
Tan pun meraih uluran tangan Tuan Lan, lalu bangkit sambil menggaruk-garuk kepalanya padahal tidak ada yang gatal!
"Kenapa kau tersenyum begitu? Ah, aku tau sekarang, kau berhasil membajak adik ipar ku dan berakhir lemas seperti ini?" ledek Tuan Lan.
"Sudahlah Tuan kau seperti tidak pernah saja," kata Tan dengan cengengesan.
"Bukan begitu, apa kau tidak melihat situasi dan kondisi, kau bercinta ketika hendak bertarung! Tenaga mu sudah terlanjur habis di ranjang, aku bahkan mendengar suara menjijikkan itu ditelepon," sindir Tuan Lan.
Tan pun tak dapat berkata-kata lagi ketika Tuan Lan memborbardir dirinya dengan sindiran-sindiran seputar ranjang.
Group Limson akhirnya meninggalkan dermaga, hanya menyisakan beberapa anak buah Tuan Lan saja untuk melanjutkan pengiriman senjata ilegal yang tadi sempat tertunda. Tuan Lan menggunakan mobil Tan, keduanya kembali melanjutkan obrolan.
"Tan, apa Larisha sudah tau hubungan kau dengan adiknya?" tanya Tuan Lan.
"Aku harap kau mau menyembunyikannya, hingga saat yang tepat untuk aku bicara pada nona, Tuan!" kata Tan.
"Ya baiklah, kau atur saja! Kau juga harus katakan pada Luna, bahwa kau adalah pendonor yang dia cari-cari!" kata Tuan Lan.
"Baik Tuan! Aku akan mengatakannya, ketika aku melamar Luna!" kata Tan sambil wajahnya berseri-seri.
"Hei, Tan! Sebaiknya kau menginap di rumah ku! Besok kita sama-sama berangkat dari rumah ku ke gedung resepsi!" kata Tuan Lan.
Tan pun langsung dibuat melongo, apa kabarnya jika malam ini Tan menginap di kediaman Tuan Lan, sementara Laluna dibiarkan sendirian di dalam apartemen miliknya, buaya mana mau jauh dari sarangnya.
"Tidak Tuan! Aku akan berangkat dari apartemen," kata Tan.
__ADS_1
"Maksud mu, kau hanya mengantar ku saja? Lalu setelah itu kau langsung kembali ke apartemen milik mu?" tanya Tuan Lan.
"Ya Tuan, tapi aku akan pergi ke kamar Luna untuk mengambil gaunya, kami akan berangkat bersama dari apartemen saja!" kata Tan.
Tuan Lan pun langsung memberikan tatapan heran pada Tan, mendengar Tan dan Laluna akan berangkat bersama dari apartemen, itu artinya Laluna masih berada di apartemen Tan malam ini.
"Tunggu! Apa maksudmu, adik iparku itu masih berada di apartemen milikmu? Dia tidak pulang setelah kegiatan berkeringat kalian?" tanya Tuan Lan bingung.
"Tentu saja Tuan, dia masih di apartemen ku!" kata Tan dengan entengnya.
Prok.
Prok.
Prok.
Tuan Lan bertepuk tangan.
Hahaha.
"Cih, kau bahkan tidak pernah melihat knalpot racing milik ku," celetuk Tan.
Akhirnya Tan dan Tuan Lan tiba di kediaman Tuan Lan, dan di ruang utama rumah mewah itu! Larisha langsung berlari kearah datangnya Tuan Lan dan Tan, Larisha langsung memeluk tubuh Tuan Lan dengan erat karena bahagia suaminya pulang dengan selamat bahkan tanpa luka serius.
"Dad, akhirnya kau pulang! Aku sangat khawatir kau akan terluka, aku takut!" kata Larisha dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
Melihat Larisha ketakutan seperti itu, Tuan Lan pun menenangkannya sambil mengelus perut Larisha.
"Dady tidak akan kenapa-kenapa Momy! Karena Dady tau ada ketiga anak Dady didalam perut Momy, jadi Dady akan selalu berhati-hati!" kata Tuan Lan berbicara didekat perut Larisha, lalu menge cup perut hamil istrinya.
__ADS_1
"Tuan, nona, maaf aku mengganggu! Aku permisi sebentar," kata Tan yang buru-buru ingin segera mengambil gaun milik Laluna untuk resepsi pernikahan besok, lalu secepatnya kembali ke apartemen karena tak ingin gadis cantik yang menunggunya itu khawatir seperti Larisha saat ini.
"Baiklah Tan! Aku akan ke kamar dengan istri ku, jangan sampai telat! Besok pukul 11.00 siang kau sudah harus berada di gedung!" kata Tuan Lan.
"Baik Tuan," kata Tan.
"Terimakasih banyak Tuan Tan!" kata Larisha.
"Sama-sama nona," kata Tan lalu pergi berlalu menuju kamar Laluna.
Di dalam kamar Laluna!
Terdapat banyak sekali umpatan yang ditulis oleh Laluna, tentang dirinya yang ditulis di kertas memo dan di tempel di dinding dekat meja belajarnya.
Tuan Tan si paling sibuk!
Percuma ganteng, kalau bisanya merenggut ciu mann pertama tapi ga bilang cinta.
Dasar buaya, tidak berperasaan.
Buaya jantan, aku akan melupakan cintaku padamu! O,o tapi aku kesulitan karena kau terlalu tampan.
Seharusnya aku sediakan kopi, bukan hati karena ternyata kau datang bukan untuk menetap melainkan hanya singgah.
❤️❤️❤️
__ADS_1
Ini intinya aja deh Tan, buru-buru pengen balik ke apartemen itu apa karena takut Laluna khawatir dan cemas menunggu? Atau karena emang kebelet pengen pipis lagi???🤪🤪🤪🤭😂