
Larisha berlari ke halaman vila, dan melihat Laluna sudah tak sadarkan diri dipangkuan Tan.
"Luna, adikku! Kenapa bisa begini? Brith, aunty kenapa?
"Terpeleset Momy,"
Brithney, Bright, dan Domanick pun ketakutan melihat Laluna mengeluarkan darah.
"Kak Lan, bagaimana apa helikopternya bisa segera tiba?
"Ya, aku meminta bantuan helikopter emergency yang terletak di pintu hutan ini, beberapa menit saja pasti akan datang!"
"Dad, itu helikopternya!" kata Larisha.
"Syukurlah! Tan ayo kita bawa Luna ke klinik terdekat! Kandungannya tidak boleh sampai kenapa-kenapa,"
"Baik kak,"
"Mom kau dan anak-anak tunggu di vila ya, Dady akan menemani Tan!"
"Iya Dad, selamatkan Luna dan bayinya dad!"
"Pasti, kau tenang saja!"
Karena helikopter yang datang hanya satu tidak memungkinkan untuk membawa semua orang dari Vila, Tuan Lan dan Tan lah yang akan membawa Luna ke klinik atau rumah sakit terdekat menggunakan helikopter darurat ini.
__ADS_1
Helikopter darurat memang selalu berjaga memantau hutan kalau-kalau ada kebakaran atau ada penambangan pohon secara ilegal, beruntungnya karena Tuan Lan diberikan nomor telepon helikopter darurat ini pada saat vila ini dibelinya.
Helikopter itu mendarat di sebuah klinik terdekat, meskipun klinik tersebut tidak terlalu besar namun terlihat ramai. Tuan Lan dan Tan segera menurunkan Laluna, untuk segera diatasi.
Perawat di klinik tersebut pun sigap begitu ada pasien yang memerlukan pertolongan lebih dulu maka akan mereka dahulukan! Laluna dibawa masuk ke ruang perawatan, sementara Tan dan Tuan Lan menunggu dengan cemas di depan ruangan.
Terlihat jelas wajah putus asa Tan yang khawatir terjadi sesuatu dengan bayi ataupun ibunya.
"Tan, bila sedang menghadapi situasi seperti ini kita harus memiliki keyakinan, optimis, dan pikiran positif! Kau harus yakin, bahwa Luna ibu yang kuat dia pasti bisa mempertahankan bayi kalian!"
"Aku hanya, aku takut sekali kak Lan, aku sangat mencintai Luna!"
"Ya aku tau itu! Kau harus pikirkan yang baik-baik Tan, Luna itu wanita kuat dia tidak mungkin kenapa-kenapa hanya karena terpeleset, percaya padaku!"
"Dok, bagaimana istriku? Apa bayinya? Bayinya bisa diselamatkan?"
"Dokter pun tersenyum dan menepuk pundak Tan.
"Tidak apa-apa Tuan, istrimu mengalami pendarahan ringan akibat terpeleset namun karena dia sedang pusing dan mual berat jadi pingsannya lama!"
Hahhhhh...
Tan dan Tuan Lan pun lega Laluna tidak mengalami hal serius.
__ADS_1
"Memang terjadi pendarahan tapi kami berhasil menghentikan pendarahannya! Kami juga sudah menyuntikkan penguat kandungan pada istri anda, tolong istrinya lebih diperhatikan lagi Tuan!"
"Baik Dok terimakasih banyak!"
Tan dan Tuan Lan pun bisa ersenyum lega, mereka masuk ke dalam ruang perawatan dan melihat Laluna sudah sadarkan diri.
"Sayang, kau sudah merasa enakan? Apa masih ada yang sakit?"
"Bo kongku sakit sayang,"
Luna pun tersenyum pada Tan, membuat Tan bisa berhenti mengkhawatirkan hal yang tidak-tidak.
"Luna! Mulai sekarang jika mau berjalan kemanapun gunakan kursi roda, kau tidak boleh berjalan sendiri!"
"Baik kak Lan, maafkan aku gara-gara kecerobohan ku, liburan kita jadi terganggu seperti ini!"
"Jangan pikirkan itu sayang, kau tau aku hampir gila melihat mu mengeluarkan darah seperti tadi!"
"Iya terjadi pendarahan kecil, tapi dokter mengatakan hal seperti itu biasa, bahkan sering terjadi pada ibu hamil bila kecapean atau seperti ku tadi terpeleset!"
"Sudah Tan belikan kursi roda saja! Jadi dia selain di tempat tidur, dia harus kau dorong kemanapun menggunakan kursi roda! Jangan sampai kejadian seperti ini terjadi lagi.
"Iya kak Lan, aku akan membelinya sepertinya di klinik ini ada!"
"Sayang, anak kita kuat sekali ketika aku jatuh dan dia terguncang, apa mungkin karena biasa terkena guncangan dari Dadynya!"
__ADS_1
Hahaha..