
Tan pun mengedipkan sebelah matanya pada Tuan Lan, seolah berkata "mohon kerjasamanya Tuan".
"Baiklah! Setelah mengantarnya, kau tidak perlu ke kantor ataupun ke casino! Langsung pulang saja Tan!" kata Tuan Lan.
"Baik Tuan, kalau begitu aku permisi!" kata Tan yang melangkah meninggalkan kamar Tuan Lan.
"Aku juga, aku akan menyiapkan dokumen untuk pendaftaran!" kata Laluna buru-buru menyusul Tan keluar kamar Tuan Lan.
Saat Tan hendak memasuki pintu lift untuk turun kelantai dasar, Luna pun memanggilnya.
"Tuan!" panggil Laluna.
"Ada apa?" tanya Tan.
"Besok jangan sampai telat, aku mau jam 08.00 pagi kau sudah harus didepan kedua mataku!" ketus Luna lalu setelah mengatakan itu dirinya langsung pergi begitu saja.
Tan pun menghembuskan nafas panjangnya.
"Gadis itu, berani sekali dia memerintahku!" Gumam Tan lalu pintu lift itu terbuka dan dia turun ke lantai dasar.
Keesokkan harinya!
Laluna sudah berdandan cantik didepan cermin didalam kamarnya, karena hari ini dirinya akan berduaan dengan Tan, Laluna memang berencana untuk menarik perhatian Tan agar semakin dekat dengannya dengan memakai riasan tebal.
__ADS_1
Laluna pun hendak berpamitan ke kamar Larisha, disana rupanya sudah ada Tan dan Dokter pribadi keluarga Limson untuk memeriksa keadaan Larisha kembali.
"Bagaimana Dokter?" tanya Tuan Lan.
"Hasil pemeriksaan darah dan yang lainnya tidak ada masalah, semua normal! Kalau begitu, Minggu besok kita akan USG kembali Tuan," kata Dokter.
"Memangnya kenapa Dok?" tanya Tuan Lan.
"Sepertinya nona Larisha memang sedang hamil, hanya saja belum terdeteksi karena usia kandungannya masih sangat muda," kata Dokter.
"Oh ya?? A-aku senang sekali mendengarnya! Risha kau dengar, Tan kau dengar itu aku akan jadi seorang Ayah kembali," kata Tuan Lan yang sudah sangat berharap banyak dan tak sabar untuk menunggu satu Minggu lagi.
Larisha, Tan, dan Laluna pun ikut tersenyum bahagia dan tak sabar ingin secepatnya mendengar bahwa Larisha benar-benar hamil.
"Baik Dokter, terimakasih banyak," kata Larisha dan Tuan Lan.
"Kakak aku pergi dulu ya! Ini sudah pukul 08.00 lewat, nanti keburu ramai!" kata Laluna.
"Iya ya sudah, Tuan Tan maaf sudah merepotkan mu," kata Larisha.
"Tidak apa-apa nona, kalau begitu aku permisi dulu nona, Tuan!" kata Tan.
"Ya, ya, merupakan langkah awal maka semangat lah," ledek Tuan Lan.
__ADS_1
Tan dan Laluna pun pergi meninggalkan kediaman Tuan Lan, didalam mobil! Tan sesekali melirik kearah Laluna yang mengenakan pakaian minim, riasan tebal membuatnya terlihat seperti gadis dewasa yang seksi.
"Hei nona, kenapa memakai riasan setebal itu? dan ini tutupi rokmu dengan jaketku" kata Tan yang membuka jaket yang ia kenakan lalu memberikannya pada Laluna.
"Memangnya kenapa? Aku memakai riasan karena akan bertemu banyak orang, aku harus terlihat cantik! Aku tidak mau menutupi rok ini, lagipula ini tidak terlalu minim," ketus Laluna.
"Kalau kau tidak mau menutupinya aku tidak akan mengantarmu," kata Tan.
"Menyebalkan!" ketus Laluna yang akhirnya menutupi kedua paha mulusnya dengan jaket milik Tan.
Sementara itu, di dalam kamar Tuan Lan!
"Sayang, apa kau masih pusing?" tanya Tuan Lan.
"Hanya sedikit, setelah meminum vitamin yang diberikan Dokter sudah jauh lebih baik Tuan, sebaiknya aku mandi agar tubuhku semakin fresh," kata Larisha.
"Syukurlah, kalau begitu, biar aku yang akan memandikan mu sayang," kata Tuan Lan tersenyum mencurigakan.
"Tidak perlu, aku sudah tidak lemas Tuan! Aku akan mandi sendiri," kata Larisha lalu beranjak dari tempat tidurnya.
Namun Tuan Lan segera menggendong tubuh Larisha dan berjalan menuju kamar mandi.
❤️❤️❤️
__ADS_1
Aku minta maaf ya maak sampai akhir bulan updatenya hanya bisa satu bab sehari, Karena himpitan dunia nyata🥲
Tapi awal bulan ngebut lagi kok triple up, udah ada babynya juga nanti dan konfliknya makin seru, makin gurih-gurih nyoy makin gubrak gebruk, making ngik ngik ngik juga Mak jadi ikutin ceritanya terus ya😘