
Laluna bersikap gelagapan hingga tangannya tanpa sadar menyenggol kopi yang terletak di meja.
Currr...
Air kopi panas itu tumpah membasahi meja dan mengenai tangannya.
"Aw panas! Oh my God, maaf, maaf, aku tidak sengaja menumpahkannya!" kata Laluna.
Daniel pun menghampiri Laluna, meraih tangannya yang terkena kopi panas lalu mengeluarkan sapu tangan dari saku celana bahan hitam yang dikenakan olehnya, di lapnya tangan Laluna agar meredakan rasa panas akibat terkena kopi.
Daniel dengan lemah lembut membersihkan telapak tangan kanan Laluna hingga bersih dari tumpahan kopi itu, sementara Laluna yang masih saja mendapatkan perlakuan manis dan lemah lembut dari Daniel sampai tergugu menatapi Daniel.
Bagaimana bisa Laluna sudah sangat kejam mempermainkan hati Daniel, tapi Daniel masih sangat memperlakukannya dengan baik. Apa Daniel tidak sakit hati? Apa Daniel tidak membencinya? Semua pertanyaan itu hanya bisa berputar-putar mengelilingi isi kepala Laluna tanpa bisa dia utarakan.
"Bersiaplah, sepuluh menit lagi kita siaran bersama!" kata Daniel, lalu pergi berlalu dari hadapan Laluna.
Laluna menatap punggung dari laki-laki yang sudah dia patahkan hatinya! Tidak ada yang berbeda dengan perlakuan Daniel terhadapnya, tapi sikapnya seperti lebih pendiam dan terkesan lebih dingin. Padahal banyak sekali karyawan wanita yang tergila-gila pada Daniel, tapi tak pernah sekalipun terlihat Daniel menanggapi satu diantara mereka.
Laluna menghela nafas panjang dan berusaha bekerja secara profesional. Keduanya kompak membawakan acar berita di pagi hari ini, setelah setengah jam tersorot kamera dan keduanya sukses dapat bekerjasama dengan baik.
Daniel langsung pergi meninggalkan Laluna tanpa berkata apapun! Sebuah perlakuan Daniel yang tak biasa, dulu Daniel sangat sering mengajaknya mengobrol tapi kini Daniel hanya bekerja dengan baik lalu setelahnya menganggap Laluna sebagai orang asing yang tidak memerlukan pembicaraan apapun lagi diantara keduanya.
Sore itu Laluna ada janji dengan Tan untuk pergi ke butik dan fitting baju pengantin bersama dengan Larisha dan juga Tuan Lan. Sore itu mobil Tan sudah terparkir di halaman kantor stasiun televisi tempat kerja Laluna, Laluna pun selesai bekerja dan keluar dengan wajah sumringah di jemput oleh calon suaminya.
Senyuman yang begitu lebar terukir dari bibir Laluna sambil melambaikan tangannya pada Tan! Daniel yang melihat dari dalam kaca di dalam kantor, Laluna seceria itu saat bersama dengan Tan langsung menundukkan wajahnya. Jika Daniel adalah seorang wanita yang hati dan perasaannya sangat lemah, mungkin saat ini Daniel sudah menangis meraung-raung menyaksikan keromantisan Laluna dan Tan didepan kedua matanya.
Saat sedang meratapi kisah cintanya yang gagal! Seorang karyawan wanita yang menyukai Daniel, menghampirinya.
"Sore kak Daniel, boleh engga aku numpang mobilnya kak Daniel sampai di rumah, mobilku mogok kak, kebetulan kita satu arah!" kata wanita tersebut.
__ADS_1
Daniel melirik wanita cantik yang tengah berusaha mencari perhatiannya saat ini, dilihatnya wanita tersebut tengah memegang handphone keluaran terbaru miliknya.
"Ku rasa handphone mu cukup mahal dan canggih untuk memesan taxi online!" kata Daniel lalu pergi berlalu meninggalkan wanita tadi tanpa permisi.
Wanita cantik tadi sangat kesal mendapatkan penolakan dari Daniel, kakinya bahkan menghentak-hentakkan ke lantai saat Daniel pergi berlalu meninggalkannya.
Sementara Laluna sudah masuk ke dalam mobil Tan.
"Sayang, dimana kak Lan dan kak Risha?" tanya Laluna yang tak melihat mobil kakaknya.
"Mereka sudah berada di butik duluan! Katanya melakukan meeting dengan wedding organizer yang akan mengurus pernikahan kita nantinya!" kata Tan.
Laluna pun cengengesan mendengar Larisha dan Tuan Lan sudah lebih dulu bertemu dengan wedding organizer untuk pernikahannya! Tak dapat di sembunyikan lagi raut wajah bahagia dari wajah Laluna, karena setelah sekian lama mencintai Tan, kini dia akan segera bisa menjadi istirnya.
Siapa yang tidak mau memiliki suami setampan Arthan, sepintar dan seromantis Arthan. Laluna pun menge cup pipi Tan, karena saking bahagianya.
"Kau, kenapa mencium pipi saat aku menyetir?" tanya Tan.
"Gemas! Kenapa, tidak boleh?" tanya Laluna.
"Kenapa tidak bisa? Kau bisa menepikan mobilnya terlebih dahulu," goda Laluna.
"Luna, jangan memancing ku!" kata Tan yang mulai terlihat gelisah sepertinya knalpot racing itu mulai berulah.
"Kenapa gelisah ya? Pengen ya?" goda Laluna yang malah meraba-raba paha Tan dengan nakal.
"Oughttt sit," de sah Tan saat tangan Laluna sudah berada di knalpot racing miliknya, Laluna mengelus-elus knalpot racing dari balik celana yang dikenakan oleh Tan, secara halus dan pelan.
Membuat darah Tan kembali berdesir hebat.
"Sayang ahh, ah, hentikan! Kita sudah ditunggu, tidak ada waktu untuk ini sekarang," kata Tan.
"Ya ya ya, baiklah Tuan Arthan," kata Laluna yang akhirnya melepaskan knalpot racing yang sudah mulai menegang itu.
__ADS_1
Sampailah keduanya di butik yang dulu tempat Laluna dan Daniel memesan gaun pertunangan, karena butik inilah butik yang paling terkenal di kota ini. Tan dan Laluna pun turun dari mobil lalu masuk ke dalam butik, di dalam butik sudah ada Larisha, Tuan Lan dan ketiga anak-anaknya dan juga orang dari wedding organizer.
Mereka duduk untuk membicarakan konsep pernikahan dan apa saja yang ingin dirubah atau yang ingin ditambahkan terkait konsep yang dipresentasikan oleh wedding organizer tersebut. Setelah berbincang-bincang cukup lama dan sudah beres dengan wedding organizernya.
Laluna dan Tan diminta mencoba beberapa gaun untuk resepsi pernikahan mereka! Laluna dan Tan pun masuk ke fitting room lalu keluar setelah memakai gaun dan jas yang akan mereka pakai nantinya.
"Tara,,,,, bagaimana? Apa yang ini cukup bagus?" tanya Laluna.
"Jelek! Sangat jelek! Hanya paman Tan yang tampan," kata Brithney.
"Ye, bilang saja kau jelous Brith!" kata Laluna sambil menjulurkan lidahnya meledek Brithney.
"Mom, nanti aku akan lebih cantik dari aunty kan?" tanya Brithney.
"Tentu, sayang kau jauh lebih cantik ketika nanti menjadi pengantin," kata Larisha.
"Aku heran kenapa paman Tan mau menikahi aunty," kata Domanick.
"Hei, Nick jika kau pria sejati kau pasti bisa melihat betapa cantiknya aku ini, iya kan Bright, Bright! Katakan sesuatu!" kata Laluna.
"Hmm, kau cantik!" kata Bright tanpa menengok sedikitpun kearah Laluna.
"Astaga kak, lihat anak-anakmu itu!" kata Laluna.
"Tan, kau gagah sekali menggunakan jas itu! Sepertinya ketampanan mu menurun dariku!" kata Tuan Lan.
"Terimakasih Tuan!" kata Tan yang tersenyum bahagia saat mencoba pakaian pengantinnya.
Jika mengingat kembali momen pertemuannya dengan Laluna untuk pertama kalinya! Tan sama sekali tidak pernah menyangka, dulu Laluna gadis cantik yang duduk dikursi roda, bahkan nyaris meninggal, kini Laluna bisa sehat seperti ini dan segera menjadi isterinya.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️
Duh calon manten, seger bener dah! Lihat wajahnya berseri-seri gitu, calon orang kok ganteng bener ye maak, kalau jadi Luna tiap hari dikekepin terus ini mah, gak mau bangun dari kasur bakk bikk bukkk terus lah pokoknya jangan kasih kendor🤭