
Briant sangat murka begitu mendengar ada suara tembakan dilantai bawah gedung ini, itu berarti Tuan Lan tidak datang sendirian ke gedung ini.
"Stthh sitt si al! Beraninya kau Alan Limson, kau membodohi ku! Kau membawa orang lain kesini, breng sek!" teriak Briant yang langsung kembali menodongkan senjata kearah Tuan Lan.
Dor..
Satu tembakan kembali mendarat mengenai bahu sebelah kanan Tuan Lan. Sementara Tan berlari sekencang-kencangnya menaiki anak tangga satu persatu agar secepatnya sampai di lantai atas gedung.
Dan saat Briant hendak kembali melesatkan tembakan kearah Tuan Lan, Larisha sekuat tenaga menggerakkan tubuhnya lalu tubuh Larisha pun roboh mengenai tubuh Briant Briant, yang membuatnya kehilangan keseimbangan dan jatuh.
Disaat itulah Tuan Lan segera berlari kearah Briant, memukul Briant dan berusaha merebut pistol itu dari tangan Briant, perkelahian itu tak dapat terhindarkan. Tan pun tiba dilantai atas dan melihat Larisha terikat tangan dan kakinya, serta mulut yang masih terlakban.
Sementara Tuan Lan dan Briant tengah bergelut untuk berebut pistol, saat ini Tan sudah mengarahkan pistol tepat ke arah Briant, namun Tuan Lan dan Briant terus berganti posisi, saat ini Briant berhasil unggul dan menindih tubuh Tuan Lan, dia menekan leher Tuan Lan dengan kakinya, sementara satu tangannya sudah menodongkan pistol itu dikepala Tuan Lan.
Dor...
Dorr..
Dorrr..
Tiga tembakan melesat dari pistol Tan menembus bagian punggung Briant, hingga mulutnya mengeluarkan darah segar. Tuan Lan segera menyingkirkan tubuh Briant yang semula berada diatasnya, tubuh Briant pun tersungkur ke lantai dengan tiga luka tembak dibagian punggungnya akibat ditembak Tan.
Tan langsung berlari dan melihat Tuan Lan yang sudah mengeluarkan banyak darah karena ada yang tertembak dibagian perutnya.
"Tuan, maafkan aku karena datang terlambat!" kata Tan sambil berusaha membangunkan Tuan Lan.
"Tan, Larisha!" kata Tuan Lan sambil menunjuk meminta untuk Tan membukakan seluruh ikatan ditangan dan kaki Tuan Lan.
Tan pun menghampiri Larisha, lalu membuka lakban, dan membuka ikatan tangan dan kaki Larisha, sementara Tuan Lan masih terkapar dilantai sambil memegangi perutnya yang masih terus mengeluarkan darah segar.
Setelah ikatan ditangan dan kakinya terlepas! Larisha langsung berlari kearah Tuan Lan, dan memeluknya, kedua matanya berderai air mata melihat kondisi Tuan Lan, namun Tuan Lan justru tersenyum padanya.
__ADS_1
"Seharusnya kau tidak kesini Tuan! Maafkan aku, gara-gara aku kau jadi celaka!" kata Larisha.
Hiks.
Hiks.
Hiks.
"Nona, kau bantu aku memapah Tuan Lan, kita harus segera membawanya keluar dari sini!" kata Tan.
"Iya Tuan Tan, terimakasih kau sudah datang tepat waktu," kata Larisha lalu bergegas memapah tubuh Tuan Lan bersama Tan.
Mereka bertiga berjalan hendak meninggalkan lantai dua gedung ini, namun siapa sangka, Briant membuka kembali kedua matanya! Dan kembali mengarahkan pistol itu kearah Tuan Lan, meskipun dengan kondisi tangan yang bergetar, Briant berusaha memfokuskan pistol itu kearah musuhnya.
Insting Tan lagi-lagi merasa ada sesuatu yang bergerak dari arah belakang, dan benar saja Briant kembali melesatkan satu peluru disisa-sisa nafas terakhirnya! Tan pun dengan sigap menghalangi peluru itu agar tidak mengenai Tuan Lan ataupun Larisha, hingga Tan pun tertembak dibagian da da sebelah kanannya.
Dor.
Dor..
Dor.
Dor.
Tiga tembakan sekaligus Tan menembak Briant hingga Briant terkapar tak bernyawa dengan kondisi kedua mata terbuka.
"Tuan Tan, kau tertembak!" kata Larisha.
Tan pun bersandar ke tembok, sambil memegangi luka tembaknya.
"Nona, kau bisa mengendarai motor?" tanya Tan.
"Tentu saja bisa Tuan," kata Larisha.
__ADS_1
"Cepat bawa Tuan Tan ke kediamannya, disana sudah ada Dokter dan tenaga medis lainnya! Tuan Lan tertembak dibagian perut dan dia sudah terlalu kehilangan banyak darah, kau harus memacu motor dengan sangat cepat!" kata Tan.
"Lalu kau bagaimana Tuan, kau juga tertembak dan darah mu terus keluar!" kata Larisha.
"Begitu motor ini lewat, anak buah ku akan segera kesini, mereka berada tidak jauh dari gedung ini nona! Kau harus cepat dan terobos saja lampu merah nona!" kata Tan.
"Ba-baik Tuan, kalau begitu aku akan membawa Tuan Lan sekarang!" kata Larisha dengan wajah panik bingung dan campur aduk rasanya.
"Jangan pedulikan bila polisi mengejarmu karena menerobos lampu merah, kau harus cepat nona! Keselamatan Tuan Lan bergantung padamu," lirih Tan, yang sudah merasakan sakit akibat luka tembak dibagian da danya.
"Ba-baik Tuan!" kata Larisha yang buru-buru memapah tubuh Tuan Lan yang sudah kehabisan banyak darah itu.
Tuan Lan nyaris tidak sadarkan diri, namun kedua matanya masih bisa melihat betapa cantiknya wajah gadis yang saat ini tengah memapahnya dan terlihat sangat panik.
Larisha dan Tuan Lan berhasil sampai ditempat motor Tan diparkir.
"Tuan, kau harus tetap sadar hingga kita sampai di rumah! Kau harus berpegangan padaku Tuan!" kata Larisha.
Tuan Lan pun mengedipkan kedua matanya tanda mengerti atas apa yang dikatakan oleh Larisha. Larisha bergegas naik ke motor, lalu Tuan Lan pun naik dibelakang, Larisha memegangi kedua tangan Tuan Lan dan melingkarkan kedua tangan Tuan Lan dipinggangnya.
Ngeng....
Motor gede berwarna hitam itu melesat bak pembalap diarea sirkuit! Larisha mengendarai motor dengan kecepatan sangat tinggi, menembus jalanan yang memang sepi, motor itu melesat melewati dua mobil anak buah Tuan Lan yang berada tak jauh dari gedung, mereka pun paham dan langsung pergi kearah gedung untuk menjemput Tan.
Larisha memang mahir mengendarai motor, sejak dulu hidupnya yang kurang mampu, memaksanya untuk bekerja apapun itu untuk bertahan hidup dan membiayai Luna! Larisha pernah mendapatkan penghargaan karyawan tercepat saat dirinya bekerja sebagai kurir antar barang, dan juga pengantar pizza.
Jadi begitu keadaan mendesak begini Larisha bisa diandalkan, Tan yang tertembak tidak mungkin bisa mengendarai motor secepat yang Larisha lakukan saat ini. Beruntung lah Tuan Lan, karena Larisha bukan gadis manja yang hanya bisa duduk manis didalam mobil.
Larisha bahkan mengikuti arahan Tan untuk menerobos lampu merah, karena lampu merah yang berada dipertigaan jalan menuju kota memang akan sangat lama, sementara kondisi Tuan Lan tidak memungkinkan bila harus berlama-lama dijalanan, Tuan Lan harus segera ditangani dengan serius.
Dan benar saja, tak lama setelah menerobos lampu merah! Polisi mengejar Larisha yang mengendarai motor dengan kecepatan diatas rata-rata ditambah juga Larisha menerobos lampu merah dan itu sangat membahayakan pengguna jalan lain. Namun Larisha tak gentar dia terus menambah kecepatan agar polisi tidak dapat menangkapnya.
__ADS_1