
Knalpot traktor sawah milik Tuan Lan itupun terbenam sempurna didalam inti milik Larisha, membuat wajah Larisha menengadah keatas merasakan kembali benda besar itu menerobos masuk dan mulai terasa gerakannya saat Tuan Lan sudah terlihat menggerakkan pinggulnya keluar masuk di daerah inti milik Larisha.
"Oughtt, dad pelan! Ada baby didalam rahim ku," protes Larisha yang merasakan gerakan pinggul itu sangat cepat.
"Mom, sorry tapi aku tidak mengontrolnya, ahh sittt ini masih sempit sekali mom, ah," de sah Tuan Lan.
Tuan Lan terus menggerakkan pinggulnya dengan sangat cepat, menciptakan ges ekan-ges ekan yang membuat keduanya hanyut dalam kenikmatan tiada Tara, beberapa saat nyaman dengan posisi menindih tubuh Larisha, Tuan Lan mengeluarkan terlebih dahulu knalpot traktor sawah miliknya dari dalam sana, lalu mengarahkan Larisha untuk membalikkan tubuhnya dan mengangkat pinggulnya agak keatas.
Setelah dirasa posisi istrinya sesuai dengan SOP (standar operasional percocok tanaman), Tuan Lan kembali melesatkan knalpot traktor sawah itu masuk kedalam sana! Sementara kedua tangan Larisha berpegangan erat pada sandaran ranjang yang berada tepat didepan wajahnya sekarang.
"ah sitt! Sttttthhhhhhhhhh ini lebih menjepit sekali Momy, ahh aku suka sekali sayang!" era ng an Tuan Lan semakin kencang.
"Oughttt ahh, dad kau terlalu cepat!" de sah Larisha.
Posisinya saat ini membuat Tuan Lan terus memacu pergerakannya hingga dia pun tak dapat lagi menahan pele pasannya, wajah Tuan Lan mendongak keatas sambil terus memuntahkan lahar putih didalam inti milik Larisha.
Malam ini keduanya tidur dengan nyenyak karena kelelahan oleh aktivitas malam mereka.
Keesokkan harinya!
__ADS_1
Laluna sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kampus, karena hari ini adalah hari pertamanya kuliah! Begitu juga dengan Tuan Lan dan Tan yang pagi-pagi sekali sudah mengurus pekerjaannya masing-masing, sementara Larisha sedang menyukai berbagai macam resep membuat aneka macam kue kering.
Sore harinya!
Jam perkuliahan telah usai! Laluna memilih untuk memerintahkan supir pribadinya pulang lebih dulu, karena dia akan pergi ke toko buku dan akan pulang ke rumah sendiri. Laluna pun mengunjungi salah satu toko buku, di sana dia membaca beberapa buku untuk menambah wawasannya, sambil memilah beberapa buku yang akan dia beli.
Hingga malam hari, Laluna masih berada di toko buku dan berharap Tan akan mengabarinya untuk sekedar mengajaknya makan malam bersama, atau menanyakan bagaimana kesan hari pertama di kampus! Tapi lagi-lagi itu hanyalah harapan semata, hingga Laluna pun sangat kesal mengingat sikap acuh Tan terhadapnya.
Aku akan mendatangi mu sekarang! Lihat saja, kau pikir kau berhak mengabaikan aku seperti itu Tuan? Batin Laluna.
Laluna sampai di kasir untuk membayar beberapa buku yang dia beli, lalu setelah itu dia langsung mencari taxi untuk mengunjungi tempat casino milik Tuan Lan, Laluna menduga Tan pasti ada di sana. Setelah cukup lama menempuh jalanan macet, Laluna sampai juga di depan tempat casino milik Tuan Lan.
Laluna pun lantas turun dari taxi, dan berjalan menuju pintu masuk casino yang dijaga oleh beberapa anak harus buah Tuan Lan.
"Nona Luna! Sedang apa anda disini?" tanya seorang anak buah Tuan Lan.
"Apa Tuan Tan ada di dalam?" tanya Laluna.
"Iya ada nona, Tuan Tan sedang berada didalam ruangan Tuan Lan untuk memeriksa laporan beberapa laporan!" kata anak buah Tuan Lan.
__ADS_1
"Oke, aku akan masuk!" kata Laluna lalu nyelonong masuk ke dalam casino, sebenarnya yang boleh masuk ke dalam tempat itu harus memiliki kartu member, tapi karena melihat wajah jutek Laluna para anak buah Tuan Lan pun tak berani melarangnya untuk masuk.
Laluna masuk ke dalam tempat casino yang sangat ramai oleh para penjudi handal dari berbagai negara, begitu juga para wanita-wanita nakal seliweran yang bertugas menemani dan melayani para penjudi. Laluna menengok kearah kiri dan kanan untuk menemukan ruangan Tuan Lan, dan akhirnya Laluna sampai di depan pintu ruangan Tuan Lan dimana ada Tan di dalamnya.
"Huhhh, kau pasti bisa Luna! Semangat!" kata Laluna menyemangati dirinya sendiri untuk berani melabrak Tan.
Klek..
Pintu terbuka, dan benar saja Tan berada di dalam sana tengah duduk sambil menunduk memeriksa beberapa lembar kertas, terdapat laptop dan secangkir minuman juga diatas meja kerja itu. Tan sama sekali tidak menengok meskipun tau ada orang masuk, dia memilih fokus pada kertas laporan didepan matanya.
Brughhh...
Kali ini kedua mata Laluna melotot, dan dengan kedua tangannya Laluna mengagetkan Tan yang sejak tadi menundukkan wajahnya, dengan menggebrak meja berwarna coklat itu. Sontak Tan pun mengangkat wajah tampannya, dan melihat sosok yang saat ini tepat berada didepan wajahnya.
❤️❤️❤️
Gemes banget sama Tan, liat mukanya candu banget ya maak😍😍😍
__ADS_1