
"Aku tidak peduli dengan apa yang akan kau lakukan padaku beberapa detik kedepan!" lirih Laluna.
Tan pun kembali meraup bibir Laluna, sambil melepaskan jaket yang sedari tadi masih dia kenakan, begitu juga dengan pakaiannya. Laluna yang melihat tubuh polos lelaki tampan dihadapannya memiliki otot-otot kekar dan tato ditubuhnya, sampai menelan salivanya.
Tan melepaskan atasan yang dikenakan oleh Laluna, hingga melihat tubuh gadis itu nyaris polos! Betapa menggiurkannya tubuh gadis muda dihadapannya. Tapi kemudian pikiran Tan terhenti sejenak, dia tak ingin melakukannya sekarang! Karena takut akan ketagihan, dan mengganggu aktivitas belajar Laluna. Belum lagi urusan pekerjaannya yang sangat sibuk, yang membuatnya tidak bisa terikat pada suatu hubungan.
Tan pun tidak akan meresmikan hubungan keduanya saat ini, dengan kata lain Tan akan membiarkan hubungannya dengan Laluna hubungan tanpa status.
Kemudian Tan segera bangkit dari atas tubuh Laluna, dan duduk dibibir ranjang!
"Tuan, ada apa?" tanya Laluna.
"Istirahatlah disini, nanti malam kita baru pulang ke kediaman Tuan Lan!" kata Tan, lalu pergi berlalu dengan tubuhnya yang masih polos tanpa sehelai benang sekalipun.
Tan menyisakan Laluna yang masih terdiam tak mengerti dengan sikapnya yang tiba-tiba kembali abai terhadap dirinya. Apalagi Tan sudah setengah melucuti pakaiannya dan juga sudah menci umnya, tapi kata cinta yang diharapkan oleh Laluna pun harus sirna.
__ADS_1
Maafkan aku Luna, saat ini waktunya belum pas. Aku akan menunggumu hingga lulus kuliah, dan aku akan langsung melamarmu! Aku akan bicara bahwa aku pendonor yang selama ini kau cari. Aku janji akan berhenti dari bisnis hitam yang selama ini aku jalani. Aku akan menjadi laki-laki biasa, yang setiap sore pulang bekerja dan menemani mu di rumah kita nanti.
Sebuah impian sederhana Tan dan semoga Laluna bisa mengerti kondisinya. Malam harinya, Tan dan Laluna kembali ke kediaman Tuan Lan, sepanjang jalan yang dipenuhi oleh salju, tak ada kata yang terucap dari bibir Tan yang sangat diharapkan oleh Laluna. Tan kembali cuek, dan terasa asing untuk Laluna.
Menyebalkan! Apa-apaan ini, setelah dia mencium ku dan hampir memper kosaku, lalu sekarang dia kembali cuek terhadap ku? Dasar buaya! Batin Laluna.
Beberapa hari Kemudian!
Dokter keluarga Limson kembali hadir ke kediaman Tuan Lan, untuk melakukan USG terhadap Larisha. Tuan Lan pun ikut menemani sang istri yang saat ini masih merasakan mual dan pusing, namun tidak mau mengeceknya menggunakan testpack, Tuan Lan juga ingin langsung melihat rahim istrinya itu melalui pemeriksaan USG untuk mengetahui istrinya benar hamil atau tidak.
"Wow, luar biasa!" kata Dokter dengan takjub.
"Bagaimana Dok, apa arti dari layar monitor itu? Istriku benar hamil?" tanya Tuan Lan.
Sementara Larisha pun tidak mengerti dengan isi dari layar monitor yang berada disampingnya itu.
__ADS_1
"Ya, sesuai dengan dugaan ku! Sudah terlihat kantung kehamilannya Tuan, dan yang lebih luar biasa lagi, ada tiga kantung hamil di rahim nona Larisha!" kata Dokter sambil menunjukkan ketiga kantung hamil itu.
"Tiga, jika tiga itu artinya?" tanya Larisha yang mendengar hamil saja hatinya sudah melow, apalagi ini Dokter mengatakan ada tiga kantung kehamilannya.
"Selamat Tuan Lan dan nona Larisha, sepertinya rumah ini akan ramai oleh ketiga bayi yang kita belum tau jenis kelamin dari ketiganya!" ucap Dokter dengan wajah ikut bahagia melihat Tuan Lan dan Larisha yang sudah berkaca-kaca saking bahagianya.
"Oh my God, Dok! Aku tidak percaya ini!" kata Tuan Lan, yang sampai mengeluarkan air mata bahagianya.
"Nona, aku akan berikan vitamin penguat kandungan untuk mu! Diperkirakan kehamilan mu sudah memasuki empat Minggu," kata Dokter sambil membuka tasnya, untuk memberikan vitamin penguat kandungan untuk Larisha.
Tuan Lan pun memeluk Larisha, menciu um keningnya, bahkan terus menggenggam tangan sang istri. Laluna yang baru saja tiba di kamar Larisha dan melihat Larisha sedang dipeluk oleh Tuan Lan, serta ada Dokter dan ada alat USG disampingnya langsung penasaran dengan hasil pemeriksaan Larisha, Laluna pun masuk kedalam kamar dengan sedikit celingak-celinguk berharap Tan juga ada disini, karena sudah beberapa hari ini Tan sama sekali tak kelihatan batang hidungnya sekalipun.
❤️❤️❤️❤️
Hallo maak happy weekend ya! Btw bumil nih maak senggol dong, gak sia-sia nanem sampe gebrag gebrug, rusuh banget ehh jadinya sekaligus tiga maak😂😂😁 Like, komen, Vote nya jangan lupa yup,😘😘
__ADS_1