
Tan menggiring manager Bar itu menuju tempat dimana rekaman cctv itu berada! Disalah satu ruangan yang tak lagi ramai itu, manager Bar meminta salah satu bawahannya yang bertugas mengontrol cctv diseluruh area Bar, untuk membuka rekeman cctv sesuai arahan dari Tan.
"Cepat buka pada tanggal dan bulan xxx, sekitar pukul 22.00 malam hingga pukul 01.00 dini hari," kata Tan.
"Ba-baik Tuan," kata petugas tersebut sambil gemeteran karena melihat managernya hampir ditusuk oleh botol wine yang runcing.
Petugas itu membuka sesuai tanggal, bulan dan jam yang diberitahukan oleh Tan, namun pada saat menekan tombol enter, rekaman ditanggal tersebut tidak ditemukan. Petugas itu lalu mencobanya kembali, namun hasilnya tetap file tidak ditemukan.
Kemudian diperiksanya seluruh rekaman pada bulan itu, dan masih ada semua! Hanya di tanggal, bulan yang diminta oleh Tan saja rekaman cctv itu yang hilang.
"Tu-Tuan, aku tidak mengerti ini kenapa bisa tidak ada! Tapi aku sudah berusaha mencarinya namun hasilnya tidak ditemukan file di tanggal tersebut," kata petugas itu.
"Hei bilang pada petugas mu untuk tidak main-main denganku! Cepat suruh dia temukan rekaman cctv pada tanggal tersebut!" teriak Tan.
"Baik Tuan, sabar dulu bi-biar aku yang bantu cari, ta-tapi tolong singkirkan dulu botol ini dari leherku!" kata manager Bar.
"Baiklah! Cepat, dan jangan macam-macam aku mengawasi mu, sedikit saja kau berbuat masalah botol ini akan menembus leher mu!" kata Tan.
"I-iya Tuan, aku akan coba periksa!" kata manager Bar itu.
Manager Bar tersebut kemudian mengambil alih untuk memeriksa rekeman cctv itu, namun lagi-lagi file tidak ditemukan! Melihat rekaman ditanggal dan bulan lain masih ada tersimpan dengan baik, manager Bar tersebut curiga ada yang sengaja menghapusnya.
"Apa kau pernah meninggalkan ruangan ini pada saat bertugas?" tanya manager Bar pada anak buahnya.
"Ma-maaf Pak, sepertinya saya cukup sering meninggalkan ruangan ini karena membeli makanan ataupun untuk ke toilet," kata petugas itu.
"Dasar go b lok kau, menjaga rekaman seperti ini saja tidak becus! Kau akan aku pecat, lihat saja nanti!" ujar manager Bar itu.
"Kenapa kalian ribut berdua! Aku tidak punya waktu, cepat serahkan rekaman yang aku minta!" teriak Tan.
"Tuan, sepertinya ada yang sengaja menyelinap ke ruangan ini dan menghapus rekaman ditanggal tersebut! Karena file yang lain aman-aman saja!" kata manager Bar itu.
Brughhh...
Tan menendang kursi diruangan itu hingga kursi itu patah.
__ADS_1
"Sittt sial!!!! Bre ng sek!" teriak Tan.
Tan kemudian pergi begitu saja dari ruangan tersebut lalu menuju parkiran setelah apa yang dia cari tidak dia temukan! Didalam mobil, Tan merogoh handphone dari saku celananya untuk menelpon Tuan Lan dan mengatakan segalanya.
Kring.
Kring.
Kring.
Telepon Tuan Lan berdering, namun Tuan Lan yang sedang mendekap erat tubuh Larisha yang sedang tertidur pulas itu, tak mengindahkan panggilan telepon masuk ke handphonenya. Telepon itu terus berdering, karena tak ingin Larisha terbangun, Tuan Lan pun mengambil handphone tersebut dari meja kecil disamping ranjang.
"Sittt, Tan malam-malam begini kau benar-benar tidak tau waktu! Apa kau tidak tau betapa aku dan Larisha lelah setelah berolahraga malam bersama! Kau malah mengganggu." Gumam Tuan Lan yang langsung menonaktifkan handphonenya.
Lalu kembali menatap wajah Larisha, sambil mengelus-elus rambut panjangnya. Tuan Lan kemudian meng cu p dahi Larisha, lalu semakin mendekap erat tubuh isterinya yang masih tidak mengenakan sehelai benangpun, hanya tertutup selimut saja.
Malam harinya Tan pulang terlebih dahulu setelah apa yang dia cari belum juga dia temukan, namun saat hendak melajukan mobil yang dia kendarai ke apartemen miliknya, pikiran Tan tak ingin pergi kesana, melainkan kembali ke kediaman Tuan Lan.
"Sial, kenapa aku pergi kearah kediaman Tuan Lan! Apa yang aku lakukan, kenapa aku ingin pergi kesana!" Batin Tan.
Hingga sampailah dia di kediaman Tuan Lan, tiga anak buah Tuan Lan yang berjaga di gerbang depan pun membuka pagar besar dan tinggi itu, dan melihat mobil Tan masuk kedalam halaman rumah untuk memarkirkan mobilnya.
"Eh, malam-malam begini tumben itu Tuan Tan balik kesini abis tugas!" bisik satu orang anak buah Tuan Lan.
"Iya, biasanya dia pulang ke apartemennya! Mana mau dia bermalam di rumah ini!" kata anak buah Tuan Lan yang lain.
Tan keluar dari dalam mobil, dan melihat waktu di jam tangan sebelah kirinya.
"Sudah jam 00.00 malam, dia juga pasti sudah tidur! Astaga Tan, kenapa kau malah berpikir untuk menemui gadis itu! Ingat Tan, dia hanya gadis berusia 18 tahun saja belum, umurmu sudah 30 tahun. Ini gila! Benar-benar otakku tidak waras." Gumam Tan sambil mengacak-acak rambutnya.
Dan aksi Tan tersebut masih terus diperhatikan oleh kedua anak buah Tuan Lan yang sejak tadi sedang menyeruput kopi sambil mencari bahan gibahan.
__ADS_1
"Lihat tuh, sekarang Tuan Tan mengacak-acak rambutnya sendiri!" ujar salah satu anak buah Tuan Lan.
"Aneh, ini aneh sekali! Akhir-akhir ini, Tuan Lan dan Tuan Tan selalu bersikap aneh! Kadang-kadang mereka tersenyum-senyum sendiri, lalu setelahnya menepuk dahinya sendiri," ujar anak buah Tuan Lan yang lain.
Tan kemudian tersenyum sendiri lalu menepuk dahinya sendiri, lalu masuk ke dalam rumah mewah itu.
"Tuh, tuh kan benar apa yang aku bilang!" kata anak buah Tuan Lan.
"Iya kau benar! Dulu waktu aku belum punya buntut, lagi jatuh cinta sama ibunya anak-anak, itu yang sering aku lakukan," kata anak buah Tuan Lan.
"Ah tidak mungkin, Tuan Lan dan Tuan Tan jatuh cinta terhadap wanita! Mereka berdua itu milyader kejam, laki-laki berduit yang duitnya ga bakalan habis tujuh turunan, tujuh tanjakan, tujuh pengkolan, tujuh puteran! Mereka hanya main-main dengan para wanita," ujar anak buah Tuan Lan yang lain.
"Iya ya! Kau benar juga!" kata anak buah Tuan Lan.
Tan tiba didepan pintu kamar Laluna! Dia masih saja memandangi kedua daun pintu kamar itu, kaki dan tangannya mendadak kaku dan tidak bisa dia gunakan untuk melangkah apalagi mengetuk pintu.
Tan pun mulai mendekati kedua daun pintu kamar itu, satu tangannya mulai mengayun untuk mengetuk pintu kamar tersebut. Namun saat hendak mengetuk, Laluna tiba-tiba membuka pintu kamar itu.
Klek..
Membuat tubuh Tan oleng, dan jantungnya hampir copot karena kaget.
"Kau! Sedang apa kau didepan kamar ku?" tanya Laluna menatap heran wajah Tan.
"A-aku hanya! Hanya ingin memberitahumu, bahwa bulan depan aku diperintahkan oleh Tuan Lan untuk menemani mu mencari universitas untuk mu melanjutkan pendidikan!" kata Tan yang terpaksa berbohong.
"Malam-malam begini, kau menyampaikan hal seperti ini? Dan itu masih satu bulan lagi? Apa tidak bisa besok? Atau dua Minggu lagi kau katakan itu?" tanya Laluna.
"Kau ini benar-benar bawel! Terserah padaku, mau aku sampaikan ini malam-malam begini, atau pun dua Minggu berikutnya! Memang apa urusannya denganmu!" kata Tan yang jengkel karena tak bisa mengatakan apa yang hendak dia katakan, lalu Tan pun bergegas pergi dari hadapan Laluna begitu saja.
"Hei! Hei, dasar orang aneh! Padahal aku ingin meminta tolong ambilkan air minum karena kaki dan tubuhku masih lemas! Dia malah pergi begitu saja!" kata Laluna, menarik nafas panjang.
❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Cie yang sekarang Bobonya dikelonin ayang😉asik, asik dikekepin terus.