
Mereka akhirnya masuk ke dalam vila dan melihat-lihat didalamnya vila seperti apa! Terdapat ruang tamu, ruangan keluarga dan beberapa kamar di lantai utama, sedangkan di lantai dua vila tersebut terdapat beberapa kamar dengan dinding kaca yang begitu luas.
Vila ini juga dilengkapi dengan kolam berenang dihalaman depan vila, sungguh tempat healing terbaik yang akan membuat pikiran fresh dan jernih kembali.
Agenda sore harinya dihari ini adalah pergi ke sebelah barat vila! Di sana terdapat danau yang cukup besar dimana banyak berbagai jenis ikan yang hidup didalamnya!
"Anak-anak, apa kalian masih cape?"
"Tidak dad!" serempak.
"Kalau begitu Dady dan Paman Tan akan pergi memancing, kalian mau ikut?"
"Hore ikut dad," Brithney sangat senang ketika akan ikut memancing.
Namun Laluna dan Larisha memilih tetap berada didalam vila untuk memasak, menyiapkan makan malam ketika mereka kembali dari memancing, lagipula Laluna yang tengah mengandung tidak bisa dibawa berjalan terlalu jauh, apalagi dengan kondisi jalanan yang bersalju.
Tuan Lan, Tan, Domanick, dan juga Bright dan Brithney berpamitan untuk pergi memancing di danau! Sampailah mereka ditepian danau yang luas dan terdapat bunga teratai dipermukaan danau tersebut.
"Lihat Dad danaunya luas sekali! Aku suka disini!"
"Kau berisik sekali si Brith," ujar Domanick.
"Biar saja aku berisik aku kan putri kesayangan Dady, Dady suka jika aku berisik!"
"Sudah-sudah jangan bertengkar! Ayo anak-anak isi umpan di alat pancing kalian masing-masing,"
"Baik Dad,"
Mereka pun mulai memancing! Ditemani oleh kue kering buatan Larisha, mereka dengan sabar menunggu untuk umpan mereka dimakan oleh ikan-ikan dibawah sana! Tak butuh waktu lama, pancingan milik Bright bergerak-gerak sepertinya ada ikan yang sudah berhasil terkena alat pancingnya!
"Dad, pancingannya bergerak!"
"Angkat Bright! Itu ada ikan yang berhasil kau tangkap! Ayo Bright angkat!"
"Dad, berat dad!"
Domanick pun membantu menarik pancingan Bright keluar dari dalam air! Dan ternyata benar ada satu ekor ikan besar yang berhasil ditangkapnya.
"Wow, Bright kau dapat ikan! Lihat!". Domanick sangat antusias.
"Iya besar!" kata Bright.
__ADS_1
"Kau hebat anak pintar!"
"Ini pasti bisa untuk barbeque nanti malam di vila! Terlihat lezat Bright!" Tan pun senang ikan yang ditangkap Bright cukup besar.
Sore itu hasil tangkapan ikan mereka sangat banyak! Semuanya berhasil mendapatkan ikan, mereka pun memutuskan untuk kembali ke vila karena hari sudah mulai gelap!
Sesampainya di vila, terlihat di meja makan hidangan untuk makan malam tersaji begitu banyak! Mereka yang baru pulang memancing sudah sangat lapar dan tak sabar untuk makan masakan yang dibuat oleh Larisha dan Laluna.
"Eh eh eh, kalian mandi dulu dong! Enak aja sudah duduk di meja makan,"
"Tau nih bay keringat sana mandi dulu!" kata Laluna sambil menutup hidungnya.
"Yah," ungkapan kekecewaan Tuan Lan, Tan dan anak-anak.
Akhirnya mereka pun mandi terlebih dahulu, barulah setelah mandi dan berganti pakaian malam itu mereka makan malam dengan lahap.
Keesokan harinya!
Acara dibuka vila hari ini memutuskan untuk barbeque hasil tangkapan ikan kemarin di danau, sambil bernyanyi-nyanyi bersama dan menikmati secangkir teh hangat di halaman vila indah itu.
Anak-anak pun terlihat sangat riang dan gembira mereka berlarian tak kenal lelah, saling melemparkan salju satu sama lain.
"Setelah makan ikan kita akan bermain ski kok, kau mau ikut?" tanya Tuan Lan sambil sibuk membolak-balikkan ikan panggangannya.
"Baiklah mom, tapi buatkan aku boneka salju ya!"
"Oke princess,"
"Sayang kau berhati-hatilah selama bermain ski!"
"Iya Luna, aku akan berhati-hati! Lagipula tidak akan terlalu jauh meluncur, kan anak-anak juga akan ikut!" kata Tan sambil mengoleskan kecap pada ikan-ikan yang sedang dipanggangnya.
Siang itu mereka memakan bersama ikan yang hasil tangkapan mereka kemarin, rasanya sangat lezat meskipun harus menyantap panas-panas karena begitu selesai dibakar langsung diserbu untuk dimakan. Sore harinya Tuan Lan Tan dan anak-anak laki-laki mereka akan pergi bermain ski tak jauh dari vila.
Sementara Larisha, Laluna dan Brithney bermain disekitar vila. Larisha dan Laluna kompak membuatkan boneka salju yang tinggi besar untuk Brithney, gadis cantik itu pun sangat senang melihat Larisha membuatkannya boneka salju.
"Momy, ini sangat besar sekali! Apa ini bisa ku bawa pulang?"
"Kau suka cantik?"
"Iya Momy,"
__ADS_1
"Kau bawa pulang, sampai di rumah jadi air lah Brith," kata Luna.
"Aunty, kenapa.kau membuat hidung bonekanya pesek? Itu tidak mirip denganku, hidungku sangat mancung!"
"Kata siapa hidungmu mancung! Kau tau Brith, saat kau lahir hidungmu sangat pesek, kemudian karena aunty gemas akhirnya aunty cubit hidungmu dan jadilah mancung seperti sekarang!"
"Hah? Apa benar begitu Momy?"
Larisha dan Laluna pun menertawakan Brithney yang terlihat percaya dengan cerita bohong Laluna.
Hahaha..
Sementara di tengah-tengah gumulan salju Tan dan Tuan Lan tengah mengajarkan Bright dan Domanick bermain salju. Setelah beberapa jam puas bermain salju, mereka lantas kembali ke vila rasanya melelahkan karena harus terjatuh berkali-kali di salju saat bermain ski, tapi itu membuat tidur mereka di malam hari sangat nyenyak akibat kelelahan.
Keesokan harinya!
Pagi-pagi setelah sarapan, Bright, Domanick, Tuan Lan, dan Tan bertanding bola, masing-masing dua lawan dua, sementara Brithney dan Laluna duduk di tangga kayu vila tersebut untuk menonton pertandingan itu!
Sedangkan Larisha sedang menyiapkan minuman segar di dapur vila tersebut.
"Ayo sayang jangan mau kalah," teriak Laluna.
"Ayo Dad, kak Bright kalahkan paman Tan dan kak Nick!" teriak Brithney yang tak ingin kalah suara dari Laluna.
Bola pun menggelinding out dari garis tempat pertandingan, dan berlabuh didekat tangga vila. Laluna pun beranjak untuk menendang bola tersebut agar mereka tidak perlu repot-repot menghampiri bola, namun pada saat menuruni anak tangga di teras vila tersebut, air bekas lelehan salju yang membasahi anak tangga itu membuat tangga menjadi licin, dan ketika Laluna memijak anak tangga itu.
Celepak,,,,,,!!!!
Braghtttt.....
Laluna terjatuh dengan sangat keras hingga semua orang yang melihat Laluna terjatuh langsung berteriak.
"Luna!!
"Aunty!!"
Larisha yang mendengar teriakan kencang dari halaman vila, segera meninggalkan dapur untuk melihat situasi disana!
Tan ketakutan setengah mati melihat Laluna jatuh hingga pingsan, dan darah segar mengalir dari dalam rok yang dikenakan oleh Laluna. Keadaan menjadi sangat panik, Tuan Lan dengan tangan bergetar buru-buru menelpon helikopter untuk menjemput mereka, sementara Tan langsung lemas begitu melihat Laluna mengeluarkan darah segar dari balik rok yang dikenakannya.
❤️❤️❤️
__ADS_1
Jatuh di tangga lumayan juga ya maak, kira-kira gimana ya nasibnya Laluna?🥲