan itu tidak terdengar ditelepon.


Tan pun melihat layar handphonenya dan melihat panggilan masuk itu ternyata dari Tuan Lan, buaya macam apa yang sama sekali tidak pengertian dengan satu spesiesnya.


"Ahh sittt!" de sah Tan yang masih terus menghujam inti milik Laluna.


Tan pun mengangkat panggilan telepon dari Tuan Lan.


"Ha-halo Tuan!" lirih Tan yang masih dalam kondisi menikmati himpitan inti Laluna.

__ADS_1


"Kenapa lama sekali kau angkat telepon ku? Sedang apa kau Tan?" tanya Tuan Lan.



Eh buset, kepo banget ini bapaknya buaya.


"Emthhhh stttthhh, aku sedang setor Tuan!" lirih Tan yang tidak dapat sepenuhnya menyembunyikan kenikmatan yang luar biasa ini.


Sementara Laluna terus berusaha agar tidak mend e sah dengan menutup rapat mulut oleh tangannya sendiri.


"Setor apa kau Tan? Kenapa suara mu terdengar seperti sedang kelelahan?" tanya Tuan Lan.


"Tuan, sejak kapan kau ingin tau kegiatan ku? Emthhhh, sitt!!!" lirih Tan sambil berusaha menyembunyikan suara kenikmatannya.


Tuan Lan sudah menduga, Tan si buaya titisannya ini pasti sedang asik memangsa empuknya! Pantas saja sejak sore tadi, Tuan Lan tak melihat Laluna seliweran di kediamannya.


"Baik Tuan, akan aku selesaikan dengan cepat! Terimakasih atas pengertian mu!" kata Tan lalu buru-buru mematikan teleponnya.📞


Tuan Lan memasukkan handphonenya kembali ke saku celana!


"Mimpi apa aku semalam, sampai harus berbicara ditelepon dengan seseorang yang sedang menggeber knalpot miliknya." Gumam Tuan Lan.


Laluna yang melihat Tan telah mematikan teleponnya dan melemparkan handphone miliknya yang entah kemana itu, tak lagi menutup mulutnya dengan satu tangannya karena dirasa sudah bebas berekspresi.


__ADS_1


"Ayo sayang, keluarkan suara seksi mu itu!" lirih Tan.


"Ah Tuan, emthhhhh ah!" de sah Laluna.


Tan yang mendengar suara-suara kenikmatan terus keluar dari mulut Laluna, has ratnya kian memuncak hebat membuat Tan akhirnya memacu gerakan pinggulnya semakin cepat, terus semakin cepat, dan semakin cepat lagi.


Beruntung ranjang di apartemen milik Tan, sangat kokoh jadi guncangan sebesar apapun tetap aman terkendali.


"Ah Tuan! Tuan stop ah!" de sah Laluna yang mencoba menghentikan Tan karena gerakannya terlalu sangat cepat.


Tan akhirnya berhasil mencapai puncak kenikmatannya, tubuhnya ambruk diatas tubuh Laluna, sementara Laluna sudah sangat kelelahan dengan aktifitas pertamanya ini. Tan pun segera turun dari tubuh Laluna, sementara Laluna tersenyum dengan kedua mata terpejam karena mengantuk.


"Tidurlah! Aku tidak bisa menemanimu tidur malam ini!" kata Tan sambil mencari sekelilingnya pakaian yang tadi dia lemparkan entah kemana.


Laluna pun membuka kedua matanya! Dan melirik kearah Tan.


"Tuan, kau mau kemana? Kita baru saja jadian, kenapa meninggalkan aku sendirian?" tanya Laluna.


"Aku ada urusan! Aku mencintaimu!" kata Tan.


Tan buru-buru memakai pakaiannya kembali lalu mengambil kunci mobil untuk menyusul Tuan Lan ke dermaga. Laluna yang melihat laki-laki yang baru saja menidurinya pergi dari hadapannya, merasa sedih karena masih banyak hal yang ingin dia bicarakan dengan Tan.



❤️❤️❤️

__ADS_1


Maaf ya karena kemarin ada nikahan saudara, jadi upnya dikit kecapean aku maak🤦


__ADS_2