Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 76


__ADS_3

Sementara bibir keduanya masih terus saling me nye sap, Tan mencoba menerobos rongga mulut Laluna, lalu menjulurkan lidahnya untuk membelit lidah Laluna. Laluna memberikan lidahnya dengan senang hati, dan ikut saling membelit saling me nye sap, hingga sesekali Tan melepaskan lilitan lidahnya dan menggigit kecil bibir bagian bawah Laluna.


Hal itu tentu saja mendapatkan balasan yang sama dari Laluna, yang langsung membalas mengigit bibir atas dari Tan. Keduanya terus saling berpagutan, hingga sesuatu benda dibawah sana sudah sangat mengeras layaknya tongkat besi yang kekar dan kuat.


Kedua tangan Tan semakin tak terkendali, hingga akhirnya kedua tangannya menyentuh kedua buah melon import yang selama ini sangat menggodanya. Tan sejenak melepaskan ci um annya.



"Apa boleh aku?" tanya Tan sambil kedua tangannya sudah berada tepat diatas kedua melon import yang baru saja dia pegang.


Laluna pun membuka kancing bajunya satu persatu, hingga ketiga kancing bajunya telah terbuka dan itu membuat isi dari dalam baju itu semakin menonjol dan dapat dinikmati oleh kedua pasang mata yang sejak tadi memperhatikannya.


Melihat sinyal positif dari Laluna, membuat Tan tidak lagi menunda-nunda hal yang sangat dia inginkan! Tan melanjutkan membuka seluruh kancing baju Laluna, lalu kedua tangannya meraih pengait b r a berwarna cream itu hingga terlepas dan tidak lagi menjadi wadah bagi kedua melon import yang berukuran besar dihadapannya.


"Sangat besar!" lirih Tan ekspresi wajah Tan sudah seperti orang tengah dimabuk oleh bira hi yang hilang kendali.

__ADS_1


Tan langsung meraih kedua melon import itu dengan kedua tangannya, di rem a snya hingga si empunya mende sa h peluh.


"Mttthhh ah, Tuan!"


Tan lalu mendekatkan wajahnya kearah kedua melon import milik Laluna, dan tidak lagi meminta izin Tan langsung melahap melon import yang berukuran besar itu, memasukannya kedalam mulutnya sementara satu tangan lainya me rem mas satunya lagi.



"Ah sakit Tuan, jangan digigit!" lirih Laluna.


Tan sedikit lupa, bahwa gadis yang saat ini sedang berada dalam penguasaannya adalah gadis yang tidak terbiasa akan hal seperti ini, jadi akan sangat memerlukan perlakuan khusus dan sehalus mungkin. Tan pun mulai melakukannya dengan lemah lembut.


Dengan posisi masih sangat nyaman Laluna pasrah berada dipangkuan Tan, dan tubuhnya dinikmati oleh laki-laki tampan itu. Kedua tangan Laluna hanya bisa mencengkram kuat pundak kiri dan kanan Tan saat ini.


Sementara Tan sangat leluasa dan berkuasa penuh atas kedua buah melon import itu! Tan terus me nye sapnya secara perlahan, sesekali Tan menjulurkan lidahnya untuk bermain-main diarea tengah dari kedua melon import itu, membuat tubuh darah Laluna berdesir hebat.

__ADS_1


"Ah, Tuan!" de s ahan itu kembali lolos dari mulut Laluna.


Sementara Tan masih sibuk terus me rem mas, dan me n ye sap kedua buah melon import itu secara bergantian, bahkan Tan pun selalu mengigit tipis dibagian tengahnya, meskipun Laluna protes karena rasanya sedikit sakit namun banyak gelinya.


Kini Tan seperti seorang bayi yang sedang kehausan dia semakin hilang kendali saat terus me nye sap kedua melon itu, tangannya sudah sangat gatal ingin menjamah sesuatu dibawah sana milik Laluna.


Namun Tan belum berani melakukannya, Tan takut jika dia lakukan itu! Maka rem pertahanannya akan jebol, dia tidak akan sanggup lagi menahan knalpot racing miliknya yang sudah sejak lama mengincar bagian tersebut.


Tapi semakin lama dia me ny e sap kedua buah melon import milik Laluna, semakin Tan tak tahan lagi ingin menyentuh bagian bawah sana. Tan pun sejenak melepaskan kedua buah melon import itu, lalu mengangkat wajahnya dan menatap wajah Laluna.


"Aku tidak bisa lagi menahannya, bolehkah aku?" tanya Tan lalu mengarahkan pandangannya pada bagian bawah milik Laluna.



❤️❤️❤️

__ADS_1


Nanti siang 2 bab lagi menyusul💃💃💃💃


__ADS_2