Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 134


__ADS_3

Tuan Lan berdehem seakan paham apa yang dikatakan oleh Laluna mengenai guncang mengguncang!


Ekhem..


"Luna, sepertinya bibir mu harus ku sumpal agar tidak bicara aneh-aneh didepan kak Lan,"


Laluna pun masih tertawa ringan melihat wajah malu Tan, sementara Tuan Lan pergi untuk menelpon Larisha karena tau dia akan sangat khawatir saat ini jika belum mendengar kabar tentang Luna.


Setelah satu jam berada di ruangan rawat, Laluna memutuskan untuk kembali ke vila tentu saja dia tidak lagi berjalan sendiri untuk sekedar ke toilet atau menuju halaman klinik pun Laluna menggunakan kursi roda yang sudah dibeli oleh Tan tadi.


Tuan Lan memutuskan sore ini mereka akan kembali ke rumah dan mengakhiri masa liburannya di vila, mengingat kondisi Laluna yang masih membutuhkan istirahat total. Sore harinya keluarga itu kembali ke kediaman Tuan Lan, Laluna dan Tan memutuskan untuk menginap di kediaman Tuan Lan karena Larisha ingin menjaga Laluna selama dirinya hamil muda.



"Tan, sebaiknya selama Laluna hamil muda kalian tinggal disini saja! Nanti kan kalau kau kerja, Luna akan sendirian di rumah kalian paling hanya dengan pelayan,"


"Iya kak Risha aku pun memikirkan hal ini!"


"Yasudah, kau bawa istrimu untuk istirahat di kamar!"


"Baik kak Lan, kalau begitu aku dan Luna ke kamar dulu!


Tan mendorong kursi roda yang diduduki oleh Laluna menuju kamar tamu.


"Momy, apa autny dan paman akan tinggal disini lagi?"


"Iya sayang, you happy?"


"Asik, happy Momy aku ingin tinggal dengan bayi yang lucu, bayi aunty pasti cantik sepertiku!"


"Iuw, cantik? Kau cantik?" Helehhh.


"Nick, jangan mulai mengganggu adikmu!"


"Sorry Dad! Kalau begitu aku ke kamar sekarang, hei Bright kau sudah seperti patung bernapas diam terus!"


Domanick pun pergi untuk menuju ke kamarnya.


"Bright, bicaralah jangan diam terus!"


Namun Bright masih terdiam membuat Larisha dan Tuan Lan harus extra sabar dengan anak pendiam itu.

__ADS_1


"Biarkan saja kak Bright seperti itu Momy, mungkin dia malas bicara!"


"Iya kalau kau bicara terus!" kata Larisha sambil mencubit hidung Brithney.


"Aku ke kamar dulu!"


Bright langsung pergi ke kamarnya setelah mengatakan itu, seperti itulah Bright berkata seperlunya saja.



"Dad, kita benar-benar memiliki tiga anak dengan karakter yang berbeda-beda, mereka kembar tapi sifatnya tidak ada satupun yang sama!"


"Begitulah istimewanya ketiga anak kita! Tapi Dady yakin kelak ketika dewasa Bright akan menjadi Dokter hebat ataupun seorang dosen, karena sejak dini dia sudah sangat rajin membaca dan belajar,"


"Asik, Dady aku lebih senang dengan kak Bright,"


"Kenapa begitu Brith?"


"Karena kak Bright pintar, aku sering menyuruhnya mengerjakan PRku!"


"Astaga Brithney," teriak Larisha yang tak habis pikir ternyata PRnya selama ini dikerjakan oleh Bright, pantas saja setiap detik anak ini selalu saja sibuk bermain.



Larisha diminta untuk datang ke sekolah karena salah satu anaknya ada yang berbuat onar lagi! Siapa lagi kalau bukan Domanick, anak itu memang tidak bisa diam! Sesampainya di sekolah, di sana seorang murid perempuan sedang menangis tersedu-sedu didampingi oleh kedua orangtuanya, dan di samping kanannya terdapat Domanick yang menundukkan wajahnya di dampingi oleh Miss Leora.


"Selamat siang Miss,"


"Oh nyonya Risha, silahkan duduk! Maaf ya ditelepon mendadak,"


Terlihat wajah sedikit ketus dari kedua orangtua siswi perempuan tadi, Larisha pun duduk di samping Miss Leora.



"Begini Nyonya Risha, saya terpaksa memanggil Nyonya Risha ke sekolah karena kejadian ini sudah berkali-kali dilakukan oleh Domanick!"


"Kejadian? Kejadian apa Miss?"


"Domanick sering jahil, ya namanya anak-anak nyonya Risha tapi jahilnya sedikit keterlaluan karena seringkali menepak bo kong siswi-siswi perempuan, kali ini bahkan sampai menangis anaknya!"


Terlihat siswi perempuan teman sebaya Domanick itu masih menangis, dan pelakunya adalah Domanick, karena menepuk bo kong siswi cantik itu dengan keras.

__ADS_1


Larisha langsung menarik nafas panjang mencoba meredam emosinya karena kenakalan Domanick. Akhirnya Larisha meminta maaf kepada siswi perempuan itu dan juga kepada orangtuanya dan berjanji kejadian ini tidak akan lagi dilakukan oleh Domanick.


Siang itu Domanick pulang lebih dulu dengan Larisha, sementara Brithney dan Bright masih menunggu jam kepulangan sekolah. Di dalam mobil, Domanick masih saja bermain gadget dan sama sekali tidak menampilkan wajah penyesalan setelah kejadian tadi.



"Nick, apa kamu tidak mau meminta maaf pada Momy?"


"Aku tidak melakukan apa-apa pada Momy,"


"Astaga Nick, kenapa si kau selalu saja usil dengan siswi-siswi di sekolah! Temanmu sampai menangis, apa kau tidak menyesal?"


"Dianya saja yang cengeng mom, aku hanya menepak bo kongnya saja di sudah menangis!"


Larisha merampas gadget yang sejak tadi menjadi fokus Domanick.


"Mom, kemarikan!"


"Tidak sampai kau menyesal dan berjanji tidak akan menggoda siswi-siswi di sekolah mu lagi!"


"I'm promise mom, ayolah aku menyesal! Kembalikan gadget ku mom,"


Larisha membiarkan anaknya terus merengek meminta gadget sampai Domanick bisa menyesali perbuatannya yang tidak baik itu! Sesampainya di rumah, Luna terlihat tengah mondar-mandir di halaman rumah mewah itu!


"Luna, kenapa diluar?"


"Aku mules kak! Tapi belum mules banget,"


"Kalau mules aunty ke toilet jangan pup di halaman dong!"


"Nick, masuk kamar sana minta ganti baju pada Mery(pengasuh)!"


"Baiklah!"


Domanick pun pergi masuk ke dalam kamarnya!


"Ya sudah sekarang kita ke rumah sakit saja Luna, ini pasti sudah waktunya! Tapi mules ilang mules ilang kak,"


"Tidak apa! Biar standby di rumah sakit saja! Ayo sekarang kita ke mobil!"


❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


Bright ketika dewasa nih maak si paling irit ngomong.🤭Btw empat hari menuju tamat novel ini terimakasih untuk yang masih setia baca🤗



__ADS_2