Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 39


__ADS_3

Tuan Lan juga memesan ice cream coklat caramel untuk Larisha! Biasanya setiap wanita pasti akan terkesima bila diberikan ice cream oleh laki-laki. Saat sedang menunggu makanan datang, Tuan Lan tidak henti-hentinya menatap wajah cantik Larisha, hingga membuat Larisha tidak nyaman yang akhirnya salah tingkah.


Larisha menggaruk-garuk kepalanya sendiri padahal tidak sedang gatal, karena bingung berhadapan dengan laki-laki yang dulunya sangat dendam terhadap dirinya namun kini dia terlihat memperhatikannya, Larisha memutuskan untuk pergi ke toilet.


"Tuan, aku permisi ke toilet dulu!" kata Larisha.


"Biar aku antar!" kata Tuan Lan.


"Tuan, restoran ini sangat ramai, apa kau tidak malu ikut denganku dan berdiri disekitaran toilet wanita?" tanya Larisha.


"Tidak masalah! Memangnya kau lupa kalau kau adalah istriku? Apa salahnya seorang suami mengantar istrinya ke toilet?" tanya Tuan Lan.


"Cih, sejak kapan kita benar-benar menjadi suami isteri? Sudahlah Tuan, masa gara-gara toilet saja kita berdebat! Aku akan pergi sendiri," kata Larisha lalu beranjak dari kursi menuju toilet yang letaknya lumayan jauh.


"Dasar gadis pembangkang! Tapi semakin dia melawan, aku semakin tergila-gila padanya!" Gumam Tuan Lan lalu tersenyum sendiri.



Saat sudah didekat toilet, Larisha yang sedang banyak pikiran akibat Laluna masih didalam ruangan operasi, berjalan meleng hingga Larisha menabrak seorang laki-laki hingga membuat tubuh Larisha terjatuh kelantai.

__ADS_1


Bught..


Dompet Larisha terjatuh didekat kaki laki-laki yang ia tabrak. Saat hendak mengambil dompet miliknya, laki-laki tersebut justru mengambilkannya! Lalu mengulurkan tangannya pada Larisha.


"Nona, anda tidak apa-apa?" tanya laki-laki yang belum ditengok sedikitpun wajahnya oleh Larisha.


"Iya aku tidak apa-apa, maaf aku tadi tidak hati-hati hingga menabrak mu!" kata Larisha lalu meraih uluran tangan dari laki-laki tersebut, perlahan Larisha menaikan wajahnya yang sejak tadi tertunduk karena melihat pergelangan kakinya yang keseleo.


Betapa kagetnya Larisha, saat pertama kali melihat sosok laki-laki itu, parasnya yang tak lagi asing bagi Larisha, dan ketidakmungkinan akan apa yang kedua matanya lihat akan siapa sosok yang saat ini berdiri tegak dihadapannya, laki-laki itu tersenyum manis pada Larisha! Larisha pun berkali-kali mengucek kedua matanya.


"Kau!" lirih Larisha sambil terus mundur menjauhi laki-laki itu.


Tubuh Larisha bergetar, kedua matanya mulai berbinar dan tak bisa berhenti menatap wajah laki-laki itu.


"Dev!" lirih Larisha.



Paras laki-laki yang sekarang sedang berada dihadapannya sangat mirip dengan Dev Limson yang sudah meninggal dunia, hanya saja laki-laki yang kini dihadapannya itu berkulit lebih gelap dari Dev, dan rambutnya pun plontos.

__ADS_1


"Dev? Nona, namaku Briant Alberto! Kau salah orang! Dan waw, rupanya kita berasal dari satu negara yang sama! Apa kau juga sedang berlibur di Singapure?" tanya Briant dengan santai.


Larisha pun segera meraih dompet miliknya dan berlari pergi meninggalkan laki-laki yang sangat mirip dengan kekasihnya dulu.


"Ini kali pertama kita bertemu, ternyata kau sangat cantik sekali! Selamat datang di hidupku Larisha Mevia, gadis malang yang seharusnya tidak terbawa kedalam urusanku dan manusia kejam itu! Senang melihat expresi wajah ketakutanmu seperti itu, karena akan menjadi langkah mudah untukku kedepannya." Gumam Briant.


Larisha berlari sekencang-kencangnya, dan sampai kembali dimeja Tuan Lan. Nafas terengah-engah Larisha dan gestur tubuh Larisha yang seperti orang linglung, membuat Tuan Lan khawatir dengan Larisha yang baru saja kembali dari toilet itu.



"Larisha, kau kenapa? Kau berkeringat? Apa terjadi sesuatu?" tanya Tuan Lan.


Larisha hanya diam saja dengan kedua mata yang masih berbinar! Tuan Lan segera berpindah tempat duduk, menjadi disamping Larisha dan memegangi wajah Larisha, menatap wajah Larisha dari jarak dekat.


"Hei, hei tenanglah! Ceritakan padaku! Apa ada yang menyakitimu?" tanya Tuan Lan.


Larisha pun memeluk tubuh Tuan Lan dengan sangat erat, rasanya itu seperti mimpi dan sangat mustahil bila yang ditemuinya barusan adalah Dev Limson. Tapi kenapa wajahnya sangat mirip, hanya bentuk wajah yang sedikit berbeda dan kulitnya lebih gelap.


❤️❤️❤️

__ADS_1


Sekedar mengingatkan wajah Dev Limson, yang pasti Dev itu sudah meninggal ya maak, jadi dapat dipastikan Briant dan Dev adalah dua orang yang berbeda, buka juga kembaran Dev ya maak karena Tuan Lan murni hanya punya satu anak dari isterinya dulu.



__ADS_2