Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 53


__ADS_3

Dalam artikel yang dibaca oleh Tan, klinik tersebut adalah salah satu klinik terbesar di Korea Selatan, tentu saja tujuan utama seseorang datang ke klinik itu adalah mengubah wajahnya sesuai dengan yang orang itu inginkan lewat operasi plastik yang memang sekarang sudah menjadi hal lumrah disana.


"Operasi plastik? Memang kenapa dengan wajahnya, kenapa orang ini sampai operasi plastik? Aku semakin penasaran, orang ini semakin mencurigakan! Sebaiknya aku meminta bantuan Mr. Park Hae Joon (rekan bisnis Tuan Lan sekaligus teman Tan).


Tan bergegas untuk menghubungi temannya yang berada di Korea Selatan, dengan cara mengirimkan email yang berisi meminta bantuan pada temannya, untuk datang ke klinik itu dan mendapatkan alamat Briant, serta tujuannya melakukan operasi plastik.


Email Tan langsung mendapatkan jawaban! Mr Park Hae Joon membalas, ( Hallo Tuan Tan, senang kau menghubungi ku lewat email ini, baiklah aku akan segera mendatangi klinik tersebut dan aku akan segera menghubungi mu kembali setelah aku mendapatkan informasinya ).



Tan pun merasa lega, lalu membalas kembali email dari Mr Park ( Terimakasih banyak Mr Park, bantuan darimu sungguh berarti dan aku akan menunggu informasi dari mu ).


Tan memutuskan untuk kembali ke negara asalnya esok hari dan menunggu balasan email berikutnya dari Mr Park disana.


Malam Harinya dikediaman Tuan Lan pukul 22.00 malam!



Tuan Lan tiba di rumahnya dan berjalan terburu-buru menuju kamarnya, karena sudah merindukan Larisha. Setibanya di kamar tidak ada Larisha didalam kamarnya.


"Honey! Sayang! Cantik! Dimana kau?" panggil Tuan Lan.


Kemudian terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandinya! Tuan Lan langsung tersenyum nakal karena sudah menduga bahwa istrinya itu sedang mandi. Benar saja, tak lama kemudian Larisha keluar dari dalam kamar mandi, aroma tubuhnya seperti wangi seribu bunga.


"Tuan! Sejak kapan kau sampai?" tanya Larisha yang tak menyangka jam segini Tuan Lan sudah berada di rumah.


"Kenapa kau senang aku tidak jadi pulang larut malam?" tanya Tuan Lan yang langsung meraih pinggul Larisha.


Larisha pun mengalungkan kedua tangannya pada leher Tuan Lan.



"Tentu saja aku senang, sejak tadi aku kesepian," bisik Larisha seraya menggoda suaminya itu dengan memberikan gigitan kecil pada daun telinga Tuan Lan.


"Oughttt,, ssttthh kau sangat liar sekarang honey!" kata Tuan Lan yang kemudian meraup bibir ranum milik Larisha.

__ADS_1


Sementara itu, Laluna meminta pada seorang pelayan untuk membawakannya makanan ringan, karena tadi sore Larisha bilang pasti akan suntuk menunggu Tuan Lan pulang, karena Tuan Lan pasti pulang sangat larut akibat Tan tidak disini.


"Mumpung Tuan Lan akan pulang larut malam, sebaiknya aku ke kamar kak Risha dan menonton film bersamanya." Batin Laluna.


"Nona ini cemilan yang kau minta!" ujar seorang pelayan yang mengantarkan cemilan itu ke kamar Laluna.


"Terimakasih!" kata Laluna lalu keluar dari dalam kamarnya untuk menuju kamar Larisha di lantai 5.


Laluna pun menaiki lift agar cepat sampai ke kamar Larisha.


Ting.


Pintu lift terbuka, dan Laluna semakin dekat kamar Larisha. Dilihatnya oleh Luna, pintu kamar itu tidak tertutup dan itu membuat langkah kakinya langsung saja masuk kedalam kamar itu.


Laluna pun tercengang, tak menyangka akan mendapati kejadian seperti ini didepan kedua bola matanya. Posisi sang kakak tengah berada dipangkuan Tuan Lan yang duduk di sofa kamar itu. Keduanya bahkan saling me nye sap.



"Kakak," panggil Laluna.


Suara itu membuat Larisha terkaget-kaget bukan main, Larisha langsung meloncat turun dari atas pangkuan Tuan Lan sambil membersihkan sisa-sisa Saliva Tuan Lan dibibirnya. Sementara Tuan Lan hanya tersenyum manis melihat tingkah kaget istrinya.


Laluna masih saja bengong dengan apa yang baru saja dia lihat, kedua matanya kini sudah ternodai.


"Awas saja kalau kau masuk lagi kedalam kamar kakak!" kata Larisha kesal bercampur malu, hanya saja lebih banyak malunya.


"Kak, kau sudah membuat kedua mataku tak suci lagi! Bukankah kau membenci Tuan Lan mu itu, tapi apa yang barusan aku lihat? Astaga menggelikan!" kata Laluna sambil tubuhnya bergidik geli.


"Ah sudah-sudah, kembalilah ke kamarmu! Seharusnya kau memiliki seorang kekasih agar mengerti itu bukan hal yang menggelikan!" celetuk Larisha, lalu segera kembali masuk kedalam kamarnya.


Laluna pun pergi menuju ke kamarnya sambil membayangkan bibir Tuan Tan menyentuh bibirnya, Laluna pun tersenyum-senyum sendiri kala membayangkan dirinya bisa berci uman dengan Tan.


"Aku ingin tau rasa bibirnya! Dia tampan dan aku ingin sekali ber ciu man dengan Tuan Tan." Gumam Laluna lalu mengacak-ngacak rambutnya sendiri karena tak habis pikir dengan isi kepalanya saat ini.


Keesokkan harinya!

__ADS_1


Pagi hari setelah mengantar Tuan Lan sampai mobil, Larisha bergegas mandi karena hari ini dia akan berbelanja beberapa kebutuhannya yang sudah habis, Larisha juga ingin membelikan sepatu untuk Laluna karena sebentar lagi Luna akan mulai mencari universitas untuknya melanjutkan study.


Setelah mandi dan bersiap! Larisha pergi bersama kedua anak buah Tuan Lan dan juga satu orang supir menuju sebuah mall.


"Mungkin aku akan sekalian saja mengunjungi Briant, kasihan dia tidak punya teman ngobrol!" Gumam Larisha.


Sementara Tan baru saja kembali ke negara ini, setelah dua hari berada di Brazil. Tan dijemput oleh anak buah Tuan Lan.


"Tuan, apa kita langsung ke apartemen anda?" tanya supir.


"Tidak, langsung saja ke tempat casino! Tuan Lan berada disana bukan?" tanya Tan.


"Iya benar Tuan, Tuan Lan sedang berada disana!" kata supir.


Mobil itu melaju menuju casino, sepanjang perjalanan Tan terus membuka laptopnya berharap ada balasan email dari Mr Park Hae Joon, sesampainya di casino, Tan masuk menemui Tuan Lan.


Tuan Lan yang sedang duduk bersama tamu di casinonya melihat Tan telah kembali, langsung menghampirinya.



"Tan, ku kira kau akan beristirahat dulu di apartemen mu!" kata Tuan Lan.


"Tidak Tuan, aku ingin langsung menyampaikan semua informasi yang aku dapat," kata Tan.


"Baiklah! Kau tunggulah di ruangan ku, aku akan segera menyusul, aku lanjutkan dulu obrolan ku sebentar," kata Tuan Lan.


"Baik Tuan!" kata Tan lalu pergi dari hadapan Tuan Lan.


Sementara itu, Larisha yang sudah sampai di mall. Berbelanja kebutuhannya yang habis, setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan, Larisha lanjut membeli satu pasang sepatu untuk Laluna, sedangkan kedua anak buah Tuan Lan dan supirnya menunggu di basemant atas permintaan Larisha, karena Larisha hanya akan sebentar di dalam mall.



"Haduh haus sekali, keasikan belanja aku sampai lupa minum! Stand cafe Pamannya Briant kan didekat sini, sebaiknya aku ke kasir sekarang lalu pergi mampir ke cafe tempat Briant bekerja, haus sekali!" Kata Larisha.


Setelah Larisha selesai membayar sepatu dimeja kasir, Larisha lalu pergi menuju cafe tempat Briant bekerja. Dari kejauhan, Briant sudah melihat dan memperhatikan Larisha.

__ADS_1


"Aku sudah menduga, dengan wajah ini kau pasti akan kembali menemui ku Larisha! Sebaiknya, aku eksekusi dia hari ini." Gumam Briant lalu tersenyum melihat Larisha yang semakin mendekat ke cafe tempat dia berada.



__ADS_2