
Laluna segera meregangkan kedua kakinya, membuat bagian inti miliknya semakin terlihat jelas ditengah-tengah kedua pangkal paha mulusnya!
"Lepaskan ********** sayang, aku ingin mengamatinya!" lirih Tan.
"Kau saja yang buka," pinta Laluna.
"Jika aku yang membukanya! Bukan hanya aku buka, melainkan aku buat menyembur," kata Tan.
Perkataan Tan jelas membuat Laluna tak sabar dengan apa yang akan dilakukannya, seolah setiap sentuhan yang dilakukan oleh Tan sebagai serangan pembawa kenikmatan yang pasti membuatnya melayang-layang ke udara akan kenikmatannya.
Tan pun mulai dengan menarik pelan kedua telapak kaki Laluna, hingga kedua kakinya lebih terbentang luas lagi, diraihnya dalaman berwarna hitam yang sudah basah karena sudah sangat menginginkan sentuhan dari laki-laki tampan yang wajahnya dipenuhi boleh brewok-brewok tipis.
Setelah membuka dalaman berwarna hitam itu! Tan lantas membuangnya ke lantai, diamatinya dengan seksama bagian inti yang menjadi favorit Tan selama ini, Laluna pun tersipu malu saat Tan terus menerus mengamati inti miliknya.
"Sudahlah, jangan dilihat terlalu lama, aku malu jadinya," protes Laluna.
"Kenapa harus malu, aku suka mengamati ini, sungguh indah dan mengagumkan!" kata Tan.
Tan kemudian menahan kedua pangkal paha Laluna dengan kedua tangannya, lalu memposisikan wajahnya ditengah-tengah bagian inti milik Laluna, perlahan tapi pasti dengan masih memegangi kedua pangkal paha mulus Laluna! Tan kemudian mendekatkan wajahnya pada bagian inti milik Laluna.
Dihirupnya aroma khas dari bagian inti Laluna, lalu Tan pun mendaratkan ciumannya di bagian tersebut. Terasa sekali sapuan-sapuan kecil dari brewok-brewok tipis yang ada disekitar wajah Tan, mengenai daerah inti milik Laluna, menambah sensasi-sensasi lain saat brewok-brewok halus itu terus tergesek pada bagian intinya.
"Oughttt yes," Laluna melenguh saat bibir Tan menyentuh bagian inti miliknya.
Tan terus menikmati bagian tersebut dengan meng hi sapnya hingga sang empunya menjerit lalu kedua tangannya mencengkram kuat bantal yang berada disamping kiri dan kanannya.
__ADS_1
"Ahhhhhhh sit!! Arthan ini sangat nikmat!" de sah Laluna.
Tan yang mendengar jeritan-jeritan surgawi dari bibir Laluna, semakin bernaf si untuk memainkan daerah inti tersebut dengan semakin liar, Tan meng hi sapnya kuat-kuat hingga membuat Laluna kembali menge rang hebat.
"Ahhhhhhhh yessssssss, oh my God Arthan! Ahhhhh kau ahhhhh Fu ck it," Laluna mulai meracau karena merasakan kenikmatan yang luar biasa saat ini, sampai dia tidak tau bagaimana cara mengekspresikannya.
Laluna menekan kepala Tan dengan kedua tangannya, membuat wajah Tan semakin tenggelam didalam sana! Dengan kedua tangannya, Laluna me re mas rambut Tan setiap kali Tan meng hi sap bagian miliknya.
Baru pemanasan diawal namun nafas Laluna sudah terengah-engah, akibat kelihaian yang dilakukan oleh Tan. Puas melihat Laluna menge rang sejak tadi karena bagian inti itu terus dihi s apnya, kini Tan melepaskan bagian inti tersebut.
Tan meraih kedua melon import yang sejak tadi sudah menunggu bagian, melon import itu cukup lama menganggur karena Tan sangat lama bermain-main di daerah inti, kini giliran kedua melon import yang sudah mene gang yang mendapatkan sentuhan-sentuhan nakal dari Tan.
Diraihnya kedua melon import itu oleh kedua tangan Tan, di rem as-rem as hingga Laluna kembali me lenguh.
"Ssssstttttt, ahhhhhh," de sah Laluna sambil menatap wajah tampan Tan.
Laluna tidak tau lagi harus berbuat apa saat serangan demi serangan kenikmatan terus dilayangkan oleh Tan tanpa henti. Tan benar-benar pria perkasa yang mampu membuatnya tidak berdaya, membuat Laluna selalu ketagihan akan perlakuannya diatas ranjang, selain menikmati wajah tampan Tan saat Tan dengan penuh gai rrah menikmati setiap inci lekuk tubuhnya! Laluna juga menikmati setiap serangan yang dilancarkan oleh Tan terhadapnnya.
Hanya me nge rang dan me lenguh penuh nikmat yang bisa dilakukan oleh Laluna saat tubuhnya berada dibawah penguasaan Tan. Mulut Tan saat ini tersumpal penuh oleh melon import milik Laluna yang dia masukan ke dalam mulutnya, secara bergantian Tan meng hi s ap melon import itu kiri dan kanan tanpa jeda sambil terus me rem asnya.
"Ahhhhh Arthan aku tidak tahan lagi! Cepat masukan emthhhhhh ahhhh," de sah Laluna.
Tan kemudian menuruti permintaan Laluna untuk melepaskan kedua melon import miliknya, karena sejak tadi Tan juga sebetulnya sudah tidak tahan ingin segera memasukkan knalpot racing miliknya yang sudah mengeras. Diarahkannya kebagian inti milik Laluna, lalu didorongnya dengan cepat sehingga tak ada alasan untuk knalpot racing itu tidak tertancap seluruhnya dibagian inti milik Laluna.
"Oughttt fu ck! Luna, ahhhh milikmu sangat nikmat sekali sayang," lirih Tan saat knalpot miliknya itu benar-benar terjepit oleh bagian inti dari Laluna.
__ADS_1
"Ouhhhhhhhh sit! Ahhhhh yes! Arthan, punya mu besar dan luar biasa," de sah Laluna sambil menggigit bibirnya sendiri.
"Aku akan memainkan punya mu dengan knalpot milikku ini sayang, nikmatilah!" lirih Tan.
Tan kemudian mulai menggerakkan pinggulnya keluar masuk dengan cepat dibagian inti tersebut, hingga kedua melon import pun ikut bergerak seiring dengan gempuran yang dilakukan oleh Tan pada bagian milik Laluna.
Tan yang sangat perkasa, begitu berna fsu untuk menggerakkan pinggulnya dengan sangat cepat! Bahkan Laluna pun sampai menjerit-jerit akibat serangan yang dilakukan oleh Tan, berkecepatan penuh keluar masuk begitu cepat.
"Oghhh yes, ahh yes! Arthan pelankan ohh Arthan emthhhh ja-jangan cepat-cepat!" de sah Laluna.
"Tidak sayang, aku tidak mau pelankan! Aku benar-benar sangat menikmati milikmu, Ahhh sitttttt," de sah Tan.
Tan bergerak semakin cepat memberikan gempuran tiada henti tanpa ampun pada bagian inti milik Laluna! Sementara kedua tangannya memegangi kedua tangan Laluna lalu menaruhnya diatas kepala Laluna, karena sejak tadi Laluna mencakar punggung Tan, bahkan mencengkram kuat punggung Tan akibat tak tahan dengan serangan yang terlalu cepat itu.
Tan menahan kedua tangan Laluna diatas kepala Laluna, sementara pinggulnya terus bergerak cepat dibawah sana, tanpa terasa keringat mulai bercucuran di wajah Tan padahal ac di dalam kamar tersebut on sejak tadi.
Tan sangat bersemangat saat miliknya setiap detik dijepit oleh milik Laluna, kedua matanya setengah terpejam menikmati bagian inti milik Laluna yang sudah sangat basah itu.
Wajah Tan mendongak keatas, saat menyadari knalpot racing itu sudah mencapai puncak kenikmatannya!
"Ahhhh sayang aku ingin sampai! Oughttt yes, Fu ck!" Era ngan panjang keluar dari bibir Tan saat lahar putih itu menyembur deras di bagian dalam sana.
❤️❤️❤️
Ehh ampun maak pagi-pagi udah lincah aja nih jari😅
__ADS_1
Ngomong-ngomomg, sekarang aktivitas diluar rumah udah berjalan normal kah? Atau masih pada stay di rumah nih sama kaya othor?🤔