
Terjadi saling tembak antara supir pribadi Tuan Lan dengan Briant, yang membuat sang supir akhirnya tertembak lalu jatuh terkapar. Briant langsung menembak pintu mobil, hingga akhirnya pintu mobil bisa terbuka.
"Kau, kenapa kau lakukan ini? Siapa kau sebenarnya?" tanya Larisha sambil berusaha menghindari Briant dan melakukan perlawanan.
Namun Briant hanya tersenyum sinis, lalu mengikat kedua tangan Larisha dan melakban mulutnya. Larisha dibawa ke mobil miliknya, setelah itu mobil Briant meninggalkan basemant.
Sepanjang perjalanan, Briant menyalakan musik didalam mobil, dia bernyanyi dengan gembira sesekali Briant mencolek dagu Larisha.
Larisha terus menendang-nendang didalam mobil dan berusaha melepaskan ikatan dari kedua tangannya.
Dug.
Dug.
"Larisha, gadis belia yang berusia 19 tahun. Kenapa kau sangat bernasib malang. Kenapa kau yang menjadi kelemahan dari seorang Alan Limson, kau mau bicara? Kau mau mengatakan sesuatu? Baiklah akan aku buka lakban yang menutup mulut mu!" kata Briant lalu membuka lakban yang menempel pada mulut Larisha.
"Breng sek! Kau gila Briant, lepaskan aku! Kenapa kau lakukan ini Briant?" tanya Larisha yang begitu penasaran.
"Kenapa kau bilang? Aku sudah bersabar selama 10 tahun untuk menghancurkan Alan Limson. Pria kejam yang membuat kedua orangtuaku mati, orang yang menjadikan aku hidup tanpa kasih sayang orangtua ku, dan orang yang sudah membuatku menghuni rumah sakit jiwa. Kau paham Larisha, kau paham!" teriak Briant.
Wajah Briant terlihat penuh amarah, emosinya kian memuncak dia bahkan menunjukkan gelagat seseorang yang tengah depresi berat. Briant tertawa, menyanyi, lalu mengacak-ngacak rambutnya sendiri.
"Fu ck, Fu ck," teriak Briant sambil memukul-mukul stir mobilnya.
Larisha yang melihat Briant bersikap gila seperti ini, semakin ketakutan.
"Tadinya aku hanya ingin membunuh Dev Limson saja! Tapi setelah aku mengetahui Alan Limson kembali menikah, aku jadi teringat, Ibu ku pun ikut mati tertembak jadi ku pikir akan adil jika kau juga mati tertembak dihadapan Alan Limson," kata Briant.
"Apa? Apa kau yang memasukkan nar koba itu kedalam minuman Dev? Katakan Briant! Kau yang membuat Dev kehilangan kesadaran sampai kehilangan kendali mobil?" teriak Larisha dengan penuh amarah menatap Briant.
__ADS_1
Prok.
Prok.
Briant bertepuk tangan lalu tertawa sangat gembira.
Hahaha
"Kau pintar sekali Larisha, Dev sangat payah dan bodoh bukan? Satu hal lagi, aku mengubah wajahku dengan wajah laki-laki payah itu! Bagiamana, kau cukup terkesima bukan?" tanya Briant.
"Kau gila Briant! Kau tidak pantas memakai wajah Dev, dia laki-laki baik dia tidak bersalah apapun padamu! Kau kejam, kau tidak waras Briant!" teriak Larisha.
"Diam kau! Atau pistol ini akan menembus kepala mu! Alan Limson harus merasakan apa yang aku rasakan, kehilangan dua orang yang paling aku cintai dan aku sayangi," kata Briant dengan wajah yang penuh dengan amarah dan dendam.
"Aku yakin kau salah paham! Tuan Lan tidak sejahat itu, ku mohon lepaskan aku akhiri semua kegilaan mu Briant," kata Larisha.
"Wanita si al! Beraninya kau membela Alan Limson dihadapan ku," teriak Briant lalu menjambak rambut Larisha dengan satu tangannya.
"Ow manis sekali pasangan yang sedang jatuh cinta ini! Kau mau Tuan Lan mu itu datang menjemput mu? Baiklah, aku akan menelpon suami tercinta mu itu!" kata Briant lalu melepaskan cengkraman tangannya dari rambut Larisha.
Tuan Lan dan beberapa anak buahnya tiba di basemant tempat mobil miliknya terparkir, dan mendapati kedua anak buahnya tergeletak dilantai! Sementara sang supir bersimbah darah tak jauh dari kedua anak buah Tuan Lan.
"Sitttt, breng sek! Bede bah! Larisha, Larisha!!" teriak Tuan Lan yang tak mendapati Larisha ditempat.
"Tuan, nona Larisha pasti di culik oleh Briant!" kata Tan.
"Aku akan membunuhmu Briant, breng sek!Kalian, bawa lah supir ini ke rumah ku! Tan hubungi Dokter pribadi ku, mintalah beberapa orang medis untuk datang ke rumah ku!" kata Tuan Lan.
"Baik Tuan," kata Tan yang bergegas menelpon Dokter pribadi Tuan Lan agar segera datang ke kediaman Tuan Lan, sementara beberapa anak buah Tuan Lan yang lain menggotong tubuh anak buah Tuan Lan dan sang supir untuk segera mendapatkan perawatan di kediaman Tuan Lan.
__ADS_1
Tiba-tiba handphone Tuan Lan berdering, panggilan masuk dari nomor tidak dikenal ke handphone Tuan Lan, dan Tuan Lan sudah menebak ini pasti dari Briant.
📞"Bereng sek, kembalikan istri ku! Urusanmu dengan ku dia tidak ada hubungannya dengan dendam mu terhadap ku!" teriak Tuan Lan.
"Wow, Tuan Lan yang terhormat! Kau langsung tau ini telepon dariku? Aku sungguh terharu sekali Tuan, bicara yang sopan padaku Alan Limson atau ku ledakan pistol ini di kepala gadis ini!" bentak Briant.
Larisha yang sudah kembali dilakban, tak bisa berteriak dia hanya bisa mendengarkan Briant menelpon Tuan Lan.
"Briant jangan gila! Aku mohon, dia tidak ada urusannya dengan semua ini Briant," kata Tuan Lan melunakkan suaranya.
"Jemput lah istrimu ini Alan Limson! Buktikan bahwa kau mencintainya, jangan coba-coba membawa para anak buah mu, apalagi senjata! Jika kau melanggar, akan aku pastikan kau akan menangisi tubuh istrimu yang sudah terkujur kaku," kata Briant lalu mematikan teleponnya.📞
Larisha menggeleng-gelengkan kepalanya, tanda tak ingin jika Tuan Lan sampai datang seorang diri. Laki-laki yang saat ini berada disampingnya, seperti psikopat, dia sangat berbahaya bagaimana mungkin Tuan Lan datang seorang diri menghadapi orang gila seperti Briant.
Briant mengirimkan lokasi pada Tuan Lan, dan Tuan Lan harus datang seorang diri kesana, Tan pun mendekati Tuan Lan.
"Tuan aku akan ikut dengan mu!" kata Tan.
"Tidak Tan, aku tidak ingin Larisha celaka! Aku akan datang seorang diri, tak peduli jika aku harus mati, yang terpenting bagiku hanya keselamatan Larisha," kata Tuan Lan, lalu bergegas masuk kedalam mobil.
Tan pun sudah menduga pastilah Tuan Lan tak akan mau bila melanggar perintah Briant karena resikonya terlalu besar. Beruntungnya, disetiap mobil ada GPS yang terpasang, jadi Tan pasti akan tau lokasi Tuan Lan nantinya.
Mobil Tuan Lan berlalu meninggalkan Tan dan beberapa anak buahnya.
"Tuan bagaimana ini, Tuan Lan bisa celaka!" tanya seorang anak buah Tuan Lan yang khawatir.
"Aku akan pergi dengan motor seorang diri, kalian standby saja ditempat yang nanti aku tunjuk! Aku akan extra hati-hati mendekati tempat di sekapnya nona Larisha, agar Briant tak mengetahui kedatangan ku," kata Tan.
"Baik Tuan Tan!" serempak.
__ADS_1