
Wanita-wanita itu terlihat tertawa senang bisa menemani para tamu dari berbagai negara untuk berjudi di casino terbesar di kota atau bahkan di negara ini! Tapi ada seorang wanita seksi yang melihat kedatangan Tuan Lan dan para anak buahnya, wanita tersebut bernama Berti dia merupakan Maminya wanita-wanita penghibur disini.
Berti tertarik dengan gadis belia yang sangat cantik disamping Tuan Lan, bahkan Tuan Lan merangkul Larisha dengan erat. Berti tidak pernah melihat Tuan Lan bersikap semanis itu pada seorang wanita.
Ditengah keramaian para tamu, Berti menghampiri Tuan Lan dengan gerakan lenggak-lenggok ciri khas seorang wanita penghibur. Berti mulai menyapa Tuan Lan, meraba wajah Tuan Lan dengan tatapan wajah manja.
Tubuhnya bahkan meliuk-liuk seperti seekor ulat tengah kepanasan, Berti terus menggoda Tuan Lan meskipun tatapan Tuan Lan tengah sibuk memperhatikan para tamu yang datang ke tempat casino miliknya.
"Lama tidak jumpa pria tampanku! Ow, sekarang tubuhmu semakin macho sayangku, aku penasaran kau pasti semakin kuat diranjang! Ikutlah denganku, sayang!" goda Berti.
Wanita itu memang sengaja bercanda seperti itu didepan Larisha, karena ingin melihat reaksi Larisha bila melihat Tuan Lan digoda seperti itu! Sementara Tuan Lan santai saja karena tau Berti tengah usil dengannya.
"Bert! Jangan sampai gaji mu aku tahan karena istriku marah!" kata Tuan Lan.
"Hah, istri? Apa telingaku tidak salah dengar, atau kupingku kemasukan banyak cairan laki-laki?" goda Berti sambil tertawa-tawa.
Sementara Larisha yang melihat tingkah Berti justru bergidik geli, seperti ulat kepanasan batin Larisha.
"Sudah sana menyingkir lah! Dan buat para tamu ku betah disini!" perintah Tuan Lan.
"Ya ya Alan Limson yang tampan dan meng gai rah kan aku hanya ingin menyapa istrimu! Hai cantik siapa namamu?" tanya Berti.
"Aku Larisha," dengan singkat dan ketus.
"Ow kau manis dan kecil sekali sayang! Senang bertemu denganmu, bye bye!" kata Berti kembali dengan gerakan-gerakan meliuk-liuk.
Tuan Lan pun hanya tersenyum melihat Larisha begitu geli melihat tingkah Berti.
__ADS_1
"Tan dan kalian semua, menyebar lah tanyakan fasilitas apa yang kurang memuaskan mereka disini! Sediakan apapun yang diminta oleh para tamu-tamu itu!" kata Tuan Lan.
"Baik Tuan!" serempak.
Tuan Lan pun kembali merangkul Larisha dan mengajaknya berjalan lurus kedepan menuju ruangan pribadinya, Larisha pun menurut saja.
Klek..
Pintu ruangan pribadi Tuan Lan di casino itu terbuka! Larisha dan Tuan Lan masuk lalu, Tuan Lan menutup kembali pintu ruangannya. Sesampainya disana, Larisha mendorong tubuh Tuan Lan dengan memparodikan tingkah Berti saat menggoda Tuan Lan tadi.
"Ow, lama tidak berjumpa laki-laki tampanku! Kau sekarang semakin macho, aku penasaran kau pasti semakin kuat sekarang! Ayolah sayang ikut denganku!" kata Larisha dengan gaya bicara manja dan penuh ga i rah.
"Apa? Istrimu, apa telingaku sudah rusak? Atau terlalu banyak kemasukan cairan laki-laki?" lagi-lagi Larisha memparodikan gaya bicara Berti.
Sontak saja itu membuat Tuan Lan semakin tak kuasa menahan tawanya. Apalagi kini Larisha memutari tubuh Tuan Lan bergerak meliuk-liuk layaknya ulet kepanasan, sambil sesekali meraba-raba da da bidang Tuan Lan.
Mendapati godaan yang memancing gai rahnya bangkit menyala-nyala, Tuan Lan langsung menarik tubuh Larisha kedalam dekapannya.
"Jika tadi aku melihat wanita lain bertingkah seperti ini, terasa menjijikkan! Tapi melihat mu yang bergerak meliuk-liuk penuh ga ir ah seperti ini, ha s ratku bangkit Larisha," lirih Tuan Lan dengan suara serak.
"Tuan, lupakan aku hanya mencoba menggoda mu seperti wanita tadi!" kata Larisha yang malah tak menyangka suaminya akan merespon lebih.
"Tapi sekarang aku benar-benar sudah tergoda oleh tubuhmu ini honey," bisik Tuan.Lan ditelinga Larisha.
Bisikan itu sukses menjalar ke seluruh bagian tubuh Larisha hingga membuatnya bergidik merinding. Tuan Lan langsung meng e cup telinga dan leher Larisha, lalu meraup bibir ranum berwarna merah muda itu dengan liar.
__ADS_1
Hingga ci um an itu membuat ga i rah Larisha ikut bangkit dan membalas lu m a t an demi lu m a tn dengan sama liarnya, keduanya berjalan menuju sebuah meja kerja yang besar dan panjang tempat biasa Tuan Lan bekerja saat berada di casino ini, sambil terus saling ber ci u man, Tuan Lan mengangkat tubuh Larisha naik ke meja itu.
Meja yang berwarna coklat tua dan hanya ada satu buah laptop diatasnya yang tentu saja bisa dengan mudah disingkirkan oleh Tuan Lan, keduanya masih saling berpagutan hingga Tuan Lan menidurkan tubuh Larisha diatas meja berwarna coklat tua itu.
"Tuan jangan disini! Nanti ada yang lihat!" lirih Larisha.
"Lalu dimana? Aku tidak akan kuat menahan bira hiku yang sudah memuncak ini honey, aku sudah tidak tahan dengan tubuhmu!" lirih Tuan Lan.
Tuan Lan kemudian membuka satu persatu pakaian yang dikenakan oleh isterinya itu, hingga tak tersisa apapun, begitu juga dengan bawahan yang dikenakan oleh Larisha, Tuan Lan dengan sigap melucuti semuanya.
Tubuh Larisha kini polos bak bayi baru lahir yang terlentang diatas meja kerja milik Tuan Lan, knalpot traktor sawah milik Tuan Lan yang sudah sangat keras dibalik celana itu membuat Tuan Lan tak lagi menghiraukan kalau ini bukan tempat yang pas untuk bercocok tanam.
Tapi apalah daya, bi ra hinya sudah memuncak hingga yang ada didalam pikirannya saat ini adalah kenikmatan akan tubuh gadis cantik dihadapannya.
Tuan Lan menaiki meja tersebut dan mulai meng hi sa p buah melon import milik Larisha seperti seorang bayi yang tengah lapar.
"Mtttthhhh," Larisha hanya bisa mele nguh penuh nikmat saat Tuan Lan menggigit tipis choco chips melon import miliknya.
Di h i sa pnya secara bergantian kiri dan kana sambil satu tangannya sudah berada dibagian inti Larisha dan bermain-main disana. Tuan Lan sungguh menikmati setiap hi sa pan pada melon import yang menegang itu.
Tangannya pun tak ingin kalah ingin membuat sesuatu dibawah sana merasakan kenikmatan yang sama. Larisha menggeliat penuh nikmat, bibirnya tak dapat berhenti mengeluarkan suara-suara surgawi yang semakin kencang dia suarakan.
Tubuhnya menggeliat penuh nikmat saat Tuan Lan terus melakukan aksi-aksinya terhadap kedua buah melon import itu!
"Oughttt kau cantik sekali saat sedang menikmati permainan ku Larisha, tubuhmu sangat indah sayang." Lirih Tuan Lan.
__ADS_1