
"Ah, Tuan, ah, ah," desa hh Larisha yang semakin kencang.
Dan akhirnya! Tuan Lan berhasil mencapai puncak kenikmatannya dengan menyemburkan cairan putih didalam inti Larisha. Dengan nafas yang masih belum teratur, Tuan Lan turun dari atas tubuh Larisha dan berbaring disebelah tubuh Larisha sambil tersenyum penuh kepuasan.
"Pergilah dari ranjang ku! Kembali ke sofa itu, aku sudah selesai denganmu!" kata Tuan Lan.
Lagi dan lagi setiap perkataan Tuan Lan mampu menyakiti hati Larisha, tega-teganya setelah merampas harta paling berharga dari Larisha Tuan Lan memintanya kembali tidur di sofa layaknya seorang tawanan, padahal walau bagaimanapun kini Larisha adalah sah sebagai isterinya! Tak bisakah perkataan Tuan Lan lebih dijaga agar setidaknya tidak melukai hati Larisha.
Larisha menuruti perintah Tuan Lan dengan segera turun dari ranjang itu! Sambil memunguti pakaian miliknya, Larisha pergi ke kamar mandi untuk membersihkan darah kesuciannya.
__ADS_1
Ketika berjalan, rasa perih itu kembali terasa pada area inti milik Larisha, membuat Larisha harus berjalan perlahan seperti anak sunat. Masuklah Larisha kedalam kamar mandi, Larisha menangis lalu dinyalakannya shower yang terdapat didalam kamar mandi mewah itu.
"Stth sial!! apa yang baru saja aku katakan! Harusnya aku tak mengusir Larisha dari ranjang ini! Dan aku rasa, aku terlalu kasar ketika merenggut kesuciannya." Batin Tuan Lan menyesali karena terpancing emosi saat Larisha menuduhnya seorang bandar nar koba.
Larisha membiarkan derasnya air yang keluar dari shower menghapus sisa-sisa kekejaman Tuan Lan terhadap tubuhnya! Larisha memukul-mukul tubuhnya sendiri karena tak terima laki-laki tua itu menikmati tubuhnya dan berhasil merenggut kesuciannya.
"Dev, ayahmu sudah merenggut kesucianku! Aku ingin sekali pergi sejauh mungkin, tapi aku tidak bisa karena Laluna membutuhkan perawatan dengan biaya yang sangat mahal. Andai saja kamu ada disini disampingku, kau pasti tidak akan membiarkan ayahmu melakukan ini padaku." Lirih Larisha.
__ADS_1
Sementara diatas ranjang, Tuan Lan masih mengatur nafasnya yang tadi sempat tidak beraturan akibat olahraga malam bersama Larisha. Lamunannya tentang perkataan Larisha mulai terngiang-ngiang dalam pikirannya! Apalagi Tuan Lan sudah merasakan sendiri bahwa Larisha bukanlah gadis nakal, dia tidak mungkin memberikan nar koba itu pada Dev.
Pasti ada orang yang memasukan kedalam cangkir minuman Dev pada malam itu! Tuan Lan, mengambil handphone miliknya dari atas meja didekat ranjang! Kemudian mengirimkan pesan pada Tan agar segera kembali karena Tuan Lan ingin asisten pribadinya sendiri yang mencari tahu tentang kejadian malam Dev meninggal.
"Jika benar ada yang sedang bermain-main denganku! Membuat putraku mati, maka aku sendiri yang akan membuat tulang-tulang disekujur tubuhnya remuk dan hancur! Akan aku pastikan orang itu menjadi santapan pagi hari bagi harimau peliharaan ku." Batin Tuan Lan.
Setelah hampir setengah jam, Larisha keluar dari dalam kamar mandi dengan mata sembab dan berjalan tertatih kearah sofa tempat biasa dia tidur. Dilihatnya Tuan Lan sudah tertidur pulas diatas ranjang dengan nyaman.
Semua sudah terjadi, Larisha hanya berharap besok operasi transplantasi sumsum tulang belakang yang akan dilakukan untuk kesembuhan Luna berjalan lancar dan Laluna sembuh total, setelah itu Larisha sudah memikirkan untuk membawa Laluna kabur ke negara lain sejauh-jauhnya! Apalagi Larisha sudah meminum pil KB dan akan terus meminumnya, jadi dirinya tidak akan mungkin hamil anak Tuan Lan.
__ADS_1